
British Royal Hospital London
Eléonore bergandengan tangan dengan Rania berjalan menuju ruang rawat VIP Billy Gallagher. Semua biaya perawatan Billy ditanggung oleh Gabriel dan Garvita setelah sebelumnya Alisha yang mengurus semuanya.
"Mbak Rani..." panggil Eléonore.
"Ya Elle?"
"Apa kak Billy masih sakit?" tanya bocah cilik yang mau berulang tahun kelima Minggu depan.
"Masih. Kepalanya kan masih sakit jadi sama mbak Rani tidak boleh pulang dulu sampai benar - benar sembuh." Rania tidak mengada-ada karena hasil terakhir MRI dan CT scan saat Billy dibawa ke rumah sakit, ada pendarahan jaringan otak Billy yang membuat Rania dan rekannya dokter syaraf cemas dengan kondisi bocah malang itu. Billy sendiri masih mengkonsumsi obat-obatan untuk mengurangi pendarahan dan bengkak yang semakin membaik tapi Rania dan rekannya belum mengijinkan Billy pulang dulu.
"Kasihan. Elle lihat lho waktu kak Billy dimarahi sama neneknya."
"Kamu lihat dimana?" tanya Rania kaget.
"Sama mbak Alisha waktu nonton di komputer. Kata pak polisi itu" Eléonore menunjuk ke arah Alex Darling yang masih ngobrol dengan Galena. "Neneknya sudah dipenjara. Kata mbak Lena, mau dicincang kalau ketemu."
Rania melirik judes ke arah Galena yang tidak memperhatikan dirinya. Dasar Lena! Enak banget bilang cincang orang di depan bocil!
"Jangan kamu tiru ya Elle. Nggak boleh cincang orang!" nasehat Rania.
"Iya mbak."
"Mending kamu tendang ke jurang..." lanjut Rania dengan wajah tanpa dosa.
Eléonore cekikikan. "Mbak Rani sadis!"
"Habis, kamu nggak tahu kondisinya Billy waktu pertama dibawa kesini, Elle. Mengenaskan."
Eléonore mengangguk. Gabriel dan Garvita hanya mendengarkan percakapan Rania dan Eléonore, semakin membulatkan tekad untuk bisa segera membawa Billy usai semua administrasi selesai.
Rombongan Dubai akhirnya tiba di kamar Billy dan Angelie tersenyum saat melihat Rania datang. Gabriel dan Garvita terenyuh melihat kondisi Billy yang masih digips dan meskipun masih lemah tapi wajah bocah itu sudah tampak segar.
"Hai Billy. Perkenalkan ini Mr dan Mrs Luna, Oom dan Tantenya Alisha dan aku. Dan ini Galena Luna, putri mereka." Rania memperkenalkan keluarganya. "Oom, Tante, ini Mrs Angelie Jha, tetangga yang sayang dengan Billy."
Gabriel berjabat tangan dengan Angelie sedangkan Garvita memeluk wanita berdarah Pakistan itu. "Terima kasih sudah menolong Billy."
"Sama-sama Mrs Luna. Saya berusaha semampu saya untuk menolong Billy dari wanita itu" senyum Angelie.
Galena bersalaman dengan Angelie lalu bersama dengan Eléonore mendekati tempat tidur Billy.
"Hai Billy, aku Galena yang akan menjadi kakakmu nanti. Kamu nanti bisa panggil aku mbak Lena" sapa Galena lembut.
Billy tersenyum ke arah gadis cantik bermata biru itu. "Salam kenal... mbak Lena..." balasnya pelan.
"Kalau ini, Eléonore, biasa dipanggil Elle. Dia adik sepupuku dan dia sangat khawatir denganmu" senyum Galena sambil mendorong Eléonore lebih dekat ke Billy.
"Apakah itu sakit?" tanya Eléonore sambil menunjuk perban di kepala Billy.
"Sudah tidak terlalu..." jawab Billy.
"Nenek kak Billy jahat! Untung sekarang sudah dipenjara!" ucap Eléonore dengan nada galak membuat Billy tersenyum, geli melihat gadis cilik berambut pirang dengan mata biru tidak jelas itu memasang wajah judes.
Galena dan Eléonore lalu mengajak Billy mengobrol agar bocah laki-laki itu merasa nyaman dulu sebelum nantinya mengobrol dengan Gabriel dan Garvita.
