Kings And Queens

Kings And Queens
Jangan Manja!



Istana Kensington London Inggris


Alisha dan Richard menikmati acara makan malam bersama Henry dan Medeline plus Louis. Meskipun protokoler istana melarang berbicara di meja makan tapi Henry dan Medeline melanggar protokoler itu setelah berkunjung ke istana Al Jordan saat Richard lahir. ( Baca The Prince and I ).


Mereka melihat bagaimana keluarga Al Jordan selalu bercerita apapun di meja makan karena pada saat itulah mereka semua bisa berkumpul. Meskipun mendapatkan tentangan dari kepala pelayan istana, namun akhirnya mereka pun membiarkan protokoler dilanggar karena suasana istana menjadi lebih hidup.


"Jadi dua kakakmu itu sudah dilamar oleh dua pria teman grup chat Richard?" tanya Medeline.


"Iya Tante. Mereka kayaknya kompak dengan modal nekad, menghadap Opa dan Oom untuk nembung mbak Rania dan mbak Biana" jawab Alisha.


"Bisa triple Wedding dong" kekeh Henry.


"Nggak Oom, kata mommy, mbak Rania dan mbak Biana double wedding di New York besok Juni."


"Iyalah enak doubel wedding biar capeknya sekalian... Ohya Sha, kamu sudah cari gaun buat nikah?" tanya Medeline.


"Belum Tante."


"Bagaimana kalau besok kita..."


"Sayang, ini masih bulan apa? Lamaran saja baru Desember dan menurut aku, biarkan Alisha dan Zee yang mencari gaun pengantin nya" potong Henry.


"Tapi sayang, aku kan juga ingin ikutan juga" rengek Medeline yang ingin mempunyai anak perempuan.


"Sayang..."


"Begini saja Tante, disaat aku dan mommy mencari gaun pengantin, Tante bisa ikut disana. Bagaimana?" tawar Alisha demi bisa melihat calon mertuanya tidak sedih.


"Good idea. Berarti kamu mencari di Brussels?"


"Bisa jadi di London atau Milan ke butik Morr punya nya Oom Ale dan Tante Sakura" jawab Alisha.


"Eh rancangan Morr itu bagus lho Sha" ucap Medeline. "Tantemu Clarissa, beberapa bulan lalu mengirimkan untuk Tante dan desainnya bagus. Pas semuanya."


"Morr kan silent luxury brand sekarang. Tidak terlalu tampak macam Hermès atau Bottega Veneta tapi semua bisa melihat ciri khasnya yang mewah" sahut Louis.


"Kok kamu tahu?" tanya Richard.


"Hei, aku sempat ke Tokyo dan jalan-jalan ke Shibuya. Morr itu butiknya sophisticated dan elegan. Orang mungkin melihatnya biasa tapi kalau kamu memegang kainnya, kamu akan tahu it's so worth it to buy!"


"Mana modelnya Ashley dan Asher kan?" senyum Alisha.


"Ashley dan Asher?" tanya Henry.


"Anaknya Oom Ale dan Tante Sakura. Kalau nggak salah Hyde juga sempat jadi modelnya juga kan?" ucap Louis.


"Yup. Tapi habis itu bang Hyde nyesel."


"Kenapa?"


"Dikejar - kejar cewek banyak di Instagram nya" kekeh Alisha.


"Hyde kan memang kulkas Sha" gelak Louis.


"Mirip sama otosannya" senyum Alisha.


( Note. Nama anaknya Ale n Sakura aku ganti. Ashley itu cewek, Asher Cowok. )


***


Kediaman Keluarga McGregor Chelsea London


Richard mengantarkan Alisha pulang ke rumah keluarga McGregor yang langsung disambut kepala pelayan.


Keduanya sedang berjalan masuk ruang tengah ketika mendengar suara Eléonore menjerit sambil menangis. Alisha menatap Edward yang memilih memakai headphone nya sambil membuat homework dengan wajah malas.


"Ada apa Oom?" tanya Alisha ke Charlie McGregor.


"Biasa, Elle kumat tantrum nya" jawab Charlie sebal.


"Aku lihat Elle dulu ya Rich. Kamu mau langsung pulang atau..."


"Aku disini dulu saja Sha. Kamu urus Elle dulu saja." Richard menggenggam tangan Alisha lembut.


***


"Jadi Oom. Sekitar Desember" jawab Richard.


