
Flashback Acara Royal Wedding Arsyanendra dan Violet...
"Oom Sean. Bisa saya bicara sebentar dengan Oom?" pinta Richard ketika melihat Sean sedang mengambil kopi.
"Mau bicara apa Rich? Penting?" balas Sean yang tahu kalau pria di hadapannya ini pasti hendak membicarakan putri bungsunya. Rasanya Sean masih tidak rela melihat anak gadisnya yang belum ada 25 tahun akan diminta orang. Begini ternyata rasanya menjadi Papa Ayrton waktu dulu aku minta Zee.
"Penting sekali Oom."
Dua pria yang sama-sama bermata biru itu saling menatap serius. Lalu Sean mengangguk dan mengajak ke sebuah ruangan tempat tadi dirinya dan Hans berbicara soal kerjasama bidang budaya antara Belanda dan Belgia.
"Sekarang kamu mau bicara apa, Richard?" tanya Sean setelah pintu ditutup oleh Greg, asistennya.
Posisinya keduanya saling berhadapan di depan meja Konsul ruangan yang berdekorasi khas Eropa klasik.
"Oom, saya serius dengan Alisha dan saya ingin mengatakan langsung pada Oom, kalau saya hendak melamar Alisha menjadi pendamping saya."
Mata Sean menatap tajam ke arah pria Inggris itu. "Siapa kamu memangnya?"
"Richard Carrington, your daughter's king of heart."
Sean menyipitkan matanya. "Really?! Yakin kamu akan menjadi imam buat putriku?"
"Insyaallah... "
Sean mendelik. "Sudah?"
Richard mengangguk.
"Serius?"
"Oom, kapan aku tidak pernah serius? Setiap sikap dan ucapan aku, selalu serius. Apalagi soal ini. Aku selalu serius."
Sean mengusap wajahnya kasar lalu dirinya mondar mandir dan Richard bisa melihat bagaimana wajah cemas, panik, tidak ikhlas dan semua emosi seorang bapak yang diminta anak gadisnya, tergambar jelas di wajah Sean Léopold. Kali ini wajah tampan pria yang sudah tidak muda lagi tapi tetap berkharisma, tidak ada wajah seorang raja Belgia. Yang ada hanya wajah seorang ayah yang terkejut putrinya diminati seorang pria, meskipun tidak asing karena sudah mengenal seumur hidup, tapi tetap saja...
"Rich, tidak bisakah kamu menunggu sampai Alisha usia 25 tahun?"
"Oom, mau sekarang Alisha usia 21 tahun ataupun nanti Alisha 25 tahun, akan sama saja endingnya. Alisha akan tetap saya minta menjadi pendamping saya dan Oom Sean akan keberatan. Apa istilahnya kalau Rania bilang, nggondeli. ( arti aslinya menempel - bahasa Jawa tapi bisa dikatakan gak ikhlas melepaskan )" senyum Richard.
"Kamu kok bisa dapat istilah itu sih Rich?"
"Salahkan Rania kalau bicara suka random antara Inggris - Indonesia dan Jawa" kekeh Richard.
"Dasar dokter bar-bar" gumam Sean. "Rich, kamu serius ?"
"Ya Allah Oom. Super serius!"
Sean menghentikan acara mondar mandir tidak jelas nya. Jujur dirinya masih belum ikhlas kehilangan Alisha menjadi milik Richard tapi mau sekarang atau mau nanti, sama saja memang. Alisha pasti akan menjadi milik suaminya. Memang beda rasanya saat Arsya minta untuk menikah dengan saat Alisha diminta Richard.
"Rich, biar Oom dan Tante Zee bicara dulu dengan Alisha. Karena bagaimanapun, ini terlalu mendadak dan Oom tidak mau kalian berdua terlalu terburu-buru apalagi kami kan baru saja menggelar acara Royal Wedding. Paham kan?"
Richard mengangguk. "Yang penting saya sudah menyampaikan secara langsung ke Oom Sean."
"Rich, apa Henry dan Medeline tahu? Kamu sudah..."
Richard tersenyum. "Sudah. Dan mereka berdua merasa senang karena sebentar lagi Alisha akan menjadi menantu kerajaan Inggris."
Sean hanya bisa menghela nafas panjang. Duh!
