Ignorance Of Love

Ignorance Of Love
Chapter 74



MASA LALU DEMMY


Aku anak kedua dari dua bersaudara, awalnya kehidupanku baik baik saja, memiliki tubuh nyaris tanpa cacat dan wajah cantik seakan menambah kesempurnaan dalam hidupku, Ayahku adalah seorang pegawai bank ibuku pemilik butik yg cukup terkenal, pada suatu ketika ayahku masuk penjara karna menjadi tersangka kasus penggelapan uang, sejak saat itulah kehancuran itu datang. seiring berjalan waktu aku harus mengurangi gaya hidupku butik ibuku mengalami kebangkrutan hingga pada akhirnya ia mengalami depresi, kakakku adalah pecandu berat bahkan jika obat itu tidak di konsumsinya ia akan kehilangan nyawanya.


Malam itu dengan segala persoalan keluarga yg membludak di otakku aku mencoba mencari ketenangan di luar, di sudut kota aku terduduk berdiam memikirkan semua masalah dalam keluargaku, aku hancur, entah apa yg harus aku lakukan aku pun tidak tahu.


Aku melihat arloji yg terpasang di pergelangan tanganku, waktu menunjukan pukul 2 aku kembali kerumah namun langkah ku terhalang pada saat sekelompok berandalan itu memperkosaku. Aku hancur aku merasa sangat kotor, mereka semua melucuti pakaianku hinggaa aku tidak berdaya.


Dengan jiwa yg berantakan pakaian compang camping aku kembali langsung memasuki kamarku. Seiring berjalan waktu aku merubah bentuk tubuhku dengan sedikit kecewa terhadap diriku sendiri jika aku mengingat kembali hal yg terjadi pada diriku..


Dengan kemampuanku aku mengajukan beasiswa di salah satu kampus terkenal semua orang menganggapku si gendut, gadis kutu buku, buruk rupa dan hal buruk lainnya. perkataan mereka semua menyakitiku namun aku tidak bisa berbuat apa apa, untuk menghilangkan stres ku aku selalu membeli obat terlarang di jalanan. Sudah lama aku menyukai pemuda tampan di kampus, pemuda paling populer yg digilai seisi gadis kampus, Aku selalu memperhatikannya namun karna bentuk tubuhku dan imageku yg buruk aku hanya mengangguminya dalam diam. untuk pertama kalinya seorang gadis berpenampilan kekinian menolongku dari tindakan bully di kampus itu, aku heran kenapa sosok modern sepertinya memilih aku untuk menjadi temannya, Jenny... dia adalah orang pertama yg menganggap semua manusia itu sama tanpa melihat fisik dan status sosial dia menjadikanku temannya, namun sejak aku mengetahui kedekatannya dengan justine rasa iri dan benci itu muncul..


*****


"Sayanggggg."


Gadi itu berteriak memanggil Luccas dengan suara nyaringnya, Luccas pun langsung menghampiri gadis yg selalu bertingkah bodoh di hadapannya tersebut, meskipun begiru entah mengapa semakin hari, dirinya semakin tergila-gila pada Jenny.


Jenny melingkarkan sesuatu di pinggangnya untuk mengetahui perubahan perutnya.


"Apa aku terlihat gendut?"


"Mmmmmm, Luccas mengerutkan dahinya memandang jenny dari ujung kepala hingga ujung kaki


"Luccas jawab" Celetuk jenny


"Kau terlihatt."


"Terlihat apaa" Ucap jenny menyudutkan Luccas


"Sexy." Bisik Luccas di telinga jenny dengan nada terendah


Entah apa yang di inginkan Luccas, namun saat ini pria itu terus saja menggoda Jenny, ia bahkan melingkarkan tangannya diperut rata milik gadis itu dan terus saja bersikap manja.


"Apa yg kau pikirkan?"


Jenny meraih wajah Luccas, ia bahkan memiringkan senyum menatap mata indah pemuda tersebut.


"Apa ini artinya kau sedang menggodaku, tapi kita baru saja melakukannya semalam apa itu belum cukup??"


"Aku tidak pernah bisa merasa puas jika kau ada di dekatku" Ucap Luccas yg langsung ******* bibir tipis jenny dengan penuh gairah.


Jenny hanya tertawa menerima perlakuan Luccas yg saat itu sudah menjamah seluruh tubuhnya, tanda merah di tubuhnya belum hilang namun Luccas sudah menambah tanda kepemilikan tersebut di sekujur tubuh jenny.


"Sayang apa kau bodohhh."


"Tubuhku menjadi pulkadot karna ulahmu" Celetuk jenny dengan kesal.


*****


Tuan Lim berdiri di sudut kamar menikmati setiap tetesan hujan di luar sambil menikmati secangkir kopi hangat di tangannya.


"Paaaa"


Tuan Lim melirik ke arah istrinya yg saat itu baru saja datang memasuki kamarnya.


"Apa upaya penyembuhan Luccas dapat berjalan lancar?"


Nyonya lim meneteskan air matanya, ia tak kuasa menahan tangisnya jika ia mengingat Luccas anak semata wayangnya yg sedang dirundung kematian.


"Mama tidak sanggup jika harus kehilangan Luccas,"


"Luccas adalah anak kita satu satunya paa, kenapa ini terjadadi padanya"


Nyonya lim menangis lirih histeris, tusn Lim saat itu mencoba menenangkan istrinya, ia memeluk dan memberikan kehangatan pada sang istri agar wanita paruh baya itu jauh lebih rilex.


"Harapan kita sekarang hanya jenny dan anaknya ma,"


"Semoga saja pengobatan ini dapat berjalan lancar."


Next guys, like dan komennya dong vote vote votee❤️😭😭😭