Kings And Queens

Kings And Queens
Tiga Gadis Bersama Tiga Prianya



Apartemen Rania Daerah Soho London Inggris


"BIANAAAAA! Astaghfirullah! Kamu tuh anak gadis tapi joroknya gak karuan! Coba saja kalau sampai singa gurun lihat kelakuan kamu!" pekik Rania gemas melihat ulah sepupunya yang hanya beda beberapa bulan saja.


"Bagus dong, singa gurun lihat kelakuan aku yang aduhai dan tidak ada cantik-cantiknya. Bakalan ilfill dan ogah sama aku, jadi aku bebas lah!" jawab Biana cuek.


"Kamu kentut itu manusiawi kok. Siapa bilang aku bakalan ilfill?"


Biana, Rania dan Alisha menoleh ke arah MacBook Rania dan tampak dua pria tampan disana sambil nyengir.


"Owalaahhh dasar Demit! Main panggil Singa gurun!" hardik Rania kesal.


"What?! Aku kan baik hati kasih tahu kelakuan gadisnya Leo... " kekeh Chris tanpa dosa.


"Kok kalian bisa saling kenal sih?" tanya Alisha bingung.


Chris dan Leonardo hanya tersenyum manis ke arah putri Belgia itu.


***


"Jadi kalian berkenalan saat di Dallas University?" tanya Alisha kearah dua pria yang di layar MacBook.


"Well, tidak sengaja sih sebenarnya. Kamu tahu kan Princess saat freshman kita berkenalan dengan sesama freshman, lalu acara fraternities ( persaudaraan ) Alpha Phi Alpha dimana kami berkumpul. Entah kenapa aku dan Leo merasa saling koneksi dan ternyata kami menyukai gadis yang masih bersaudara" senyum Chris membuat Rania dan Biana melengos.


"So, sudah lega perutnya karena sudah kentut?" goda Leonardo ke Biana.


"Sudah, Alhamdulillah. Terimakasih" balas Biana sambil tersenyum manis.


"Kamu gemesin, Bia" senyum Leonardo.


"Kamu nyebelin Leo" balas Biana dengan wajah judes.


"Kamu cantik Bia"


"Kamu jelek, Leo."


"Okweee... ini nggak bakalan selesai sampai lebaran" kekeh Alisha. Kelima orang disana terdiam ketika mendengar suara ponsel putri Belgia.


"Richard." ucap keempat orang disana.


Alisha tersenyum mendengar dua kakak perempuannya dan dua pria yang mengejarnya kompak.


"Kalian kayaknya bakalan jodoh deh" kekeh Alisha sambil mengambil ponselnya yang di meja makan. "Kompak nebaknya."


"What?"


"Ogah!"


"I'm agree with you princess!"


"Totally agree!"


Keempat orang disana menatap Alisha dengan tatapan berbeda. Dua gadis yang manyun dan dua pria yang bahagia.


Alisha tertawa lalu mengangkat panggilan teleponnya. "Hello Richard" jawab gadis itu sambil tertawa.


"Halo Alisha. Ada apa kamu bahagia banget" sapa Richard mesra.


"Ada yang berantem."


"Who? Jangan bilang dua kakakmu saling bunuh?"


Alisha tertawa. "Kamu jahat deh! Nggak, kami masih hidup semua. Tapi mereka ribut dengan dengan Chris dan Leo."


"Astagaaa! Kenapa nggak pada nikah saja sih biar nggak ribut di negara orang!" gerutu Richard membuat Alisha tertawa.


"Tidak semudah itu Férguso..." balas Alisha.


"Bilang sama Rania, untuk mengundang aku masuk ke dalam FaceTime."


Alisha menoleh kenarah kedua kakaknya. "Bakalan ramai ini."


***


Ketiga pria itu akhirnya berada dalam satu layar MacBook milik Rania. Chris dan Leonardo tampak senang mendapatkan sekutu yang sebaya dengannya membuat semakin usil kepada dua gadis mereka.


"Your Highness, senang bergabung dengan kami" sapa Chris sambil tersenyum lebar.


"Kita bertemu lagi your highness" sapa Leonardo.


"Sudah dong. It's been an honor Your Highness ( suatu kehormatan bagi saya, yang mulia )" ucap Leonardo.


"Yang menjadi musibah buatku!" balas Biana. "Gara-gara dokter bedah cumi satu ini bilang seenaknya!" Tuding putri Pedro Pascal dan Nadira McCloud.


