Ignorance Of Love

Ignorance Of Love
Chapter 77



5 Tahun berlalu.


Hari ini kita sudah bersama dengan seorang wanita yg sukses dalam bidang bisnisnya, siapa kah dia marilah kita sambut Jenny Lim.


Suara tupukan tangan dan riuh antusiasme dari para penonton terdengar lantang, Jenny keluar dan terduduk untuk memenuhi wawancara tersebut, senyum lebarnya terpancar menyapa semua orang yg memperhatikannya.


"Jenny Lim selamat atas kesuksesanmu"


Pembawa acara tersebut meraih dan menjabat tangan Jenny, ia bahkan mempersilahkan Jenny untuk duduk berhadapan langsung dengan penonton.


"Apa kau bisa menceritakan bagaimana perjalanan karirmu sebelum kau berdiri di puncak kesuksesan seperti ini?."


Jenny tersenyum, pandangannya tertuju pada riuhnya penonton yg sedang menyaksikannya, mungkin penonton itu sedang mengutarakan kekagumannya untuk kesuksesan Jenny.


"Entahlah, namun semua orang selalu menganggap aku bodoh, ceroboh bahkan orang tuaku pun selalu mengatakan hal itu, semua berawal dari kekecewaan dengan alasan tersebut aku memutuskan untuk terjun di dunia bisnis bersama ayahku, awalnya ayahku ragu karna aku ini sangatlah ceroboh, aku terus meyakinkannya dan akhirnya ayahku mempercayaiku, namun kebodohanku berulah lagi,"


Gadis itu menghapus air matanya yg mulai berjatuhan, hal terbodoh jika harus mengingat masa lalunya sendiri dan menceritakan hal tersebut pada orang lain.


"aku melalaikan semua pekerjaan itu hingga ayahku mengalami penurunan saham, setelah itu aku sadar aku belajar dari kegagalan tersebut, aku mendapatkan kepercayaan karna suatu keyakinan, namun kebodohanku aku jadikan sebuah pembelajaran, pada dasarnya semua orang berhak sukses dan bahagia,"


Semua penonton dengan serius mendengarkan apa yg Jenny katakan, bahkan salah satu di antara mereka ada yang terharu ketika melihat Jenny menjatuhkan air matanya.


"Namun itu semua tergantung bagai mana kita mengola kepercayaan, keyakinan, dan kekecewaan, aku disini telah membuktikan jika kebodohan itu tidak selamanya buruk."


"Prok.. Prokk" suara tepuk tangan dari salah satu penonton memandang jenny dengan haru.


Namun hal itu berhasil membuat semua orang yg menyaksikannya dengan bangga bersorak ramai penuh kemenangan, seketika satu studio langsung ramai dengan suara tepuk tangan dan kebahagiaan.


"Aku masih mempunyai satu pertanyaan untukmu.. Setelah semua kesuksesanmu apa yg kau inginkan?"


Jenny kembali melebarkan senyumnya sebelum ia menjawab pertanyaan tersebut ia bahkan menghela napasnya dan memejamkan matanya sejenak.


"Sebelumnya keinginanku adalah kematian."


Sontak ucapan jenny tersebut membuat semua orang terkejut dan tercengang


"Dibalik kesuksesanku ada sosok pria yg membuat kebodohanku itu menjadi abadi, kenapa? karna dia selalu saja membuatku kehilangan akal, dia menderita leukimia, itulah awal kebodohanku sebenarnya, aku bahkan selalu menangis di depan sang tuhan hanya memohon agar dia hidup lebih lama bersamaku, jika pun ia pergi aku selalu meminta agar dia mengambil nyawaku sesaat sebelum Luccas pergi, agar dia tahu bagaimana rasanya kehilangan" Ucap jenny menjatuhkan air matanya.


Wanita cantik itu tersenyum ia kembali melanjutkan ucapannya.


"Namun aku percaya kebodohanku bisa membawa kebahagiaan untuku, setelah aku hamil dokter mencoba pengobatan dengan menggunakan tali pusat dari bayiku, awalnya aku tidak yakin ini akan berhasil karna kondisi suamiku yg semakin hari semakin memburuk, namun karna keyakinan dan semangatnya untuk hidup akhirnya kematian yg aku inginkan pun hilang"


"Mammyyyyyyyyy" Teriak Jojo yg tidak lain anak dari Jenny dan Luccas,


Anak itu tersenyum menggemaskan mengedipkan matanya kearah jenny, wanita itu secara sepontan langsung menghampiri anaknya bersama Luccas dan membuat satu studio itu kembali ramai dengan tepuk tangan.


Luccas langsung memeluk Jenny dengan penuh kasih sayang, terlihat jelas kebahagiaan dari keluarga kecil mereka membuat semua yg melihatnya menatap haru adegan tersebut.


"Sekali lagi beri tepuk tangan untuk kelurga yh selalu di berikan bahagia ini."


Semua bersorak berteriak ramai dengan tepuk tangan, Lalu Luccas menyerukan semuanya untuk tenang dan mengatakan sesuatu di hadapan mereka.


"Sedikit aku ingin berbagi cerita, Jenny Lim istri yg terlalu sempurna menurutku, Aku memang menikahinya, tetapi aku sama sekali tidak pernah melamarnya."


Luccas melirik ke arah jenny dan tersenyum padanya, terlihat jelas raut wajah jenny yg mulai kebingungan dengan sikap Luccas, yg entah apa yg akan pria jangkung itu lakukan.


"Untuk itu di hadapan kalian semua,"


"Sayangggg sebelumnya maafkan karna penyakitku kau harus terus terusan menangis, dan mengkhawatirkan keadaanku sepanjang harinya, entah dengan apa aku harus membayarnya namun saat ini di hadapan mereka semua aku ingin melamarmu agar kau tetap menajdi milikku satu-satunya dalam hidup dan matiku"


Luccas yg saat itu langsung bersimpuh di hadapan jenny, ia bahkan mengeluarkan sekotak cincin berlian untuk di pasangkan di jari-jari lentik milik istrinya.


Jenny tak kuasa menahan tangis kebahagiaannya, ia langsung memeluk Luccas den menciumnya di hadapan semua orang.


Dengan spontan pembawa acara itu menutup mata Jojo yg saat itu memperhatikan kedua orang tuanya yg sedang berciuman.


"Emmmm kau tidak seharuanya menyaksikan hal ini" Celetuk pembawa acara tersebut menutup kedua mata jojo dengan tangannya.


Endinggg...


Nantikan Chapter bonusnya yaa guysss❤️💋untuk kisahnya sampe sini dulu endingnya💋❤️❤️❤️Like dan komen dong❤️💋 hayoo siapa yg awalnya ngira klo Luccasnya meninggal😄😄😄