Kings And Queens

Kings And Queens
Baby Baby



Istana Brussels Belgia


Akhirnya acara yang ditunggu - tunggu pun dilaksanakan. Putri Alisha Léopold of Belgium akan menikahi pangeran Richard Carrington of England. Royal wedding kali ini temanya memang sederhana karena Alisha dan Richard menginginkan suasana yang hangat dan menyenangkan.


Richard sudah menunggu di depan meja ijab berhadapan dengan Sean Léopold dan imam masjid Brussels. Saksi dari pihak Sean adalah mertuanya Ayrton Schumacher dan Enzo Al Jordan. Dari pihak Richard adalah ayahnya sendiri Henry Carrington dan perdana menteri Inggris, Rupert Majors.


Richard tampak cool berbanding terbalik dengan Sean yang masih tidak percaya jika putri kecilnya akan segera menjadi istri pria muda di hadapannya.


"Kamu kenapa Sean?" tanya Ayrton.


"Gugup Pa" jawab Sean apa adanya.


"Kok bisa? Harusnya Richard yang gugup, bukan kamu! " kekeh Ayrton. "Sekarang kamu merasakan kan bagaimana anak gadismu diminta orang?"


Sean melirik sebal ke ayah mertuanya. "Iya deh Pa..."


Ayrton mengangkat dagunya dengan jumawa. Pria berdarah campuran Jerman Jepang Arab itu hanya tersenyum smirk melihat wajah menantunya yang raja Belgia tampak gugup.


"Oom Sean, semua akan baik-baik saja" senyum Richard yang mengenakan tuxedo putih itu.


"Kamu baik-baik saja, saya yang tidak!" desis Sean. "Masih belum rela Alisha kamu bawa."


Richard tersenyum maklum karena tahu bagaimana Sean sangat menyayangi calon istrinya itu. Tak lama kepala pelayan istana memberitahukan bahwa Alisha sudah datang. Meskipun hawanya masih masuk musim dingin tapi Sean membuat istana Brussels menjadi hangat.


Richard menoleh dan tersenyum melihat Alisha tampak cantik dengan gaun pengantinnya yang sederhana bahkan tanpa Tiara. Alisha hendak mengenakan Tiara nanti saat resepsi karena baginya ijab qobul sederhana sudah cukup.



Richard Carrington



**Alisha Léopold**


Sean yang melihat putrinya datang, tersenyum haru. Sangat mirip Zee waktu menikah dulu. Alisha tersenyum ke semua orang sebelum duduk di sebelah Richard.


"Your highness, bisa kita mulai acaranya?" bisik imam mesjid.


Sean tergagap saat mendengar ucapan imam masjid. "Ya, kita mulai acaranya..." ucap Sean akhirnya sambil menatap lembut ke Alisha.


***


"SAH!"


Richard dan Alisha saling berpandangan dengan wajah bahagia penuh haru serta syukur.


"Alhamdulillah..." ucap keduanya membuat semua orang ikut terharu. Zinnia dan Medeline tidak mampu menyembunyikan rasa harunya melihat kedua anak mereka akhirnya bersatu dalam ikatan pernikahan. Kedua ratu itu saling berpandangan dan tersenyum bahagia.


Para sepupu Alisha hanya bisa melongo mendengar mas kawin yang diberikan Richard berupa kastil di Wales yang merupakan milik pribadi Richard. Kastil yang terbengkalai itu dibeli oleh pangeran Inggris dan direnovasi perlahan. Setelah selesai, memang Richard sudah berencana menjadikan kastil itu sebagai tempat dirinya dan Alisha liburan weekend jika bosan di London.


"Akhirnya setelah beberapa generasi, ada juga yang memberikan mas kawin kastil setelah Opa Elang" kekeh Rama ke semua sepupunya generasi kelima.


"Pecah juga rekornya di generasi ketujuh" senyum Hoshi.


Para generasi keenam hanya menggelengkan kepalanya mendengar mas kawin yang wow itu.


"Keluarga kerajaan memang beda" kekeh Mamoru Hamilton Bradford.


"Keluarga Hamilton apa kabar?" goda Remy Giandra. "Apa kamu lupa, waktu nikah kasihnya mall!"


Mamoru tertawa kecil. "Iya ya..."


***


Sementara di barisan Generasi Ketujuh


"Kalau kamu, Bia, mas kawinnya sudah aku persiapkan" senyum Leonardo ke Biana Pascal, calon istrinya.


"Eh kamu tahu soal sapi juga? Berarti kamu sudah mau tinggal di ranch?" Leonardo tampak bahagia.


"No. Hanya sekedar tahu saja!" jawab Biana judes.


"Oh Bia, janganlah seperti itu. Tinggal di peternakan menyenangkan lho..." senyum Leonardo.


"Just shut it singa gurun!" desis Biana kesal. Aku sayang dengan pria satu ini tapi lama-lama minta dibanting kalau ribut soal peternakan terus!


***


Usai acara ijab, diadakan acara berkumpul keluarga karena memang Sean dan Zinnia mengadakan acara nya khusus keluarga besar dan sahabat dekat. Acara resepsi akan diadakan malam hari. Acara pun dimulai dengan acara dansa antara Sean dan Alisha yang di tengah-tengahnya Richard menghampiri dan Sean menyerahkan Alisha ke suaminya.


Acara dansa pasangan suami istri baru itu membuat semua orang merasakan bagaimana cinta keduanya membuat ballroom istana menjadi hangat. Usai acara royal dancing, dilanjutkan acara bebas.


Semua orang bebas mau melakukan apa termasuk dance di area yang sudah disiapkan. Ketika para generasi ketujuh asyik menikmati acara musik, suara Chris Armstrong membuat semua orang menghentikan kegiatan mereka.


"Selamat siang semuanya. Saya hanya ingin memberikan hiburan bagi pasangan suami istri baru, Richard and Alisha. Congratulations bro." Chris mengangkat gelas nya yang berisikan sparkling water.


Semua orang pun mengangkat gelasnya termasuk Richard dan Alisha.


"Dan sebagai hadiah buat pasangan prince dan princess, aku akan menyanyikan sebuah lagu lama tapi ini juga aku tujukan untuk calon istriku, Rania Bianchi Prasetyo..." Chris menatap penuh cinta ke Rania yang melongo.


"Apa kamu bisa menyanyi?" tanya Rania membuat semua tamu tertawa.


"Kamu belum tahu saja..." Chris meminta pada band yang bertugas sebagai entertainment untuk mengiringi nya dan menyesuaikan nadanya.


"Lagu ini berjudul Baby Baby yang dulu dinyanyikan oleh Amy Grant." Chris pun bersiap dengan mic nya. Tak lama musik pun mengalun dan atlet American Futbol itu pun mulai menyanyi. Semua orang tidak menduga jika pria slengean itu memiliki suara bagus.


Baby, baby


The stars are shining for you


And just like me, I'm sure that they adore you


Baby, baby


Go walking through the forest


The birds above are singing you a chorus


Stop for a minute


Baby, they're so glad you're mine, oh yeah


And ever since the day you put my heart in motion


Baby, I realize that there's just no getting over you


Chris menyelesaikan lagunya dan berlutut di hadapan Rania. "I love you baby and will you marry me?" ucapnya sambil membuka kotak beludru dengan cincin berlian di dalamnya.


"Tapi kamu sudah melamar aku, De... Eh Chris..." Rania menatap bingung.


"Kan baru ke keluarga kamu. Kamunya belum. So? Will you?" Chris menatap Rania penuh harap.


Rania hanya terdiam...


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️