
Brussels Belgia, Ruang Kerja Sean Léopold
"Kok bisa sih anakmu berteman dengan koboi cengeng itu?" sungut Sean kesal ke Henry.
"Well, mereka bertemu saat Richard mengantarkan Alisha ke apartemen Rania. Dan disana mereka berdua bertemu dan akhirnya berteman lah. Sean, aku rasa Leonardo benar-benar menyukai keponakan mu. Bisa jadi mereka bakalan jadi ipar kan?" cengir Henry.
"Ada yang bisa cerita siapa itu koboi cengeng?" tanya Hans dan Amodeo bingung.
Sean lalu bercerita bahwa keponakannya, Biana Pascal dikejar - kejar oleh Leonardo Rossi seorang pemilik ranch dan atlet Rodeo dari Texas. Kekacauan mereka membuat ayah Biana pusing menghadapi pria berdarah Italia - Amerika - Turki itu.
"Biana itu putri chief FBI dan Leonardo tetap nekad mengejarnya? Benar-benar deh!" kekeh Amodeo.
"Kacau deh semua keponakan aku" ucap Sean sambil cemberut.
"Sean, jika Arsya dan Violet sudah siap, rencana acara pernikahan mau dimana? Amsterdam atau Den Haag atau Brussels?" tanya Hans.
"Di Amsterdam saja Hans. Kalian kan dari pihak perempuan jadi diadakan disana saja. Baru nanti aku ada acara perkenalan menantu di Brussels kalau di ajaran Jawa nya Zee, unduh mantu" jawab Sean.
"Kalian sudah mau berbesan, aku yang pusing memikirkan Adonia. Katanya tidak mau menikah coba!" sungut Raja Amodeo IV yang merupakan raja Spanyol.
"Astagaaa! Kenapa?" tanya ketiga raja lainnya.
"Entah. Katanya belum menemukan pria yang menggetarkan hati. Bingung aku tuh! Sudah usia 26 masih betah menjomblo." Raja Amodeo hanya bisa menghembuskan nafas panjang.
***
London Inggris
Keputusan pangeran Richard yang melepaskan gelar putra mahkota dan tidak akan menjadi raja Inggris, membuat banyak pro dan kontra. Bagi orang Inggris yang kolot, mereka setuju kalau Richard mundur tapi bagi yang menyukai romance antara dua pangeran dan putri yang humble itu, menyalahkan semua aturan yang kaku dan baku hingga pangeran Richard harus mengorbankan semuanya.
Akibatnya Alisha ikut dikejar - kejar oleh paparazzi membuat Sean harus super ketat mengawal putrinya dengan menambah pengawalan. Rania dan Biana pun juga tidak luput dari kejaran para pencari gosip karena mereka tahu bahwa keduanya adalah kakak Alisha. Sampai Charles McGregor, Pedro Pascal dan Joey Bianchi turun tangan agar semua anak gadis dan cucunya tidak dikejar - kejar oleh wartawan.
Alisha sendiri selain dikawal pengawal Belgia, Richard sendiri juga mengirimkan bodyguard untuk kekasihnya. Meskipun merasa tidak nyaman karena harus mendapatkan pengawalan ekstra, tapi Alisha tidak bisa berbuat apa-apa karena demi keamanan dirinya.
Pagi ini seperti biasa usai menyelesaikan kuliahnya, Alisha pasti pergi ke rumah sakit untuk melakukan konseling agar menambah kredit untuk segera lulus. Dua pengawalnya, Jossie dan Mary sudah siap. Pengawal dari pihak keamanan Al Jordan memang dikirim oleh sang Opa Ayrton Schumacher sedangkan dua pengawal pria dikirim oleh Sean.
"Kita berangkat sekarang Your Highness?" tanya Jossie.
"Iya Jossie. Kita ke Rumah Sakit British Royal karena aku sudah berjanji menkonseling disana" jawab Alisha. Para wartawan dan paparazzi dilarang untuk mengambil foto Alisha di area kampus, namun dengan kecanggihan lensa tele jarak jauh, membuat wajah gadis itu langsung terekspos. Putri Belgia itu pun segera masuk ke dalam mobil Range Rover nya.
Dengan diapit dua wanita bertubuh tinggi dan sedikit besar membuat Alisha tampak terlindungi dari jepretan kamera yang berusaha mengambil wajahnya di area halaman rumah sakit dan Alisha sendiri sudah terbiasa dengan rusuhnya pers Inggris. Ketiga wanita itu langsung masuk ke dalam rumah sakit sedangkan pengawal pria berdiri di dekat pintu masuk untuk melarang para paparazzi mencari Alisha di dalam.