***
"Apakah pendarahan di otak nya berbahaya, Rania? Apa perlu dioperasi?" tanya Garvita ke Rania. Kelima orang disana memilih menjauh dari tempat tidur Billy untuk mencari tahu bagaimana kondisi terakhir.
"Alhamdulillah nggak perlu dioperasi karena dengan obat-obatan sudah mulai membaik dan hasil CT scan kemarin sudah berhenti pendarahan nya. Tapi Billy masih harus direhabilitasi karena kita belum tahu impact nya ke fisik. Aku sih bersyukur kemampuan bicaranya baik-baik saja, dan Billy masih muda jadi kemampuan sembuhnya lebih cepat dari yang sudah berumur." Rania menatap ke Oom dan Tantenya.
"Ran, apa ada bukti-bukti Rontgen atau scan lainnya? Buat tambahan alat bukti di pengadilan nanti?" tanya Alex.
"Sudah aku siapkan Lex. Jadi bisa kamu bawa nanti."
Alex mengangguk. "Thanks Ran."
Gabriel dan Garvita menoleh ke arah Billy yang asyik ngobrol dengan Galena dan Eléonore. "Semakin cepat proses adopsi besok, semakin baik. Billy akan dirawat di Dubai" ucap Gabriel.
"Tidak apa-apa Ran, yang penting dia dalam perawatan terbaik." Gabriel menatap keponakannya.
"Absolutely Oom."
***
"Kamu kalau ke Dubai, nanti bisa naik kuda, belajar bela diri dan belajar banyak hal lainnya" ucap Galena.
Billy hanya mengangguk memandang calon kakak angkatnya yang tampak bar-bar. Duh, kok beda jauh ya sama My Lady Alisha.
"Kak Billy harus cepat sembuh ya. Nggak enak di rumah sakit. Makanannya... huweeekkk!" celetuk Eléonore.
"Memang kamu pernah di rumah sakit?" tanya Galena ke Eléonore.
"Pernah! Kena demam tinggi dan makanannya cuma boleh bubur. Mana nggak enak, masih enak bubur buatan mommy. Makanya Elle nggak suka rumah sakit, nggak boleh makan es krim dan makanannya nggak enak semua!" tukas balita cantik itu.
"Tapi kan ada Jell-O. Enak kan tuh!" balas Galena.
"Elle benci Jell-O" jawab Eléonore sambil memajukan bibirnya.
Billy tertawa kecil. "Punya saudara perempuan itu ramai ya?"
"Kamu belum tahu saja Bill, kami memang perempuan tapi kami jago berkelahi!" ucap Galena jumawa.
"Kak Billy, hati-hati kalau sama mbak Lena. Dia hobi berkelahi" bisik Eléonore dengan mimik lucu.
Billy hanya bisa melongo. Keluarga baru aku sepertinya bakalan seru deh.
***
Istana Kensington London Inggris
Medeline dan Henry melongo mendengar cerita Alisha yang harus berurusan dengan Scotland Yard karena kasus Billy.
"Ya Ampun, Sha, itu baru satu kasus yang muncul di permukaan. Entah berapa kasus Billy yang belum terungkap" ucap Medeline.
"Iya Tante. Aku juga tidak menyalahkan Child service karena kasus banyak tapi tenaga mereka tidak balance apalagi jika mereka dibully secara psikis bukan fisik, kan tidak tampak" jawab Alisha.
"Terus rencananya bagaimana?" tanya Henry.
"Oom Gabriel dan Tante Garvita akan mengadopsi Billy setelah tahu kondisinya. Dan aku tahu Billy akan kembali seperti Billy sebelumnya jika sudah resmi pindah ke Dubai."
"Aku juga senang jika Billy di tangan yang tepat untuk mengembalikan kepercayaan dirinya dan menghilangkan traumanya" ucap Richard sambil menggenggam tangan Alisha.
"Tapi kalau kakaknya model Galena... Aku yakin pasti diajak brutal..." gumam Alisha. "Secara Galena itu kiblatnya ke mbak Rania dan mbak Biana..."
Richard memegang pelipisnya. "Aku tidak bisa komen kalau itu Sha..."
Henry dan Medeline tertawa. "Tapi bagus untuk menaikkan self esteem Billy sih" kekeh Medeline.
***
Visual Eléonore McGregor dewasa
***
Yuhuuuu Up Sore Yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️