Ignorance Of Love

Ignorance Of Love
Chapter 20



"Sebenarnya aku dan Lucas hanya bersandiwara."


"Apa?" Demy berteriak senada terkejut menatapku dengan mata yang membulat.


Aku dan dia hanya bersandiwara, agar nama baikku bersih di kampus.


Demy membuka mulutnya dengan lebar, matanya masih saja membulat sempurna.


"Jadi kau..."


Aku mengangguk dengan keadan air mata yang masih saja terus berderai.


"Lalu krnapa kau menangis? Hubungan kalian hanya sandiwara."


"Itu semua karna aku sudah jatuh cinta padanya." Tegasku tanpa mengurangi tetesan air mata sedikitpun.


Demy tidak berkutik, dalam rusan hati memang tidak bisa dipaksakan, ini semua salahku yang sudah terlalu berharap pada Lucas. Mobil dari sudut lain datang dan terhenti di hadapanku dengan Demy, sang pemilik bahkan membuka kaca mobil tersebut dan menyapaku dengan Demy.


"Sedang apa kalian disini? Jeny? Kenapa dia menangis?"


Justine keluar dari mobil tersebut, ia menghampiriku dengan Demy saat itu.


"Jeny menangis karna kami bertemu dengan Lucas di Mall bersama seorang gadis."


Sumpah rasanya aku ingin menyumpal mulut si gendut ini, ia selalu saja berbicara tanpa berpikir.


"Lucas? Calon suaminya? Itu artinya Jeny di khianati?"


"Ya tidak, hubungan mereka kan hanya sandiwara."


Demy benar-benar sudah sangat keterlaluan, aku pergi begitu saja dengan raut wajah jengkel.


"Jen tunggu."


Sandiwara ini ternyata berakhir juga, aku kembali ke apartemenku, dengan batin yang masih sangat terasa sakit.


"Lucas?"


Aku terkejut melihat pemuda itu sudah berdiri didepan pintu apartemenku.


Kita harus bicara.


"Kenpa kau lari?"


Aku menggelengan kepalaku, mataku menggenang lagi, dan sebentar lagi pasti Akan keluar mengalir membasahi wajahku.


"Jawab aku, kenapa kau lari?"


Lucas mencengkram bahuku, ia bahkan meraih tengkuk wajahku agar aku menatapnya.


"Katakan, kenapa kau diam."


"Karna aku tidak bisa melihat kau dengan wanita lain." Tegasku. Aku tidak tahan lagi, ini saatnya aku mengakhiri semua ini, meskipun pada akhirnya aku dan Lucas tida bisa bersama, tapi setidaknya aku sudah mengatakan kebenarannyajika aku mncintai Lucas.


"A-apa maksudmu?"


"Aku mencintaimu. Apa kau puas?"


Mata Lucas membulat, ia terus menatapku dengan tajam. Air mataku mengalir ketika aku berhasil mengatakan hal tersebut padanya.


Cup...


Lucas mencium bibirku, ia bahkan langsung memeluk tubuhku hingga aku terdorong, dan membaringkan tubuhku diatas tempat tidur. Aku menikmatinya, aku tidak ingin menolak ciuman ini, aku membalas pelukan Lucas, meskipun aku tahu, pemuda ini sudah menjadi milik orang lain.


Lucas melepaskan ciuman tersebut, ia kembali mnatap mataku yang sedikit membengkak akibat menangis.


"Aku juga mencintaimu. "


Mataku membulat mendengar pernyataan tersebut.


"Aku sangat mencintaimu, maaf karna aku telat menyadari hal ini, maaf karna aku sudah membuatmu kecewa."


Aku masih terdiam, dia mencintaiku, tetapi dia malah menjalin hubungn dengan wanita lain.


"Kau bohong, lalu kenapa kau menjalin hubungan dengan gadis itu."


Lucas menyeka air mataku, ia tersenyum tipis dan mencium pucuk kepalaku.


"Karna aku dan dia hanya dijodohkan, aku akan mengatakan hal ini pada keluargaku, aku tidak mencintainya, aku mencintaimu."


Semudah ini? Aku hanya menyatakan perasaanku, dan Lucas langsung mmbalasnya, dia juga bahkan mencintaiku, aku tidak menyangka. Aku memeluknya dengan erat, Lucas bahkan membalas hal yang ku lakukan, sesekali ia mengecup bibirku, dan aku melinkarkan tanganku dilehernya.