Kings And Queens

Kings And Queens
Para Raja Ayem



Kastil De Haar Amsterdam Belanda ...


Richard tanpa malu menggandeng tangan Alisha usai acara ijab qobul Arsyanendra dan Violet menuju ruang resepsi. Pangeran Inggris itu tampak senang bertemu dengan Adonia yang datang bersama dengan seorang pria berdarah Asia Selatan.


"Donia!" sapa Richard sambil mencium pipi sahabat nya.


"Rich! I'm so glad to see you. Halo Alisha" sapa Adonia, putri mahkota Spanyol cantik itu sambil memeluk dan mencium pipi Alisha.


"Halo mbak Donia. Siapa ini?"


"Oh, perkenalkan ini Aditya Singh. Adit, perkenalkan ini sahabat aku, prince Richard of England dan princess Alisha of Belgium. Mereka pacaran tapi belum tahu kapan menikah" senyum wanita berambut pirang itu.


"Aditya Singh" sapa pria berwajah keras tapi memiliki mata yang teduh itu sambil bersalaman dengan Richard dan Alisha.


"Kalian kenal dimana?" tanya Richard.


"Aku kan ikut pasukan perdamaian mewakili Spanyol dan Aditya adalah kapten dari angkatan darat India. So bisa dibilang cinlok lah..." senyum Adonia.


"Setidaknya Oom Deo tidak bingung kamu masih jomblo" gelak Richard mengingat cerita ayahnya yang mendengar bagaimana raja Amodeo dari Spanyol mengeluh putrinya malah lebih senang menjadi dokter di angkatan bersenjata.


"Well, kami masih penjajakan sih. Setidaknya aku sedikit berubah pendirian soal hubungan asmara..." senyum Adonia sambil merangkul Aditya.


***


Rania dan Biana menatap dua pria yang dengan cueknya makan makanan yang disediakan di pesta. Rasa dongkol ke Arsya, membuat keduanya memasang wajah masam ke Chris dan Leonardo.


Richard dan Alisha yang menghampiri meja mereka, merasakan hawa tidak enak dan tampak dua gadis cantik itu seperti keluar tanduk nya.


"Wah, akhirnya bertemu lagi dengan kalian" sapa Richard seolah tidak tahu kalau ada dua gadis yang bersiap menghajar dua pria itu.


"Halo Rich!" sapa Leonardo dan Chris sambil bertos dengan Richard.


"What's up ladies?" goda Richard ke Rania dan Biana.


"What's up gundulmu! Ini aku lagi bacain ayat kursi!" sungut Biana kesal.


"Oh Bia sayang, janganlah berbuat seperti itu pada calon imammu" senyum Leonardo manis. "Addduuuhhh!"


Biana mengeplak bahu Leonardo keras-keras membuat pria itu mengaduh karena pukulan gadis itu tidak main-main.


"Daripada kalian manyun, mending kamu cerita deh Sha, soal klien mu" ucap Richard.


"Klien apa?" tanya Chris antusias.


Alisha pun menceritakan soal kliennya yang phobia sayur dan bagaimana Rania membalas perbuatan sepupunya yang membuatnya trauma dan phobia.


Semua orang kecuali Alisha menatap Rania yang asyik memeriksa kukunya dengan cueknya.


"Kamu kasih semua binatang menjijikan itu?" tanya Biana dengan muka geli. Dia paling tidak bisa bertemu dengan serangga apapun terutama kecoa Madagaskar dan cacing. Bisa teriak histeris.


"Yup. Dan endingnya jadi klien Alisha" gelak Rania seolah tidak bersalah.


"Iya mbak Rania bikin tambah pekerjaan lagi ke aku!" sahut Alisha manyun. "Tapi ada good side nya sih. Amy, klien ku itu akhirnya bisa perlahan mulai hilang phobianya setelah tahu Fillan mengalami hal yang sama. Mungkin dalam hatinya dia akan bisa sembuh jika pelaku mengalami hal yang sama, sama-sama mengalami trauma dan phobia. Macam dendamnya terbalaskan..."


"Semua itu berkat aku, Rania Bianchi Prasetyo, dokter paling baik di dunia!" ucap Rania jumawa.


"Kamu itu dokter brutal, Ran" kekeh Richard.


"Ah, jangan menjatuhkan Marwah aku yang paling berwibawa ini, mantan putra mahkota" kerling Rania usil.


