
Apartemen Chris Armstrong di Dallas Texas
"Raniaaaa! Kamu ngomong apa? Kamu apain aku?" cecar Chris Armstrong gemas.
"Errr... Avada Kedrava!" Rania langsung mematikan ponselnya membuat Chris melongo di ruang tengah.
"Hah? Dia berani bilang Avada Kedrava? Astagaaa! Dia main spell aku macam Harry Potter?" Chris tertawa terbahak-bahak. "Ya ampun Raniaaaa, kamu menggemaskan!"
***
Apartemen Rania Daerah Soho London Inggris
Rania menatap ponselnya dengan wajah panik. Masa ngefek sih? Gadis itu menggaruk kepalanya bingung. Duh lain kali jangan macam-macam bacain orang!
"Chris kenapa Ran?" tanya Biana melihat sepupunya berjalan gontai ke meja makan lalu duduk di kursi.
"Kalian berdua ingat kan tadi aku bacain ayat kursi ke Demit?"
"Iya. Lalu?" Alisha menatap bingung ke kakaknya.
"Chris kena nightmare..."
Biana dan Alisha terkejut dan sejurus kemudian keduanya tertawa terbahak-bahak. "Makanya tho Ran, jangan sembarangan bacain doa ke orang lain."
"Tapi aku rasa kebetulan saja sih soalnya Demit sebelum tidur nonton Friday the 13th... Cuma kebetulan kan?" Rania memasang wajah bingung.
"Soal kebetulan atau tidak, kita Wallahu alam tapi lain kali, kudu hati-hati Ran" senyum Biana sok bijak.
"Duh, aku kok merasa antara bersalah sama kagak yaaa..." gumam Rania yang membuat Biana dan Alisha menggelengkan kepalanya.
***
Hari-hari Alisha kembali disibukkan dengan rutinitas perkuliahan dan konseling serta kunjungan ke pasien anak-anak di rumah sakit atas ijin Ratu Medeline.
Tak jarang, jika ada acara amal yang berhubungan dengan anak-anak dan kegiatan sosial lainnya, Ratu Medeline mengajak Alisha ikut serta seolah menunjukkan kepada parlemen bahwa apapun keputusan Parlemen tentang nasib Richard, Raja Henry dan Ratu Medeline tetap memilih Alisha sebagai calon menantu.
Richard sendiri sudah berbicara dengan Louis bahwa dia akan mundur dari urutan pertama pengganti Raja Henry. Louis yang memutuskan untuk pulang lebih cepat dari tugasnya karena harus mulai mengambil tugas Richard bertahap, akhirnya bisa memahami keputusan sang kakak.
***
Istana Kensington, Taman belakang
"Apa kamu yakin Rich?" tanya Louis.
"Yakin. Aku juga sekarang sedang tekun mempelajari keyakinan Alisha" jawab Richard tenang.
Louis menatap wajah Kakaknya yang jauh lebih relaks dan bahagia setelah menghadapi Parlemen Inggris dengan menyatakan mundur dari pengganti Henry Carrington.
Pengumuman resmi pemunduran pangeran Richard James Carrington memang hendak diumumkan pada hari Senin. Hari Minggu ini, Richard memilih untuk berbicara berdua dengan adiknya.
"Kamu pasti akan bisa menjadi pengganti Daddy, Lou. Kamu juga sama bijaknya dengan Daddy" senyum Richard sembari menatap adiknya.
"Aku tidak tahu bagaimana reaksi rakyat Inggris, Rich tapi rata-rata mereka menyukai Alisha sih. Jadi menurut ku mereka bisa memaklumi jika kamu lebih memilih Alisha dibandingkan negara" ucap Louis.
"Masalahnya Lou, aku tidak akan bahagia jika pendamping aku bukan Alisha, Lou. Dia wanita yang sesuai dengan keinginan aku. Bukan wanita yang suka pesta, hura-hura..."
"Sebenarnya Alisha cocok jadi ratu, Rich. Dia humble dan mirip dengan mommy dan Tante Zee. Hanya saja, dia tidak mau berurusan dengan protokoler kan?" kekeh Louis yang sudah kenal Alisha sejak bayi.
"Iya tapi buat apa aku jadi raja jika ratuku tidak disetujui oleh parlemen. Sebenarnya yang mau menikah itu aku atau orang-orang parlemen?" gerutu Richard.
