
British Royal Hospital London
Alisha meminta Jossie untuk mengambil MacBook nya yang berada di ruang konseling nya, sementara dirinya menemani Billy yang masih terlelap.
Rania yang memeriksa kondisi bocah itu bisa melihat wajah adiknya seperti hendak memakan orang. Alisha memang dikenal gadis yang lemah lembut di publik, aslinya dia sangat brutal tapi terpaksa harus ditahan selama ini.
"Your highness, ini MacBook anda." Jossie menyerahkan kepada Alisha.
"Thanks Jossie." Alisha menerima MacBook nya lalu duduk di sofa dan mulai membuka folder CCTV tempat flat Billy dan neneknya tinggal. Rania pun mengikuti adiknya dan duduk di sebelahnya.
"Coba dari semalam Sha" pinta Rania.
Alisha pun memutar rekaman CCTV dari semalam yang dilihatnya bersama dengan Raine dan Eléonore. Gadis itu harus menabahkan telinganya mendengar umpatan kakak perempuannya saat melihat bagaimana nenek Billy menyumpahi cucunya.
"Rasanya pengen aku racun pakai aconite. Cukup 2.0mg bakalan koit tanpa jejak!" omel Rania gemas.
"Mbak, tanaman aconite cuma ada di dataran tinggi India, Nepal, Himalaya, Jepang dan China."
"Minta sama Hyde tho! Gampang!" balas Rania galak.
"Astaghfirullah! Mas Hyde memilih lempar ke Empang lah..." kekeh Alisha.
"Kayaknya lebih seru kalau diracun" seringai Rania.
Alisha hanya menggelengkan kepalanya lalu keduanya serius menatap rekaman CCTV dan setelahnya mereka sama-sama terkejut.
Billy jatuh bukan karena menginjak tali sepatunya tapi si nenek mendorongnya dengan tongkat hockey yang hendak dibuang.
"Ini percobaan pembunuhan!" geram Rania. "Biar aku telepon Scotland Yard!"
"Tapi mbak, ini rekaman kan didapat saat aku sengaja memasangnya tanpa ijin..."
"Alisha! Apa kamu lupa kamu itu siapa? Kamu adalah princess Belgia dan konselor Billy! Wajar jika kamu memasang CCTV itu karena hendak mencari tahu kenapa klien kamu harus mendapatkan konseling!"
Alisha menatap kakaknya. "Iya sih... "
"Percaya sama mbak. Chief Superintendent ini bisa dipercaya!" Rania mengambil ponselnya. "Halo, Darling. Bisa ke rumah sakit ku?"
Alisha menaikkan sebelah alisnya. Darling? Lalu Chris ditaruh dimana?
***
"Alex Darling" salam Chief Superintendent yang datang dua puluh menit kemudian membuat Alisha melongo.
"Namanya benar-benar Darling?" tanya Alisha tidak percaya.
"Well, salahkan leluhur ku yang memakai nama belakang Darling" senyum Alex Darling.
Introducing Alex Darling
"Alex, aku punya bukti" potong Rania. "Ngomong-ngomong bagaimana si nenek gayung?"
Alex menatap dokter bedah itu dengan tatapan bingung. "Nenek gayung? Apa itu?"
"Lupakan, anggap saja mirip nenek Sihir. Bagaimana nenek Billy?"
"Masih diinterogasi. So, bagaimana buktinya?" Alex menatap dua kakak beradik itu.
"Ini. Bisa kamu lihat sendiri." Rania menunjukkan rekaman CCTV.
Alex Darling pun menonton rekaman itu dan setelahnya dia mengusap wajahnya kasar. "Jadi Billy sengaja didorong? Apakah Billy memiliki asuransi?"
"Hei, itu bukan urusan aku Darling! Apa tugas kamu kalau kami semua yang menyelesaikan? Apa kamu makan gaji buta? Kalau begitu, gajimu berikan padaku! Dasar detektif payah!" omel Rania yang mendapatkan tawa dari Alex.
"Your Highness, bagaimana bisa anda memiliki kakak perempuan yang galaknya seperti ini? Tolong, jangan sampai gaji saya yang tidak seberapa ini diambil oleh dokter bedah satu ini. Padahal gaji dia lebih banyak dari saya..." pinta Alex Darling membuat Alisha tertawa.