"Alhamdulillah. Akhirnya kamu dan Alisha mau menikah juga" senyum Charlie. "Henry dan Medeline okay?"


"Justru mummy yang sudah semangat mencari gaun pengantin untuk Alisha."


"Rencana mau cari dari brand mana?"


"Mungkin brand Morr. Apa gunanya punya Oom dan Tante yang punya brand luxury tidak dimanfaatkan" senyum Richard.


"Betul! Dulu sampai sekarang, Radhi tuh yang sering dipakai model Morr. Mungkin wajah Radhi cocok untuk brandnya Alessandro."


"Iya, Oom Radhi, Ashley dan Asher dipakai. Asas pemanfaatan kalau saudara dan anak sendiri good looking, kenapa nggak dimanfaatkan?"


"Dan bayarannya lebih murah" celetuk Charlie yang membuat Richard terbahak.


***


"Billy jahat! Billy jelek!" teriak Eléonore di kamarnya sedangkan Raine hanya menatap dingin ke putrinya. Bagi Raine, disaat Eléonore sedang mode merajuk dan tantrum kumat manjanya, dia hanya membiarkan sampai energinya habis.


"Ada apa?" tanya Alisha sambil melongokkan kepalanya di kamar adik sepupunya yang super manja.


"Billy menyebalkan mbak Alisha!" pekik gadis berambut pirang itu.


"Apa lagi, Elle?"


"Aku mengajak FaceTime tapi Billy bilang mengantuk dan mau tidur padahal aku masih ingin ngobrol!"


Alisha menatap Raine yang hanya menggelengkan kepalanya tanda sudah kesal dengan putri bungsunya.


"Elle, apa kamu lupa Dubai sudah jam berapa? Sudah waktunya Billy tidur. Kamu nggak boleh egois dong!" ucap Alisha yang gemas dengan sepupu manjanya.


"Itu yang mommy bilang dari tadi Eléonore Blair McGregor! Kamu itu terlalu manja! Bisa jadi Billy tidak suka cewek manja!" omel Raine yang kesal dengan Charlie yang terlalu memanjakan putri mereka karena saking antusiasnya memiliki anak perempuan.


Eléonore menatap judes ke Raine yang dibalas sama judesnya oleh sang ibu.


"Kamu berani sama mommy, jangan harap kamu dapat makan malam!" Raine pun keluar meninggalkan Eléonore dan Alisha.


Gadis cilik itu pun menangis dan Alisha pun tidak memeluk sepupunya karena hapal air mata buaya Eléonore.


"Mommy jahat!"


"No, mommymu tidak jahat. Mommymu terlalu lelah menghadapi sikap manja kamu!" ucap Alisha dengan tegas. "Elle, kurangi sikap manja kamu! Tidak semua orang menyukai sikap drama queen kamu!"


"Mbak Sha kok gitu?" Mata biru Eléonore menatap judes ke Alisha.


"Karena dengan sikap kamu seperti ini, siapa yang betah coba? Bahkan mbak yakin, Billy pun tidak suka. Dia tidak menyangka kamu bakalan macam putri manja seperti ini! Mbak Alisha kasih tahu ya Elle, cowok itu suka cewek manja tapi ada porsinya! Tidak terus terusan. Hilang cantiknya tahu!" jawab Alisha.


"Kok mbak Sha bisa bilang begitu?"


"Kamu tanya sama Richard. Apakah mbak Alisha manja? Pasti jawabnya tidak! Kamu lihat mbak Biana, mbak Rania. Apakah mereka manja? Tidak. Mereka brutal. Tapi apa? Chris dan Leonardo tetap mengejar mereka karena cowok tidak suka dengan cewek yang lembek! Yang dikit-dikit merengek, dikit-dikit sok imut! Sesekali okelah, tapi kalau terus menerus, bosan dan muak! Cowok itu rata-rata suka wanita yang tangguh, mandiri dan bisa menempatkan dirinya sesuai dengan dimana kamu berada. Ingat Elle, secantik nya kamu tapi kalau sikap kamu seperti ini, percuma saja!"


Alisha pun berdiri hendak meninggalkan Eléonore.


"Mbak kasih tahu seperti ini karena demi kebaikan kamu! Kamu memang masih enam tahun tapi mbak tahu kamu cerdas jadi bisa paham maksud mbak. Think about it!"


Eléonore hanya menatap kepergian kakak sepupunya sambil termenung.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️