
British Royal Hospital London Inggris
Gabriel dan Garvita mendekati brankar Billy yang masih asyik mengobrol dengan Galena dan Eléonore.
"Billy, apa kamu yakin mau ikut mbak Lena?" tanya Galena sambil menoleh ke arah kedua orangtuanya.
"Billy mau mbak. Billy tidak mau di Inggris," Billy menatap ke arah gadis yang sembilan tahun lebih tua darinya dan memiliki warna mata biru sama dengannya.
"Bagus!" Galena tersenyum senang.
Billy ikut tersenyum karena dirinya sudah mendapatkan cerita dari Rania tentang keluarga yang hendak mengadopsinya. Aku yakin keluarga my Lady dan dokter Rania pasti keluarga yang menyenangkan.
"Billy, kamu tunggu saja sampai kami menyelesaikan semua administrasi baru kita ke Dubai jika kamu juga sudah diijinkan keluar dari rumah sakit oleh dokter Rania" ucap Garvita lembut.
"Terimakasih Mrs Luna" jawab Billy.
"Yuk kita pulang dulu, besok kita kemari lagi. Biar Billy istirahat" ajak Gabriel.
"Angelie, terimakasih sudah menjaga Billy" senyum Garvita.
"Iya Mrs Luna. Saya tidak ada keluarga jadi Billy saya anggap anak saya sendiri" jawab Angelie.
"Tapi nanti jika Billy kami bawa ke Dubai, anda akan kesepian..."
"Tidak apa-apa Mrs Luna. Melihat ada keluarga terpandang yang mau mengadopsi Billy untuk kehidupan lebih baik, sudah membuat saya lega. Keluarga Princess Alisha dikenal keluarga yang humble dan pasti Billy mendapatkan banyak masih sayang."
Garvita mengangguk. "Aamiin."
***
"Ini bukti Rontgen, ini bukti MRI, CT-scan, cedera dimana saja." Rania menyerahkan kopi semua hasil pemeriksaan medis Billy saat datang ke rumah sakit via flashdisk ke Alex.
"Thanks Rania." Alex menerima flashdisk itu.
"Kapan pre sidangnya?"
"Besok Rabu. Dan ada kemungkinan nyonya Jha akan menjadi saksi." Alex menatap wanita berhijab yang sedang mengobrol dengan Garvita.
"Apa Alisha juga akan menjadi saksi?" tanya Rania yang sejujurnya sedikit cemas jika adiknya harus maju ke pengadilan.
"No. Nyonya Angelie Jha sudah bilang padaku, bahwa dia yang akan menanggung semuanya termasuk pemasangan CCTV adalah inisiatif dirinya."
Rania melongo. "Apa?"
"Dia ingin melindungi Princess Alisha, Ran. Jadi kamu tidak usah khawatir. Bahkan bisa saja tidak maju ke pengadilan jika nanti ada perjanjian antara jaksa penuntut dengan pengacara Mrs Durham pada saat pre sidang."
"Semoga tidak harus maju sidang. Eneg lihatnya!" gerutu Rania.
"Ran, kenapa adikmu Galena ingin mengadopsi Billy?" tanya Alex penasaran.
"Galena memang sudah lama ingin punya adik laki-laki tapi Tante Garvita tidak bisa punya anak lagi setelah Lena padahal sudah sampai bayi tabung dan berbagai macam cara untuk bisa hamil. Jadi saat Tante Garvita mendengar soal Billy, lalu berunding dengan Oom Gabriel dan Lena, mereka sepakat untuk mengadopsi anak itu."
"Lena anak kedokteran juga?" tanya Alex.
"Iya, ini tahun keduanya di Mohammed bin Rashid University of Medical. Katanya sih nanti mau ambil dokter anak..."
Alex tertawa kecil.
"Kenapa kamu tertawa Darling?" Rania menatap judes ke kakak kelasnya di kampus.
"Lena itu mirip kamu bar-barnya, yakin mau jadi dokter anak?" kekeh Alex.
"Lha suka-suka Lena dong!" balas Rania sewot. "Setidaknya, panutannya aku yang memang pantas jadi panutan!"
Alex tertawa. "Kamu tuh bukan panutan yang bagus Bad influence, tahu nggak?" Rania cemberut. "Memang Lena umur berapa sih?"
"19 tahun kayaknya tahun ini."