"Memang Rania bilang apa Bia?" tanya Richard yang tidak tahu kejadian setelahnya karena dia sudah pulang terlebih dahulu.


"Rich, kamu kan tahu kan aku pesan makanan waktu kamu datang mengantarkan Alisha. Eh, si dokter cumi ini bilang, aku memesan lingerie ke koboi cengeng itu! Kamu tahu sendiri kan? Koboi, sendirian, cowok, kurang belaian kasih sayang... Yang terjadi... otak ngeres berkelana... Yakin kamu membayangkan aku pakai lingerie! Benar kan koboi cengeng?" Biana menatap judes ke Leonardo yang sudah memerah wajahnya.


"Brengseeekkk kau Bia! Bikin malu saja!" sungut Leonardo kesal.


"Nggak ada bagus-bagusnya. Badanku trepes macam papan setrikaan, no seksih at all. Jadi, percuma kamu membayangkan aku pakai lingerie!" sambung Biana.


"Bia memang tidak suka pakai lingerie tapi sukanya pakai daster batik!" kekeh Rania.


"Eh daster tuh enak lho bahannya. Mommy kadang pakai yang sudah bolong, katanya jauh lebih nyaman. Daddy yang malu katanya kayak nggak mampu beli daster" timpal Biana.


"Eh ternyata sama, enak pakai daster kan?" kekeh Rania.


Alisha hanya tersenyum geli mendengar percakapan unfaedah kedua kakaknya.


"Princess, daster itu apa?" tanya Chris yang tidak paham percakapan Rania dan Biana.


"Itu baju yang lebih seksih dari lingerie..." jawab Alisha kalem membuat ketiga pria disana memerah wajahnya.


"Tunggu, aku browsing dulu!" ucap Richard yang membuat Alisha terbahak.


"Ikutan!" seru Chris dan Leonardo.


Mendengar ketiga pria sibuk browsing daster, membuat Biana dan Rania menoleh. "Ngapain kalian browsing daster?" tanya Rania bingung.


"Ingin tahu, seksih mana dengan lingerie" jawab Chris.


"Tapi menurut ku, lebih seksih tidak pakai apa-apa..." gumam Leonardo yang membuat Biana langsung menutup MacBook Rania.


"Pervert!!!" teriak Biana kesal.


Rania dan Alisha tertawa terbahak-bahak melihat wajah kesal Biana. Tak lama ponsel ketiga gadis itu pun berbunyi.


***


Malam Harinya ...


Ketiga gadis yang sedang terkena fase malas masak, akhirnya memesan pizza ukuran besar, dua botol coke dan satu lasagna. Setelah siang hingga sore hari mereka dirusuhi oleh tiga pria mereka, malam ini ketiganya bisa tenang setelah perbedaan waktu membuat ketiga nya harus istirahat.


"Sha, bagaimana hubungan kamu dengan Richard?" tanya Biana sambil memakan pizza nya.


"Ngambang."


"Lho kok?" Rania terkejut. "Parlemen Inggris tidak setuju Richard naik tahta kalau kamu jadi istrinya..." gumamnya. "Tante Medeline yang bilang?"


Alisha mengangguk. "Mereka tidak setuju jika Richard seperti Daddy atau Oom Hans."


"Inggris memang kaku Sha. Mereka kan jauh lebih lama monarki nya dibanding Belgia. Monarki Inggris sejak tahun 927 dan keturunan mereka Anglo Saxon sampai 1 Mei 1707, sedangkan Belgia sejak 1830. Jadi kamu tahu sendiri kan bagaimana sudah mengakar nya tradisi Inggris?" ucap Biana.


"Aku yakin kalau Richard ditantang suruh pilih gelar atau kamu, dia pasti pilih kamu" timpal Rania.


"Tapi aku kan nggak mau Richard seperti itu mbak."


"Dengar Alisha, apa selama ini Richard pernah terdengar punya cewek lain? Tidak kan. Aku selama tinggal di Inggris, hanya sering dengar kamu dan Richard dekat. Tapi memang rumor baru meningkat setelah Richard dikabarkan lebih sering ke Brussels. Kamu tahu Richard ke Brussels ada kali lima kali dalam setahun!" ujar Rania.


"Kok elu tahu, Ran?"


"Hei, Inggris itu gudangnya tukang gosip. Of course aku tahu lah!" jawab Rania.


Alisha pun termenung. Duh bagaimana reaksi Oom Henry dan Tante Medeline kalau Richard serius lepas gelar.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️