
Silverstone Circuit Inggris
Alisha melotot tidak percaya Richard berani menciumnya di depan banyak orang, termasuk kedua orangtuanya! .
"Thank you. Mood booster" bisik Richard mesra lalu mencium kening Alisha penuh perasaan dan setelahnya berjalan menuju arena balap.
Wajah Alisha memerah menahan malu dan kesal karena seolah Richard memproklamirkan bahwa keduanya pasangan kekasih. Orang-orang disana tersenyum maklum dan bahagia terutama Henry dan Medeline meskipun mereka belum tahu bagaimana kedepannya terutama pihak kerajaan, tapi mereka senang dengan pilihan Richard.
Hanya ada satu orang yang tidak suka melihat keduanya berciuman dan dia adalah Eléonore. Gadis cilik itu menatap tajam ke Alisha, yang notabene adalah kakak sepupunya.
***
Brussels Belgia
Sean melongo saat mendapatkan laporan dari pengawal Alisha lengkap dengan video yang menunjukkan Richard mencium anak gadisnya.
"ZZEEEEE!" teriaknya heboh mencari istrinya yang sedang berada di ruang tengah bersama Alvaro.
Keduanya menoleh dan melihat Sean datang dengan wajah menahan amarah. "Ada apa Sean?" tanya Zinnia.
"Lihat ini!" Sean menunjukkan iPadnya.
Zinnia dan Avaro pun melihat video Richard dan Alisha. "Akhirnya yeee mas Richard maju juga" kekeh Alvaro semakin membuat Sean mendelik.
"Sayang, setidaknya Richard yang mencium Alisha" senyum Zinnia.
"Appaaaaaa?" Sean semakin tidak mengerti dengan jalan pikiran istri dan putra keduanya.
"Apa sih kalian ribut! Ampun deh Dad!" gerutu Arsyanendra sambil menghampiri Zinnia dan mencium pipi sang mommy.
"Sudah selesai berkudanya?" tanya Zinnia sambil memegang tangan putra sulungnya.
"Sudah. Dad, duduk dulu deh! Jangan macam mau makan orang begitu" kekeh Arsyanendra melihat ayahnya seperti menelan petasan.
Sean pun duduk dengan menyuruh Alavaro pindah agar dia bisa dekat dengan istrinya. Putra keduanya pun mengalah ke daddynya yang sangat bucin dengan mommynya.
"Ada apa Varo?!" tanya Arsya ke adiknya.
"Richard mencium Alisha. Di bibir!" kekeh Avaro yang sukses membuat Sean semakin mendung wajahnya.
"Akhirnya ... Sekalian proklamir kan?" senyum Arsyanendra santai.
"Astaghfirullah! Kenapa kalian semua santai - santai saja? Ini penghinaan! Daddy akan bilang ke Henry jika Richard macam-macam lagi, bakalan perang Belgia dan Inggris!" ucap Sean kesal.
"Ya Allah, Sean! Tidak perlu segitunya. Richard memang sudah suka dengan Alisha sejak kecil! Richard mencintai Alisha! Setidaknya kamu sudah tahu lah siapa pacar putrimu!" sahut Zinnia yang gemas dengan suaminya yang semakin berumur semakin merusuh.
"Tapi sayang, Alisha kan masih kecil..." rengek Sean.
"Sean, dengar. Biarkan mereka menjadi dewasa seperti halnya Arsya dan Vio."
"Arsya dan Violet sudah waktunya menikah, tapi ini?" Mata biru Sean tampak sedih drama. "Alisha masih bayi!"
"Ya ampun Pak Sean yang terhormat, yang mulia, usia Alisha sama dengan saya jadi mana mungkin dibilang bayi" gelak Avaro membuat Sean melirik judes ke putra keduanya.
"Tapi Zee..."
"Sean, setidaknya Richard beda sama kamu yang gedubrakan pas ngejar aku" kekeh Zinnia sambil mengusap pipi suaminya yang dipenuhi brewok.
Siapa kangen Daddy Sean ?
"Zee..." wajah Sean memerah mengingat bagaimana dulu dirinya mengejar Zinnia yang memang lebih kacau dari Richard.
"Dad, biarkan Rich dan Sha berdua karena memang Rich sayang banget sama adikku itu" senyum Arsya yang sebenarnya tahu siapa yang disukai sahabatnya tapi dia menunggu sampai Richard take action.
"Iya Dad. Mas Richard tuh sudah tahu kan sepak terjangnya. Bukan macam leluhurnya yang playboy duren tiga dan kenapa tidak Belgia memperkuat kekuasaan jika bisa bersanding dengan Inggris macam nanti ke Belanda setelah mas Arsya resmi dengan mbak Vio" timpal Avaro.
