
Luccas langsung memeluk jenny dengan penuh kasih sayang dan mengusap air matanya
"Luccas kau, kau , apa kau baik baik saja? Luccas kau mengeluarkan banyak dar..
"Husttt, aku baik baik saja sayang" ucap Luccas menahan ucapan jenny
Jenny langsung tersenyum dan memeluk Luccas dengan erat..
"Luccas aku aku aku takut terjadi sesuatu padamu, kenapa kau selalu membuatku cemas
"Maafkan aku Luccas ini ini ini pasti karna karna karna..
"Karna apa Jenny" Ucap Luccas tersenyum mengusap air mata jenny
"Karna karnaa...
"Husttt, Apa kau menyesal?" Tanya Luccas menatap wajah jenny
Jenny hanya menggelengkan kepalanya dan kembali memeluk Luccas
"Sayang aku mencintaimu" Ucap Luccas menciun pucuk kepala jenny
"Berjanjilah jika kau tidak akan pernah meninggalkanku" Ucap Jenny menatap wajah Luccas
"Aku akan berusaha, terima kasih kau selalu menghujani ku dengan kebahagian..
Jenny tidak menjawab satu patah katapun, dia tetap memeluk Luccas dan menangis di pelukannya
"Sayang biarkan Luccas istirahat" Ucap Nyonya kim yg datang menghampiri Jenny dan Luccas
Luccas mencoba melepaskan pelukannya dari jenny karna merasa malu di hadapan nyonya kim
"Ahhhh jangan lepaskan" teriak jenny menahan Luccas
"Jenny mamamu di sini" Ucap Luccas
"Biarkan saja dia juga pernah berada di masa muda seperti ini" Ucap jenny dengan santai
Mendengar pernyataan itu nyonya kim hanya menghela nafas dan mengggelengkan kepalanya melihat tingkah laku anaknya
Jenny dan Luccas pun pergi kembali ke ruang rawat Luccas, jenny tidak melepaskan pelukannya sama sekali, bahkan mereka berjalan seperti anak kecil yg sedang bermain kereta gandeng
"Jenny kau bisa memelukku sepuasnya, tapi jika seperti ini bagai mana aku bisa berjalan?" Ucap Luccas
"Mmmmmm aku tidak peduli, aku tidak akan melepaskanmu" ucap jenny
"Baiklah sekarang lepaskan biarkan aku berbaring" Ucap Luccas pada jenny
Jenny tidak menjawab satu patah katapun dia melepaskan pelukannya dari Luccas
Namun setelah Luccas berbaring dia juga ikut berbaring di samping Luccas dan kembali memeluknya
"Jenny kau benar benar sudah tidak waras..
"Ini semua karenamu" Celetuk jenny dengan santai
"Jenny...
"Sebaiknya kau meminum obat pencegah kehamilan" Celetuk Luccas pada jenny
Jenny langsung mendongakan wajahnya, dia melihat ke arah Luccas dan tidak menjawab satu patah katapun
"Apa kau mendengarku?...
jenny hanya tersenyum tipis menganggukan kepalanya
"Kenapa dia tidak menginginkan anak dariku?" Gumam jenny dalam hatinya murung
Hari terus saja berlalu, Saat itu jenny sedang berbelanja di sebuah minimarket dan tidak sengaja bertemu dengan demmy
"Jenny kauuuu....
"Penampilanmu berubahh...
"Kenapa kau meninggalkan kampus begitu saja??? ucap demmy seraya memeluk jenny
"Aku aku aku.. kenapa kau masih saja terlihat gendut" Ucap jenny gugup mengalihkan ucapan pertanyaan demmy
"Hustt apa aku boleh berkunjung?apa kau masih tinggal d apartemendmu? Aku sangat merindukanmu jenny" Celetuk demmy
Jenny tersenyum pada demmy dan menganggukan kepalanya, tiba tiba ponselnya berdering, jenny pun langsung mengangkatnya
"Jenny kau harus nelajar konsisten, sekarang kau telah mengurus perusahaan kenapa kau selalu mengabaikan urusan kantor" Tegas tuan kim dengan kesal
"Euh maafkan aku ayah ? aku akan segera datang" ucap jenny kepada ayahnya di telephone
"Kau bisa datang kapanpun, ini alamatku, jangan lupa untuk mengajak justine dahhh" Ucap jenny memberikan secarik kertas pada demmy dan langsung meninggalkan demmy
"Kenapa harus justine?" Gumam demmy mengepalkan tangannya menatap jenny yg keluar dari mini market tersebut
"Demmy" Ucap seseorang menepuk pundak demmy dan langsung membuat demmy terkejut
"Ah justien kenapa kau ada disini?" Ucap demmy pada justine
"Ini tempat umum siapapun bisa datang..
"Ahhhh.." Ucap demmy tersenyum pada justine
"Apa yg ditanganmu itu" Ucap Justine melirik ke tangan demmy
"Ah ini ini ini bukan apa apa, ini hanya kertas permen karet saja" ucap demmy gugup melebarkan senyuamnya
Justine tidak begitu mempedulikan hal itu, dia langsung pergi ke kasir dan meninggalkan demmy
"Aku pergi duluan
Demmy hanya menganggukan kepalanya dna tersenyum lebar pada justine
"Untung saja mereka tidak saling bertemu, aku tidak akan memberi tahu justine jika ini adalah alamat jenny,mereka tidak boleh saling bertemu" Gumam demmy mengepalkan kertas tersebut
Next guys, Like komen, baca juga S2# Bukan salah takdir, ceritanya gk kalah menarik sama Lia chan dan Nicko lohhh💋❤️😁