***
Istana Kensington London Inggris Present Day
"Daddy panik?" tanya Alisha.
"Mondar-mandir macam setrikaan."
"Wajahnya pasti super panik."
"Aku tidak tahu Rich. Mungkin begitu. Mana generasi aku, yang sudah menikah baru mas Arsya. Kedua mbak aku malah belum menikah... Eh tapi mereka juga random sih jadi kalau tiba-tiba ada kabar mereka berdua akan menikah, it's so big news."
Richard tertawa. "Kamu tahu, Chris sudah mulai mempelajari keyakinan Rania. Jadi aku dan Chris sama-sama saling belajar, kebetulan malah Leo mau membantu kami berdua. Jadi grup chat kami isinya masih ada manfaatnya kan?"
"Aku heran dengan mereka berdua, tabah lho mengejar dua kakak aku, sampai sekian tahun. Apa kamu pernah bertanya kenapa?"
"Sha, aku juga mengejar kamu seumur hidup ku. Alasan mereka pun sama dengan aku. Kami sudah jatuh cinta dengan pesona gadis-gadis keluarga Pratomo. Kalian itu memiliki pribadi yang kuat dan yang membuat kami makin suka, kalian independen tapi tetap ada caringnya. Absurd, asal, seenaknya sendiri tapi selalu membuat hidup makin bewarna."
Alisha menatap Richard lembut. "Aku tidak seabsurd dua kakak bobrokku itu lho..."
"Kamu memang tidak seperti Rania dan Bia tapi kamu memiliki daya tarik tersendiri yang membuat aku sudah jatuh cinta sama kamu sejak kamu kecil."
Alisha mencium bibir Richard sekilas. "Aku tidak tahu kalau raja urung ini begitu dalam perasaanya padaku..."
"Raja Urung? Apalagi itu Sha?" tanya Richard yang bingung dengan istilah dari gadisnya.
"Raja urung itu maksudnya raja tidak jadi. Urung itu dari bahasa Indonesia artinya batal, tidak jadi. Masih belum jelas apakah asli bahasa Indonesia atau berasal dari bahasa Jawa atau bahasa Melayu."
"Sha, apa kamu yakin kamu kuliah di psikologi? Bukan sastra?" kekeh Richard sembari mencium ujung hidung mancung Alisha.
"Aku suka mempelajari semua hal-hal yang menarik hati dan bahasa adalah salah satunya. Kan kamu tahu sendiri aku harus bisa banyak bahasa?" senyum Alisha. "Meskipun bahasa Indonesia dan sedikit Jawa wajib bisa."
Richard dan Alisha duduk saling berhadapan di kursi gazebo taman istana Kensington. "I love you Sha. Tapi sebenarnya sudah aku ucapkan waktu di apartemen Rania dulu."
"Itu bahasa Welsh kan?" tebak Alisha.
"Yup. Kamu cari tahu?"
Alisha mengangguk. "Susah ya? Aku pusing mempelajari kosakatanya."
Richard terbahak. "Oh bagaimana dengan sepupumu yang kembar tiga?"
"Trio ABC? Meskipun Charusmita panggilannya Mita sih... Kenapa memang?"
"Kemarin saat Arsya menikah, aku kan dikenalkan oleh Avaro. Ternyata mereka sepupuan dengan Lachlan ya?"
"Yup sepupu kandung L, Ashley dan Asher."
"Anaknya Oom Shin dan Tante Kedasih tidak ikut?" tanya Richard.
"Nope. Anak itu masuk asrama di Swiss. Kayaknya bakalan seperti Oom Shin deh..."
"Kenapa?"
"Bobrok..." gumam Alisha.
"Ya ampun Sha... Keluarga kamu itu semuanya bobrok kelakuannya! Dalam arti receh lho ya tapi soal prinsip, tidak diragukan lagi kalau kalian sangat menjunjung tinggi nama besar keluarga dan harga diri. Oh ngomong-ngomong soal harga diri, kalian berantakan kalau di lingkungan keluarga saja yang hilang harga dirinya karena saling menistakan..."
Alisha terbahak. "Dualisme keluarga aku ..."
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
Visual Trio ABC putra Raj Rao dan Gemintang Lexington