Alex menatap gadis berambut coklat itu yang tampak ribut dengan Eléonore dan Billy. Entah apa yang mereka bertiga ributkan. Beda tujuh tahun dengan aku yang 26 tahun ini.
"Kenapa? Naksir? Berat jalanmu Lex!" Rania berbisik ke Alex Darling. "Dia lebih galak dari aku... Sukanya berkelahi jaman sekolah dulu dan kalian tidak bakalan cocok. Secara kamu itu law enforcement, dia kriminal suka melanggar aturan" seringai Rania.
Alex melirik ke arah gadis yang tidak pernah mau kalah dalam acara debat di kampus dulu meskipun argumennya ngawur tetap mempertahankan bagaimana pun caranya. ( Ajarannya Bayu )..
"Kamu kok gitu sih ngatain adikmu begitu?"
"Lho aku bilang apa adanya. Biar kamu tidak kaget dan siyok" balas Rania kalem.
"Baik Mr Luna."
Galena dan Eléonore melambaikan tangannya ke arah Billy saat berpamitan. Rania pun mengantarkan rombongan anggota keluarganya menuju pintu keluar rumah sakit.
***
Kediaman keluarga McGregor London, Dua Hari Kemudian
"Elle mau apa?" tanya Alisha bingung. Sore ini dirinya baru saja pulang kuliah dan tidak membuka konseling karena waktunya tidak ada. Tiba-tiba sepupu ciliknya sudah berada di kamarnya saat dirinya baru saja taruh tas.
"Ke rumah sakit."
"Elle sakit?" tanya Alisha lagi.
Eléonore menggelengkan kepalanya. "Elle mau tengok kak Billy."
Alisha melongo. "Apa? Mau tengok Billy?"
Eléonore mengangguk. "Mau bawain roti buatan Tante Elane. Elle tadi sudah pesan dan sudah dikirimkan, jadi Elle mau ke rumah sakit bawain roti enak. Kan mbak Alisha tahu, makanan rumah sakit itu nggak enak sama sekali!"
"Tunggu Elle, kamu sudah siapin semuanya?" Alisha terkejut karena adiknya yang manja itu bisa care ke orang lain karena setahunya di sekolah Eléonore dikenal cewek angkuh.
"Sudah mbak. Mau ya anterin Elle?" pinta gadis cilik yang hendak berulang tahun itu.
Alisha hanya tersenyum. "Oke, mbak anterin tapi mbak mandi dan ganti baju dulu."
"Yaaaayyyyy!" seru Eléonore senang.
***
British Royal Hospital London
Alisha datang bersama dengan Eléonore dan dikawal dua pengawalnya, Jossie dan Mary. Sore ini Rania tidak ada shift jadi dokter itu tinggal di apartemennya.
"Mbak, kata mbak Lena, kak Billy akan jadi adiknya ya?" tanya Eléonore sambil digandeng oleh Alisha.
"Iya. Nanti jadi adiknya Lena. Billy akan tinggal di Dubai bareng Oom Gabriel dan Tante Garvita."
"Tapi, apa kak Billy baik-baik saja?"
"Kenapa memang, Elle?"
"Kan mbak Lena galak dan nakal. Elle takut kalau kak Billy dinakalin... Elle kan dinakalin terus!" gerutu balita cantik itu. Galena sudah pulang terlebih dahulu ke Dubai, sedangkan Gabriel dan Garvita masih mengurus administrasi adopsi Billy.
Alisha tersenyum. "Mbak Lena biarpun galak dan usil, dia sayang kok sama kamu, sama mbak Alisha, sama semua saudara-saudaranya..."
"Tapi dia nakal sama Elle."
Alisha tertawa. Adiknya satu ini memang manja karena Charles memang ingin punya anak perempuan jadi saat Eléonore lahir, ayahnya sangat memanjakannya.
Keduanya kini tiba di kamar VIP Billy dan tampak bocah laki-laki itu sedang makan buah dengan tangan kirinya yang tidak digips.
"Kak Billy! Ini Elle bawain roti enak !" seru Eléonore sambil menunjukkan kantong plastik yang terdapat kotak roti.
"Asyik! Kita makan sama-sama ya Elle" senyum Billy.
Alisha hanya tersenyum melihat interaksi keduanya. Apa mereka bakalan berjodoh?
***
Visual Eléonore dan Billy dewasa
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️