Ignorance Of Love

Ignorance Of Love
Chapter 38



"Lepaskan, aku tidak mencintaimu, aku tidak peduli apapun yg akan kau lakukan, aku tidak ingin melihat wajahmu"


Gadis itu berteriak pada Luccas, ia larut dalam perasaannya yg sangat hancur akibat satu kesalahan Luccas, yang telah membuat kisah cintanya bermasalah.


Pemuda itu melepaskan jenny, dia langsung mengiyakan apa yg jenny katakan.


"Okeee!!! Baiklah jika ini maumu,"


"Yaaaa... pergi kau dari sini, bodoh!! aku tidak pernah mencintaimu"


Gadis itu menatap Luccas yg sat itu berlalu dari hadapannya, meskipun mulutnya berkata tidak, namun berbeda denga hatinya yg hancur, ia sangat mencintai Luccas dan tidak ingin kegilangan pemuda tersebut.


*****


Sepekan kemudian jenny dan Luccas tidak pernah bertemu setelah kejadian itu,


Gadis itu jadi semakin murung, dia hanya menghabiskan waktunya di kampus dan di apartementnya saja, matanya menghitam, bibirnya memucat, bagaimana tidak, Jenny selalu saja dihantui rasa sakit hatinya, membuat napsu makannya menurun dan waktu tidurnya terganggu.


"Apa Luccas benar benar meninggalkanku,"


Jenny memandang pemandangan kota di balkon apartementnya, matanya menggensng setiap kali dirinya harus mengingat pria tersebut.


"Luccas aku sangat mencintaimu,"


"Luccas aku merindukanmu."


jenny masih saja memikirkan Luccas dia terus memandang keindahan sambil meneteskan air matanya.


Terdengar seseorang mengetuk dan membunyikan bellnya.


"Itu pasti Luccas."


jenny langsung berlari menuju pintu, ia tidak sabar dan tentu sangat yakin jika itu adalah Luccas, yg akan mengatakan jika hal ini hsnya sandiwara.


"Bella?? kau disini,"


"Jenny aku sudah tahu apa yg terjadi padamu dan juga Luccas, Hans sudah menceritakan semuanya padaku."


Beberpa waktu sebelumnya..


Hans saat itu datang menemui Luccas, dia melihat Luccas sedang diam dan memijat kepalanya yg tidak pusing, pemuda itu terlihat prustasi, di hadapannya sudah banyak sekali beberapa botol minuman, mungkin itu cara Luccas untuk menenangkan sedikit dirinya.


"Apa yg terjadi? kau terlihat murung?" Tanya Hans


Luccas menghela Napasnya dan memcoba menceritakan apa yg terjadi pada dirinya dan Jenny


"Apaaa? bagaimana mungkin itu terjadi? kenapa kau bisa tidur dengannya?"


Hans yg terkejut mendengar penjelasan dari Luccas, pria itu sampai tidak percaya, ia bahkan langsung terus mencecar Luccas


"Aku melakukannya sebelum aku menyadari jika aku mencintai Jenny, aku tidak menyangka jika hal ini akan terjadi"


Pemuda itu terlihat prustasi, ia mengatakam hal tersebut dengan suara terendah, matanya menggeng dengan tatapan kosong.


"Lalu apa yg akan kau lakukan?,"


"Bagai mana dengan Jenny? apa kau benar benar akan meninggalkannya? apa kau sudah menidurinya?" Tanya Hans


"Aku belum menidurinya, dia pantas mendapatkan pria yg lebih baik dariku"


Hans terdiam, ia pun sangat sulit jika harus memberi saran oada sahabatnya tersebut, bagaimana tidak di sisi lain Jenny yg telah membantu istrinya saat Bella hamil, dan di sisi lain Ellia yg sedang mengandung anak yg tidak berdosa.


*****


Jenny langsung memeluk bella, tangisannya pecah di pelukan wanita itu, dia tidak bisa menahannya lagi, dia benar benar mencintai Luccas dia tidak ingin Luccas meninggalkannya, masa bodo dengan keegoisan, yg jelas saat ini ia hanya ingin Luccas berada di sisinya.


"Bella aku sangat mencintai Luccas, kenapa tuhan berlaku tidak adil padaku, kenapa semuanya jadi seperti ini, aku tidak ingin kehilangan Luccas,"


Jenny menjerit, ia memohon pada Bella meminta agar Luccas tidak meninggalkannya, Bella hanya diam dan mencoba menenangkan Jenny menghapus air matanya.


"Aku mengerti Jenny, tenanglah, kuatkan dirimu, aku yakin jika memang kalian di takdirkan untuk bersama semua akan baik baik saja, tenangkn dirimu jenny, aku yakin Luccas juga sangat mencintaimu jangan menyiksa dirimu seperti ini"


Saat itu Bella pun tidak kuasa menahan tangisnya, begitu tidak tega dirinya ketika melihat Jenny dengan keadaan terpuruk dan hancur.


"Aku tidak bisa merelakan Luccas untuk wanita lain, bella aku mohon bantulah aku" tegas jenny, dia sampai berlutut untuk memohon bantuan bella.


Namun saat itu Bella tidak bisa berkata apapun, karna maksud bella datang adalah untuk memberi tahukan jika Besok Luccas akan bertunangan dengan Ellia.


"Bangunlah jenny, aku yakin kau bisa menghadapi semua ini, tenanglah jenny,"


" Sebenarnya aku datang untuk memberi tahukan jika besok pertunangan Luccas dan Ellia akan segera di langsungkan"


Mendengar hal itu jenny menjatuhkan dirinya lemah tidak berdaya, dia terus saja meneteskan air matanya, serasa tertimpa balok berukuran besar, langsung terdiam dengan tatapan kosong


"Jenny maafkan aku Jenny, tapi aku harus mengatakan hal ini, karna aku tidak ingin kau terus larut dalam kesedihanmu."


Bella langsung memeluknya karna dia tahu perasaan jenny pasti sangat hancur ketika mendengar hal ini, tetapi bella tidak ingin melihat jenny terus menyiksa dirinya, dan menaruh harapan pada Luccas.


Jenny menghela napasnya, dia mengusap air matanya dengan punggung telapak tangannya


"Aku aku aku pasti bisa melupakan Luccas, aku yakin, terima kasih Bella, aku akan datang untuk menghadiri pertunangannya."


"Tidak jenny, sebaiknya kau tidak perlu datang, itu hanya akan semakin menghancurkan perasaanmu" Tegas bella mengusap air mata jenny


"Aku akan datangg"


jenny mencoba tersenyum dengan air mata yg terus saja berderai, batinnya terasa terkoyak, meskipun mulutnya berkata lain.


Bella tidak menjawab satu patah katapun, dia terus saja memeluk jenny dan menguatkannya.


"Aku baik baik saja bella"


"Bodoh, aku mengerti perasaanmu, sebaiknya kau tidak usah berpura pura kuat dihadapanku" tegas Bella yg tidak sadar telah menjatuhkan air matanya


Jenny mencoba tertawa, dia langsung memeluk Bella dan menangis di pelukannya


Next y guys like dan komen❤️💋