British Royal Hospital
"Your Highness, apakah kami tetap menunggu di depan kamar klien seperti biasanya?" tanya Mary.
"Boleh Mary..."
"Alisha!"
Alisha menoleh dan tampak wajah jutek sang kakak mendatangi dirinya. "Halo mbak Rani."
"Paparazi masih bergerombol?" tanya Rania judes.
"Masih mbak..."
"Jossie, Mary, kalian bawa Glock kan?" tanya Rania ke kedua pengawal adiknya.
"Bawa nona Rania. Mau buat apa?" tanya Jossie yang sudah merasakan sesuatu tidak nyaman. Mau apa nona dokter bedah satu ini?
"Aku tembak mereka memakai peluru bius!" jawab Rania judes.
Jossie dan Mary hanya bisa tersenyum mendengar ucapan bar-bar dokter cantik itu. "Jangan nona, nanti tuan Schumacher bisa ngamuk."
"Mbak, aku konseling dulu ya. Sudah jadwalnya" ucap Alisha sambil memeluk kakaknya.
"Oke. Selamat bekerja adikku."
***
Buckingham Palace
Richard melihat bagaimana gadisnya dikejar-kejar seperti hewan buruan, membuatnya marah luar biasa. Bahkan dia memerintahkan agar semakin ketat menjaga Alisha.
"Brengseeekkk mereka! Memangnya Alisha itu apa! Seenaknya saja!" amuk Richard sambil melaporkan hasil laporan pengawalnya dan hasil live di sosial media ke Henry.
"Sean juga habis ngamuk sama Daddy, Rich" balas Henry yang juga kesal dengan sikap para wartawan dan paparazzi. "Tapi mereka pintar membuat diri mereka berlindung di kebebasan pers."
"Kebebasan pers yang mana Dad? Alisha dikejar macam kelinci diincar rajawali!" Richard tidak terima melihat gadisnya diperlakukan seperti itu. Alisha itu putri raja Belgia!
"Biar Daddy mengeluarkan maklumat lagi agar tidak mengganggu Alisha, Rania dan Biana karena sudah amat sangat meresahkan privacy mereka."
"Iya Dad. Tolong. Daripada Oom Sean benar-benar ngajak perang!"
Henry terbahak mengingat calon besannya memang panasan.
Richard memang sudah lepas gelar putra mahkota tapi Henry dan Medeline masih memberikan beberapa tugas kerajaan yang sesuai dengan status pangeran itu sekarang. Pihak parlemen memilih tidak menghilangkan gelar pangeran di Richard meskipun nanti akan bergelar Duke of Kensington. Mereka, para anggota parlemen, mendapatkan kritikan tajam dari rakyat Inggris yang menyukai pasangan Richard - Alisha karena pada awalnya Richard tidak berhak dengan apapun yang berhubungan dengan pekerjaan istana tapi Perdana Menteri Inggris Rupert Majors berhasil membuat para parlemen merubah keputusannya.
***
British Royal Hospital London
Alisha menatap seorang anak laki-laki yang tampak defensif dan tidak mau menatap matanya. Terlihat bahwa bocah berusia sepuluh tahun itu memendam kesedihan yang mendalam.
"Halo? Aku Alisha. Namamu?" sapa Alisha lembut.
Bocah laki-laki itu melirik ke arah Alisha dan terkejut ketika melihat siapa yang datang. Tadi saat pintu ruang konseling terbuka, bocah itu memilih mengalihkan pandangannya ke arah tembok hingga tidak tahu siapa yang datang.
"Your... highness? Princess Alisha?" bisik bocah itu.
"Halo... Siapa namamu?" senyum Alisha.
"Billy..." bisiknya.
"Halo Billy. Kamu mau burger? Aku membeli banyak" bujuk Alisha yang memang tadi menyempatkan mampir ke Drive thru McDonald's.
"Apa... boleh?" Billy tampak ingin burger nya tapi ada ketakutan disana.
"Tentu saja." Alisha memberikan satu kantong berisikan burger dan kentang serta satu gelas coke.
Billy menerima burger dan coke itu. "Te... terimakasih Your Highness... "
Alisha tersenyum. "Yuk kita makan bersama, aku juga lapar."
Alisha lalu makan bersama Billy sembari melakukan konseling. Tak heran jika banyak kliennya yang suka dengan Alisha karena putri cantik itu sangat humble dan menyenangkan untuk berbagi cerita.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️