"Kita adalah keluarga yang berbeda, Rich. Meskipun Alisha masih ada keturunan bangsawan tapi tetap saja Parlemen masih belum bisa menerima perbedaan keyakinan karena mereka masih terpaku dengan aturan dari tahun 900M. Sudah tahu Inggris dikenal kakunya" balas Louis.
"Kamu tidak apa-apa kan mengemban tugas ini?" Richard menoleh ke adiknya.
"Tenang saja big bro, Aku adalah anak Mommy dan Daddy, ditambah aku kan adik mu. Jangan diragukan kemampuan aku." Louis merangkul Richard. "Lagipula, kalau aku menghadapi kesulitan, ada kalian semua kan?"
***
Seluruh rakyat Inggris terkejut ketika pihak juru bicara Istana dan parlemen mengumumkan bahwa pangeran Richard of Carrington melepaskan gelar putra mahkota dan pangerannya hingga turun menjadi Duke of Carrington.
Semua orang tahu alasan kenapa Richard memutuskan untuk melepaskan gelar putra mahkota dan tidak akan menjadi raja Inggris di kemudian hari. Gelar putra mahkota akan diberikan kepada adik Richard, pangeran Louis of Carrington.
Berita itu pun membuat Sean dan Zinnia terkejut begitu juga para sahabat Richard termasuk Arsyanendra, Avaro, Viona dan Adonia.
***
Brussels, Belgia
"Henry, apa benar? Richard melepaskan gelar putra mahkota?" tanya Sean lewat panggilan video ke sahabatnya. Tidak hanya itu, Raja Hans Van Bummel dari Belanda dan Raja Amodeo IV dari Spanyol ikut serta dalam panggilan video itu.
"Iya, Sean. Demi Alisha" senyum Henry. "Setidaknya kita tetap berbesan Bro."
"Astagaa, kalian tenang sekali?" kekeh Hans.
"Aku sudah tahu keputusan anakku, Hans. Jadi sebenarnya aku tidak terkejut dan setidaknya, dia tidak seperti leluhurnya Edward VIII."
"Setidaknya calon istri Richard kita tahu semuanya dan dari kalangan mana" senyum Amodeo.
"Apakah semua fasilitas Richard akan kamu cabut, Henry?" tanya Sean.
"Jika Richard dan Alisha menikah, anak-anak mereka masih berhak mendapatkan gelar your highness apalagi kan anakku menikah dengan anakmu, Sean" jawab Henry. "Richard memang turun dari putra mahkota tapi hasil pertemuan parlemen, gelar pangeran masih berhak dipegang padahal Richard sudah tidak masalah jika hanya bergelar Duke."
"Parlemen kamu tidak mau dicap jadi biang kerok mundurnya anakmu jadi membuat aturan sendiri agar tidak mendapatkan kecaman rakyat Inggris" kekeh Hans.
"Kalian tahu lah... Politik!" kekeh Henry. "Kapan Arsya akan melamar Vio?"
"Menunggu Vio mendapatkan pengganti nya di perusahaan dia bekerja. Ya ampun anak itu, malah asyik bekerja kantoran sedangkan aku dan ibunya malah harus urus kerajaan" gerutu Hans manyun.
"Tapi kan ada Jade, Hans" celetuk Sean.
"Iya memang ada Jade, tapi kan ini tugas utamanya Violet." Jade adalah adik kandung Violet yang usianya sebaya dengan Alisha, Avaro dan Louis.
"Masih mending daripada Adonia. Dia lebih suka menjadi dokter tentara dibandingkan urusan kerajaan" senyum Amodeo.
"Ya ampun anak-anak kita itu memang antik-antik" kekeh Sean.
"Tapi setidaknya anak-anak kita termasuk anak-anak yang lebih suka bekerja di bidang yang mereka suka. Lalu apa rencana Richard jika tugas istana dilepas?" tanya Hans.
"Dia sudah berencana menjadi seorang pemilik Ranch dan akan belajar dari ahlinya" jawab Henry.
"Siapa?" tanya Sean. "Apakah Pahlevi Hassan?"
"No, Sean, Leonardo Rossi."
"Atlet Rodeo itu? Yang ngejar-ngejar keponakan aku, Biana? Bagaimana Richard kenal bocah tengil koboi cengeng itu?" hardik Sean kesal membuat tiga raja disana melongo.
"Apa? Koboi cengeng?"
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️