"Apa kamu lupa? Inggris berbeda dengan Belgia yang lebih fleksibel dalam aturan. Inggris jauh lebih kaku! Apalagi mereka harus melindungi gereja Inggris secara mutlak dan itu sudah tertulis dalam aturan turun menurun." Sean menatap kedua anaknya. "Belgia dan Belanda, ndilalah nya memiliki raja yang agamanya sama jadi tidak ada masalah Arsya bersama Violet. Tapi Inggris, berbeda boys."
"Apa tidak bisa seperti Daddy atau ayahnya Vio? Meskipun kita muslim tapi tetap melindungi dan menghormati semua agama yang berada di kerajaan kita termasuk yang mayoritas sekalipun?" tanya Arsya serius.
"Inggris berbeda Son. Ini masalah pelik dan jika Richard masih ngotot memilih Alisha, bisa dipastikan dia tidak perduli dengan tahta! Kita tahu kan bagaimana keras kepalanya Richard?" ucap Sean.
"Masa sampai seekstrim itu, Sean?" Zinnia menatap suaminya.
"Karena aku kan pernah berada di posisi itu Zee. Apa tidak ingat?" senyum Sean sambil merangkul istrinya dan mencium keningnya.
"Siapa?" tanya Sean dan Zinnia bersamaan.
"Eléonore!"
"Haaaaahhh?" seru kedua orangtuanya sedangkan Arsyanendra tertawa terbahak-bahak.
"Putri Dubai itu pasti ngambek!" gelak Arsya.
"Sean, kalau Elle, nah benar tuh masih bayi" kekeh Zinnia.
***
Silverstone Circuit Inggris
Eléonore mendatangi Alisha yang sedang asyik mengobrol dengan Rania dan Medeline. Wajah bocah cilik yang macam boneka itu tampak kesal dan cemburu luar biasa.
Mas Richard hanya punya Elle! Kenapa sama mbak Alisha! - batin Eléonore.
"Mbak Alisha!"
Alisha, Rania dan Medeline menoleh ke arah gadis cilik yang memasang wajah judes.
Princess Eléonore Blair McGregor
"Elle, yang sopan dengan yang mulia ratu" tegur Rania tegas.
"Maaf yang mulia." Eléonore membungkuk hormat ke Medeline.
"Ada apa Elle?" tanya Alisha.
"Kenapa mas Richard main cium mbak Alisha? Elle tidak suka!" Rajuk balita cantik itu.
"Lho mas Richard kan memang sayang dengan mbak Alisha. Mereka memang pacaran" kompor Rania.
Eléonore tampak semakin manyun. "Mas Richard punya Elle!"
"Elle, sini mbak Rania kasih tahu!" Rania lalu menggandeng tangan sepupu ciliknya pergi meninggalkan Alisha dan Medeline yang tertawa gemas dengan putri Charles McGregor dan Raine Blair itu.
"Perpaduan Blair dan McGregor itu membuat gadis yang pemberani ya, Sha" kekeh Medeline.
"Elle memang terlalu manja dan seenaknya" senyum Alisha.
"Sha, mumpung bisa bertemu. Apakah kamu suka dengan Richard?" tanya Medeline.
Alisha menatap Medeline sambil tersenyum. "Sepertinya..."
"Kamu pasti memikirkan banyak hal ya? Bagaimana ke depannya hubungan kalian kan?"
Alisha mengangguk. "Saya tidak mau Richard memilih antara saya dan Inggris karena Rich milik Inggris. Saya tidak mau ada skandal, Tante. Apalagi Inggris jauh lebih ketat dari Belgia ataupun Belanda."
"Arsya kapan menikah dengan Vio?" tanya Medeline.
"Belum tahu Tante. Mbak Vio kan masih senang bekerja kantoran" senyum Alisha.
"Sha, Oom dan Tante juga tahu Richard sama galaunya dengan kamu. Apalagi menyangkut dengan kerajaan Inggris dan itu tidak mudah, Sha."
"Itu yang Sha bilang ke Richard karena saya tidak ingin mengecewakan rakyat Inggris yang menyayangi dia dan Louis..."
"Tapi Richard juga tidak berbahagia jika tidak ada kamu disampingnya."
"Richard bisa melepaskan gelarnya Tante dan itu yang saya tidak inginkan..." Mata coklat Alisha menatap sedih ke Medeline.
Ratu Inggris itu merangkul bahu Alisha. "Nanti kita cari jalannya bersama dan Tante yakin kalian bisa bersama sebab Tante juga ingin punya menantu kamu."
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️