"Well, saya tidak bisa memilih siapa kan kakak saya?" jawab Alisha sambil tersenyum.
"Aku memasangnya karena tetangga nya, Miss Angelie mengatakan bahwa Billy dibully secara verbal dan kemungkinan besar si nenek tidak mau kehilangan uang pendidikan setiap bulan dari pemerintah." Alisha menatap Alex serius. "Dan ternyata berguna kan CCTV nya."
"Your Highness, apakah anda memasangnya saat Billy ada di rumah?" tanya Alex.
"Iya. Billy dan Miss Angelie berada di rumah karena saat itu nenek Billy berlibur ke Yunani."
"Billy tinggal dengan siapa selama ditinggal liburan ke Yunani?"
"Dengan Miss Angelie" jawab Alisha. "Chief Darling, saya tahu saya salah tapi tolong, ini demi kebaikan Billy."
Alex Darling menatap Rania. "Ran, sebenarnya ini bukti yang solid tapi karena memasangkannya diam-diam tanpa sepengetahuan penghuni rumah..."
"Kamu salah Darling! Billy tinggal disana dan Billy tahu Alisha memasang CCTV itu untuk melindungi dirinya dan bukti untuk child service. Karena tidak ada bukti kekerasan fisik maka dengan adanya CCTV itu membuktikan kekerasan verbal yang efeknya jauh lebih parah dari kekerasan fisik!" jawab Rania berapi-api. "Kalau aku tidak ingat sumpah dokterku, sudah habis dia sama aku!"
"Oh Astagaaa! Dokter Rania, anda itu dokter atau bukan sih?" gerutu Alex.
"Aku dokter jagal!" jawab Rania cuek.
Alex memegang pelipisnya tanda pusing mendengar ocehan gadis yang dikenal ceplas-ceplos. "Oke, saya minta rekaman CCTV ini dan bisa saya buat untuk menekan si nenek karena di kantor polisi dia mengotot kecelakaan sedangkan kami mendapatkan laporan dari Nyonya Angelie Jha bahwa dia melihat Billy didorong karena pada saat itu dia sedang hendak membuang sampah."
"Nah tuh saksinya ada!" celetuk Rania gemas.
"Masalahnya Rania, ini perang ucapan dan polisi tidak tahu siapa yang benar dan siapa yang salah. Dengan adanya rekaman ini kan membuat kita semakin yakin bahwa kecelakaan ini disengaja." Alex menatap kedua gadis di hadapannya.
"Jangan lupa, transfer gajimu separuh ke rekening ku! Kamu kan tinggal tahu beres!" ejek Rania.
Alex memandang Dokter bedah itu dengan tatapan kesal. "Heran, kamu dari dulu tidak berubah judesnya!"
"Hei, kalau aku berubah, kamu bingung nanti, kehilangan teman debat!" kekeh Rania.
"Kalian kenal dimana sih?" tanya Alisha bingung.
"Tim debat kampus!" jawab Rania dan Alex bersamaan.
"Kalian teman kuliah ternyata..." senyum Alisha.
Suara era*Ngan membuat ketiga orang yang sedang ribut itu menoleh.
"Aku rasa Billy sudah mulai sadar" ucap Rania sambil bergegas memeriksa bocah itu.
***
Note.
Wolfsbane (aconitum napellus) adalah tanaman liar, yang juga memiliki sejumlah julukan seperti monkshood, conite, leopard's bane, women's bane, Devil's helmet atau blue rocket.
Sebagaimana dilansir Newsweek, tanaman ini berasal dari Eropa barat dan tengah, di mana ia dianggap sebagai salah satu tanaman paling beracun.
Tidak hanya bunganya yang mengandung racun, bagian akar tanaman ini juga mengandung racun.
Menurut National Capital Poison Center AS (NCPC), yang paling berbahaya dari racun ini adalah aconitine, dikenal sebagai racun jantung serta racun saraf yang kuat.
Keracunan bahkan dapat terjadi hanya dengan memetik daunnya tanpa mengenakan sarung tangan, karena racun aconitine mudah diserap melalui kulit, jelas American Association for Clinical Chemistry (AACC). ( Sumber CNN Indonesia ).
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Alex dan Chris akan muncul di novel Rania dan Biana yang akan hadir bulan Juli 2023.
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️