Ignorance Of Love

Ignorance Of Love
Chapter 64



LIKE DULU, BARU LANJUT, KOMEN VOTE YANG BANYAK


***


Yessi hanya terdiam tidak menjawab satu patah katapun, dia menyuruh Luccas untuk kembali beristirahat.


"Sebaiknya kau kembali, udaranya sangat tidak bagus untuk kondisimu" Tegas yessi membawa Luccas kembali beristirahat


***


Malam itu Jenny kembali kerumahnya, terlihat ia datang dengan sangat tergesa-gesa masuk, kedalam kamar hingga Nyonya Kim yang sedang bersantai pun ia abaikan.


"Jenny?"


"Aku lelah Maaaa" ucap gadis itu sambil berlalu


Hal itu cukup membuat Nyonya Kim kebingungan, melihat gerak-gerik yang tidak biasa dari anaknya.


"Apa yg terjadi pada anak itu?"


Nyonya Kim menaruh curiga pada Jenny, sebab tidak biasanya gadis itu mengabaikan sang Mama dan berlalu begitu saja.


Gadis itu melangkahkan kakinya, masuk kedalam kamar, ia langsung membongkar seisi tasnya dan mencari sesuatu dari dalam tas tersebut.


"Ahh ini dia."


Sebuah benda dari dalam tas tersebut, berhasil Jenny keluarkan.


BEBERAPA WAKTU SEBELUMYA


Uweghkkkk..


"Kenapa aku mual? seingatku aku sudah sarapan pagi ini."


Jenny lantas mengabaikan rasa mual tersebut, dan mempokuskan pandangannya ke arah leptop di kantor tersebut.


Uweghkkk... Uweghkk..


Jenny tidak bisa menahannya, dilantas berlari ke kamar mandi


Uweghkkkk..


Cairan kental bening, terus saja Jenny kelaurkan dari dalam mulutnya, enta mengapa, saat sedang mengerjakan pekerjaan kantor, Jenny tiba-tiba meraskaan mual yang sangat luar biasa.


"Mmmmm kenapa aku tiba tiba mual seperti ini."


Dia menatap dirinya di cermin dan mengelap bibir tipisnya dengan tissu, tubuhnya tiba-tiba sangat tidak betenada, warna bibir pun memudar menjadi pucat, tatapannya sendu ia sedikit merasakan sakit di bagian kepalanya.


"Atau jangan jangan?"


"Ahhhhhhhhhhhhhhhhh, aku pasti hamil,"


Jenny menjerit kegirangan, ia melebarkan senyumnya melompat-lompat penuh kebahagiaan.


"Aku, dan Luccas akan mempunyai anak."


Jenny lantas merapikan tas dan barang-barangnya dengan cepat, lalu pergi keluar gedung tersebut dengan tergesa gesa, tidak lupa dia membeli alat tes kehamilan, untuk memastikan jika ia benar benar hamil.


Di sebuah toko obat dia melirik sekeliling, terlihat jelas pengunjung yang begitu ramai, membuat Jenny sedikit gengsi untuk membeli alat tersebut, pegawai disana pun lebih dominan laki-laki, membuat Jenny sedikit merasa ragu untuk melanjutkan tujuannya.


"Siall kenapa mereka semua laki laki"


Gadis itu terus menggurutu dalam batinnya, ia melirik kesetiap sudut pegawai toko tersebut dan beruntungnya, Jenny bisa menemukan salah seorang perempuan yang sedang mempersihkan sebuah kaca disana.


"Emm permisi."


Jenny menepuk bahu wanita tersebut, dan memancarkan senyumnya yang berbinar.


"Apa kau bisa membantuku?"


"Tentu Nona" balasnya dengan ramah.


"ini Nona"


"Ustthhh jangan keras kerasss, ini ambil semua uangnya, sisanya untukmu terima kasih dahh" ucap Jenny sambil berlalu


Gadis itu mencoba alat tersebut, ia memasuki kamar mandinya dengan tubuh yang bergetar, perasaan Jenny saat itu tidak karuan, ia memejamkan matanya sebelum pada akhirnya melihat hasil tes kehamilan tersebut.


"Mudah mudahan aku hamil" Gumam jenny.


Ia membuka matanya perlahan, sedikit mengintip terlihat samar-samar. Namun setelah beberapa lama garis merah pada alat tersebut menunjuakn jika Jenny positif hamil saat itu.


"Ahhhhhhhh aku benar benar hamil astagaaaaaa"


Jenny semakin histeris kegirangan, ia terus melompat seperti seorang yang baru saja memenangkna hadiah lotre, padahal kondisinya saat itu sudah menunjukan jika ia tengah hamil muda saat ini.


"Jenny kau?"


Nyonya Kim mengerutkan dahinya, ia menatap Jenny tajam dan langsung merebut alat tes kehamilan tersebut dari tangan anaknnya.


"Jenny apa ini?"


Nyonya Kim mencoba meminta penjelasan, atas apa yang terjadi.


"Ma, Mama akan memiliki seorang cucu, aku hamil"


Dengan begiru santai, dan tanpa merasa bersalah, Jenny mengatakan hal tersebut, bahkan senyum cantiknya terus saja ia pancarkan di hadapan sang Mama.


PLAKKK.. sebuah tamparan keras Nyonya Kim layangkan pada Jenny, hingga membuat gadis itu terkejut.


"Maaa kenapa mama?"


Suara Jenny bergetar, matanya menggenang begitu menerima tamparan keras tersebut dari Nyonya Kim.


"Siapa yg akan menjadi ayah dari anak yang kau kandung?" tegas Nyonya Kim meninggkkan seuaranya, rahang wNita paruh baya tersebut mengeras sempurna, matanya membulat, menatap Jenny dengatn tatapan kejam.


"Lu-lu-l"


PLAKKK... satu tamparan kembali melayang ke wajah cantik Jenny, gadis itu sampai menjatuhkan air matanya menatap wajah sang Mama.


"Ma."


"Apa kau bodoh? Cepat gugurkan kandungan itu, atau aku sendiri yg akan membunuhmu." Nyonya Kim menherut histersi dengan emosi yang menggebu-gebu


Bagai mana tidak, Jenny adalah putri keluarga Kim satu-satunya, yang ia tahu adalah kekasih anaknya menderita penyakit yang sudah sangat kecil harapan untuk di sembuhkan, dan Jenny dengan bodohnya mengandung anak dari pemuda tersebut.


"Sampai kapapun aku tidak akan menggugurkan anak ini." teriak jenny menangis lirih


"Jenny kau sudah membuat malu keluarga ini, apa yg akan terjadi jika anak itu lahir tanpa seorang ayah." Tegas nyonya Kim dengan penuh amarah


"Maaa ini adalah anak Luccas!"


"Hentikan omong kosong ini jenny, cepat atau lambat dia akan meninggalkanmu."


Terjadi keributan hebat hingga Tuan Kim mendengar, dan datang menghampiri dua orang tersebut.


"Apa yg terjadi kenapa Jenny menangis?"


"Anak bodoh ini benar-benar akan membuat malu keluarga kita." tegas Nyonya Kim


"Apa maksud Mama? kenapa mama bisa sekasar ini pada Jenny?"


Nyonya Kim terdiam, nafanya sampai tidak beraturan, ia benar-benar audahbterdulut emosi sekarang.


Tuan kim melihat alat tes kehamilan tersebut tergeletak di lantai, ia mengambilnya dan langsung menyadari apa penyebab keributan tersebut.


"Ayah tapi aku-"


Tuan Kim lantas menghentikan ucapan Jenny, ia menghela nafas kekecewaan begitu mengetahui hal tersebut.