"So, kapan kalian menikah?" tanya Richard mengacuhkan ucapan sarkasme Rania.


"Siapa yang menikah, Rich?" tanya Alisha bingung.


"Tuh mereka berempat. Setidaknya kakakmu kan kalau menikah dengan dua orang itu, agak mengerem lah kelakuan bar-barnya" kekeh Richard.


"Kamu sendiri kapan?" ejek Biana.


"Aku kan menunggu Alisha selesai kuliah. Baru aku lamar lah" jawab Richard kalem sambil merangkul Alisha.


***


Richard dan Alisha menghampiri Arsyanendra dan Violet yang tampak asyik mengobrol dengan Adonia dan Aditya.


"Congratulations, Sya. Selamat ya Vio" ucap Richard sambil memeluk dan mencium pipi Violet.


"Thanks Rich" senyum Violet. Alisha pun memeluk kakak iparnya.


"Sejujurnya ketika tahu mas Arsya pacaran dengan mbak Vio, aku merasa senang. Soalnya siapa yang tidak suka mendapatkan kakak ipar yang sudah aku kenal dari lahir" celetuk Alisha.


"Ah Alisha, kamu itu selalu menggemaskan!" ucap Violet sambil memeluk Alisha hangat.


"Tapi aku suka Donia sudah mau membuka diri buat berpacaran setelah lebih mementingkan pekerjaan nya" kata Arsyanendra ke arah sahabatnya yang tampak mesra dengan Aditya.


"Ya karena sering ketemu jadinya berbeda lama-lama perasaannya" senyum Adonia manis.


"Dit, jika kamu memang sayang dengan sahabat kami ini, jangan lah menyakiti dirinya. Jika kalian tidak cocok, berpisah lah baik-baik" pinta Richard.


"Tentu saja my prince. Saya paham sekali posisi saya sebagai teman dekat princess Spanyol. Tapi jujur saat pertama bertemu dengan Adonia, saya tidak tahu kalau dia adalah putri mahkota kerajaan Spanyol" jawab Aditya.


"Begitu sudah tahu?" tanya Violet.


"Saya salut melihat kinerja Adonia. Dia tidak meminta fasilitas spesial karena seorang putri raja. Bahkan dia tidur di barak maupun kantong tidur dibawah langit pun cuek" senyum Aditya.


"Dia memang paling suka kemping. Jadi kalau Donia ikut tim pasukan perdamaian PBB, dia selalu menganggap itu acara piknik dan kemping!" kekeh Arsyanendra.


Richard tertawa mendengar istilah Arsya tentang kesenangan Adonia.


***


Sean, Henry, Hans dan Amodeo melihat bagaimana keempat anak mereka tampak akur satu sama lain membuat empat raja itu sangat bersyukur.


"Setidaknya Eropa tidak akan perang, Sean" kekeh Hans.


"Lha mau perang apa? Lihat saja anak-anak kita bersahabat" jawab Sean.


"Spanyol akan mendapatkan menantu orang India?" goda Henry.


"Hah?! Oh Adonia dengan Aditya" senyum Amodeo. "Sebenarnya sih mereka sudah berteman sejak Nia mulai menjadi anggota medis pasukan perdamaian PBB. Tapi memang menjadi dekat baru - baru ini..."


"Jadi apakah Adonia sudah memikirkan ulang untuk tidak menikah?" tanya Hans.


"Semoga Aditya bisa merubah pemikiran itu..." senyum Sean.


"Amin. Aku sudah menyelidiki siapa Aditya Singh dan so far dia baik" jawab Raja Spanyol itu.


Sean mengangguk dan melihat Aditya menghampiri Raj Rao dan Gemintang Lexington Rao. Tampak pria itu langsung memeluk Raj dan keduanya tampak akrab.


"Apa hubungannya ipar kamu dengan Aditya, Sean?" tanya Amodeo.


"Mana aku tahu..." jawab Sean bingung.


***


"Oom Raj, apa kabar?" sapa Aditya.


"Kabar baik Aditya. Kok kamu bisa disini?" tanya Raj Rao.


"Aku bersama Adonia..."


"Oom Raj, kenal dengan Aditya?" tanya Arsyanendra dan Alisha nyaris bersamaan.


"Lho Aditya ini keponakan Oom... Sepupu Oom menikah dengan ayah Aditya yang bernama belakang Singh" jawab Raj Rao.


"Pantas nama belakangnya beda..." gumam Richard.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️