
Apartemen Rania Daerah Soho London
Leonardo menatap judes ke Rania sedangkan yang ditatap hanya melengos seolah tidak ada apa-apa.
Sialan Rania! Aku kan sudah terbayang macam-macam gara-gara Bia dan lingerie! - batin Leonardo.
"Heh! Otakmu yang ngeres itu, dihilangkan!" hardik Biana judes.
"Wh... what?" Leonardo tampak tergagap.
"Hah! Memangnya aku tidak tahu apa yang ada di otak kamu!" sambung Biana lagi sambil membawa kantong makanan itu ke meja makan.
"Kamu pesan apa Bia? Dimana?" tanya Rania sambil mengambil empat piring. Memang awal Biana memesan untuk empat orang karena tadi Richard tapi setelah pangeran itu pulang, makanan yang sudah dipesan bisa untuk Leonardo.
"Dua nasi kandar dan dua nasi lemak. Kamu mau apa?" jawab Biana.
"Aku tahu kalau si singa gurun itu pasti tidak doyan nasi kandar, jadi aku ambil itu saja" senyum Rania yang memang sangat suka makanan Asia.
"Sha, kamu mau nasi kandar atau nasi lemak?" tanya Biana ke Alisha yang sedang menghampiri meja makan bersama dengan Leo.
"Aku nasi lemak saja. Mbak Bia pengen nasi kandar kan?" senyum Alisha.
"Kok kamu tahu" cengir Biana.
"Tahu lah."
"Yuk duduk, kita makan siang" ajak Rania.
***
Nasi Lemak
Nasi Kandar
Leonardo menatap ke ketiga gadis cantik-cantik itu dengan tatapan tidak percaya. Ketiganya makan dengan tangan termasuk putri Belgia itu! "Seriously, ini makanan apa?" tanya pria tinggi berotot itu.
"Ini masakan Malaysia. Yang kamu makan itu namanya nasi lemak karena nasinya dimasak dengan santan kelapa. Kalau yang aku makan namanya nasi kandar. Nasi kandar adalah hidangan Malaysia utara yang populer dari Penang, awalnya diperkenalkan oleh pedagang Muslim Tamil dari India. Makanannya terdiri dari nasi kukus yang dipadukan dengan sederetan kari, lauk pauk, dan kuah yang berbeda. Pilihan kari terdiri dari berbagai campuran sayuran, makanan laut, atau daging. Jadi ini aku makan ayam goreng dan juga sotong" ucap Biana.
"Dan kalian makan pakai tangan?" tanya Leonardo.
"Hei, kamu kalau makan ribs apa pakai Pisau dan garpu?" balas Biana. "Tangan adalah alat makan paling dasar. Dan makan masakan Asia seperti ini, lebih nikmat pakai tangan!"
"Masakan Asia macam ini, ada yang kita makan pakai alat makan macam sendok dan garpu, ada yang enak pakai tangan. Belum makan nasi Padang yang jauh lebih sedap makan pakai tangan" timpal Rania.
"Kami ada keturunan Jawa Indonesia dan meskipun sudah sekian generasi, tetap saja root itu tidak hilang" senyum Biana yang duduk di hadapan Leonardo.
Leonardo terpesona kesekian kalinya melihat gadis di hadapannya, tersenyum manis. Ya ampun, aku jatuh cinta setiap saat jika melihat Bia tersenyum seperti itu.
"Kalian apa seperti ini?" tanya pria itu.
"Seperti apa?" balas Rania.
Ketiga gadis cantik itu saling berpandangan lalu tertawa geli. "Yang kamu lihat itu baru sebagian kecil, Leo" kekeh Alisha.
"Hah?"
"Biasanya kami lebih brutal!" balas Rania.
"Bahkan sampai berkelahi secara fisik!" sambung Biana.
"Seriously?" Leonardo menatap tidak percaya.
"Kamu Googling tentang keluarga kami dan dari situ kamu bisa tahu siapa keluarga kami sebelumnya." Biana menatap lekat ke Leonardo. "Kalau kamu tidak mampu menghadapi keluarga aku, lebih baik kamu hentikan acara catch me if you can ( tangkap aku kalau bisa ) daripada kejarlah daku kau kuhajar."
Mata biru Leonardo membalas tatapan Biana. "Siapa bilang aku takut pada keluargamu, Bia. Meskipun ayahmu adalah Chief FBI di Quantico, aku hadapi! Kalau perlu, silahkan FBI membongkar aibku dan kamu akan tahu kalau aku bukan seorang kriminal..."
"Memang bukan karena aku sendiri sudah mencari tahu siapa kamu! Tidak perlu membawa-bawa FBI hanya sedikit keahlian seorang hacker, aku bisa membongkar semuanya. Dan Leo, kenapa kamu menyembunyikan bahwa kamu sebenarnya seorang muslim?" seringai Biana yang membuat Leonardo terperangah.
"Serius?" tanya Rania dan Alisha bersamaan.
"Yup. Leonardo Rossi masih memiliki keturunan Turki Islam. Nenek buyutnya adalah orang Turki Islam dan di keluarga Rossi, dibebaskan memilih agama apapun. Pria ini diam-diam mengikuti nenek buyutnya. Benar?" Mata biru Biana menatap lurus ke Leonardo yang masih tampak terkejut.
"Bagaimana kamu tahu?"
"Kamu meremehkan kemampuan aku, mister. Aku tahu karena nenek buyutmu itu masih ada hubungan kekerabatan dengan buyut kami."
"Bia, jangan bilang masih ada hubungan dengan Oma buyut Sari Hassan?" tanya Rania.
"Bukan dengan Oma Sari almarhumah tapi dengan almarhum Opa Faiz Hassan, ayahnya Opa Kareem Hassan" jawab Biana. ( Baca Duda Untuk Davina )
"Berarti kekerabatannya sama dengan opanya Opa Fathir dan Oma Falisha?" tanya Alisha.
"Tunggu dulu. Back off. Kalian bicara apa sih?" Leonardo menatap bingung ke ketiga gadis itu.
"Pernah kah mendengar FH Ranch di Queensland Australia?" tanya Biana.
"Aku belum pernah mendengarnya..." jawab Leonardo jujur.
"Karena opa kami memiliki ranch disana bernama FH Ranch akronim dari Fathir Hassan, sedangkan omaku memegang FH Custom di Jakarta dan Istanbul Turki. Mereka masih ada kekerabatan dengan Oma buyut kamu."
Leonardo memegang pelipisnya. "Aku pusing..."
"Well, pelan-pelan. Karena memang silsilah keluarga kami membingungkan dan memusingkan" gelak Biana.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️