
Kediaman keluarga McGregor Chelsea London
Charles melihat wajah istrinya tampak gusar, hanya bisa menghela nafas panjang. Dia tahu karena habis ini pasti Raine akan memarahinya habis-habisan akibat dirinya terlalu memanjakan Eléonore.
Aku tahu aku salah karena terlalu memanjakan putriku tapi aku terlalu bahagia memiliki anak perempuan. Charles menatap Raine yang duduk bersebelahan dengannya dan semuanya tidak luput dari pandangan Richard.
Pasti ada sesuatu antara mereka berdua dan tampaknya soal parenting. Richard lalu melihat Alisha juga dengan wajah mendung. Pria itu tersenyum saat Alisha duduk di sebelahnya.
"Are you okay?" tanya Richard sembari memeluk Alisha dan mencium kening gadis itu.
"Short of."
"Elle fine?" Richard menatap gadisnya.
"Semoga. Biar dia tahu kalau drama queen tidak mendapatkan tempat." Alisha menatap Richard. "Dia marah-marah karena Billy memilih tidur daripada menerima panggilan video nya."
"Lalu?"
"Ya Tante Raine ngamuk lah!" senyum Alisha.
"Apa ancamannya?"
"Tidak ada makan malam!"
Richard tersenyum smirk. "Macam mummy saja kalau aku atau Louis berbuat ulah."
"Itu belum seberapa kalau punya ibu orang Asia. Aku, Varo dan Mas Arsya tidak luput dengan jeweran dan dikurung di kamar atau disuruh membersihkan istana, by yourself!" senyum Alisha.
Richard tertawa mendengar ucapan Alisha. "Aku ingat Arsya harus memotong rumput karena melindungi kalian yang hendak nonton konser band favorit kalian tanpa ijin Oom Sean dan Tante Zee. Kamu harus mencuci piring seminggu?"
"Yup. Mas Arsya potong rumput, Varo membersihkan kamar mandi dan aku mencuci piring."
"Oh Astagaaa!" ucap Raine saat membaca ponselmya.
"Ada apa Tante."
"Raihanun bikin ulah di asrama..." gelak Raine.
"Apa lagi yang dia perbuat?" tanya Alisha yang sering pusing dengan putri Shinichi Park dan Kedasih Jayanti.
"Membuat bom cat di kelas kimia. Membuat semua orang bewarna biru macam Smurf."
Alisha, Richard dan Edward melongo. "WHAAATTT?"
***
Richard membatalkan untuk pulang karena dia ingin tahu cerita Membagongkan Raihanun atau biasa dipanggil Nyunyun oleh sang Appa, Shinichi Park.
Dan kini semua generasi ketujuh hanya bisa melongo melihat Raihanun wajahnya biru dan sedang membersihkan diri. Gadis berusia enam belas tahun itu hanya nyengir macam ayahnya.
"Apa hal Nyunyun! Kok bisa kamu buat kekacauan macam itu?" teriak Rania gemas.
"Seperti biasa salah kalkulasi dan Halloween datang terlalu awal. Happy Halloween... I'm Smurfette."
"Astaghfirullah Anaknya pak Shinchan!" gerutu Hyde. "Aku out!! Beneran Nyun, kamu pulang ke Tokyo, butuh Penataran attitude!"
"Mas Hyde ku sayang, aku bakalan jadi Yakuza nanti!" kekeh Raihanun yang wajahnya sekarang belang bonteng.
"Kok bisa sih?" tanya Rase yang gemas dengan adiknya yang meskipun cantik tapi kelakuan sama dengan ayahnya yang super nyeleneh. Tak heran kalau akhirnya Shinichi dan Kedasih mengirimkan putri sulungnya ke asrama agar lebih benar tapi tampaknya salah.
"Bisa dong mas Rubah... Buktinya ini nih mukaku biru."
"Yang kena siapa?"
"Satu ruangan lah! Seru tahu!" gelak Raihanun.
"Yup, membersihkan lab kimia. Keren nggak tuh?" gelak Raihanun.
"Kalau ini aku setuju hukum Newton. Buah apel jatuh tidak jauh dari pohonnya. Bokapnya meledakkan lift, anaknya buat bom cat kimia warna biru. Seriously Nyunyun! Jangan suka bikin ulah!" hardik Biana.
"Dih, macam mbak Bia nggak pernah buat ulah saja di kampus!" cebik Raihanun.
"Tapi birunya keren lho" celetuk Aizen, putra Juliet dan Romeo.
"Keren kan mas Ai?" cengir Raihanun.
"Trio ABC tidak ada komentar?" tanya Ashley, putri Alessandro Moretti dan Sakura Park yang merupakan sepupu kandung Raihanun. Trio ABC adalah triplets Raj Rao dan Gemintang Lexington.
"Mau bilang apa? Cuma bisa bilang sudah kejadian" jawab Ararya atau biasa dipanggil Arya.
"Birunya keren" celetuk Benoit atau Ben.
"Nyun, mau dong bom nya" pinta Charusmita atau biasa dipanggil Mita.
"Mau buat apa Mita?" tanya Lachlan, putra Gemini Lexington dan Michel de Luca yang sudah curiga sepupu ceweknya itu pasti merencanakan sesuatu.
"Membuat ruang ganti balet biru! Drama kok nggak kelar-kelar!" gerutu Mita yang memang menggeluti balet.
"Boleh tuh Mit! Nanti aku buatkan formulanya!" seringai Raihanun.
"Nggak usah dikompori Mitaaaaa!" seru semua saudara sepupunya gemas.
"Eh tahun depan sudah berderet ya yang mau menikah. Alisha, mbak Bia, mbak Rania" celetuk Galena putri Garvita Schumacher dan Gabriel Luna.
"Asyiiik. Kumpul-kumpul lagi! Richard, rencananya mau dimana? Brussels atau London?" tanya Rania ke Richard.
"Brussels baru nanti apa istilahnya ngunduh mantu?" tanya Richard.
"Iya ngunduh mantu" jawab semua orang.
"Ngunduh mantu baru di London."
"Dua kali capek tapi aku senang" senyum Asher. "Aku bisa sekalian pemotretan di Morr London" lanjut bungsu Alessandro Moretti itu.
"Nyunyun, mas Hyde tidak mau tahu, kamu jangan berbuat ulah lagi! Nanti opa Hideo semakin pusing ngadepin kamu!"
"Mas Hyde, kan opa sudah biasa sama Appa. Jadi aku mah nggak ada apa-apanya."
Semua generasi ketujuh hanya melengos mendengarkan ucapan Raihanun. Richard tertawa terbahak-bahak melihat kekacauan keluarga Alisha.
"Benar-benar definisi keluarga rusuh dan kacau dal.am arti sesungguhnya" gelak Richard.
"Aku kan sudah bilang Rich" kekeh Arsyanendra. "Nyun, kamu bersihkan wajahmu. Macam Sully Monster Inc."
"Aku tuh Smurfette mas Arsya, bukan Sully" eyel Raihanun.
"Terserahlah!"
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️