Ignorance Of Love

Ignorance Of Love
Chapter 76



Jenny melemparkan handuknya yg basah kesembarang tempat, dia menari-nari di dalam kamarnya karna tanggal pernikahannya sudah di tentukan, bahkan sekarang dia sudah kembali ke kediaman keluarga kim


"Ahhhhhh besok aku akan menikah"


"Aku sudah tidak sabar, akhirnya Luccas akan menjadi milikku seutuhnya" m


Gadis itu berteriak, ia bahkan memutar musik yg cukup keras dan menari-nari kegirangan seperti wanita tidak waras. tuan kim yg datang membuka pintu kamar putrinya, gadis itu langsung menarik sang ayah dan mengajak ayahnya berdansa


"Sayang apa yg kau lakukan?"


"Ayah aku hanya merayakannya, aku akan menikah dengan Luccas"


"Sayang hati hati, kau sedang mengandung cucuku,"


jenny berputar putar menari-bari, dengan tuan kim, terlihat jelas kebahagian di wajah jenny nyonya kim hanya memperhatikan kelakuan ayah dan anak itu dengan tersenyum haru.


"Sesaat aku larut dalam keegoisanku hingga tidak memikirkan perasaan dan kebahagiaan putriku, pernikahan yg sudah aku jalani selama 25thn hampir hancur karna keangkuhanku, anakku satu satunya akan memulai hidup barunya, aku merasakan kebahagiaan yg ia rasakan, senyum dari suami dan anakku, itulah kebahagiaanku yg sebenarnya."


Nyonya kim meneteskan air matanya memperhatikan jenny dan tuan kim. jenny yg menyadarinya langsung menarik nyonya kim dan mengajaknya menari bersama.


*****


Tiba saatnya hari pernikahan tersebut, dengan sengaja kedua keluarga mempercepat hari pernihakan itu sebelum perut jenny semakin membuncit, jenny menatap dirinya di sebuah cermin riasan, terlihat pantulan wajahnya yg sudah terpoles make up dan hiasan hiasan yg cantik, gaun pernikahan putih itu seakan menyempurnakan penampilannya..


"Sempurna" Ucap penata rias yg memoleskan lipstik pada bibir tipis jenny.


Gadis itu kembali melihat dirinya di cermin dia tersenyum bahagia karena hari ini semua mimpinya akan menjadi kenyataan.


"Jenny apa kau sudah siap?" Ucap nyonya kim yg menjemput jenny.


"Maaa apa aku terlihat cantik? apa Luccas akan menyukainya? maa katakan padaku apa aku terlihat gendut?."


Nyonya kim memegang bahu purrinya, ia menempelkan wajahnya dengan wajah gadis itu, pandangan mereka menatap ke sebuah cermin yg memantulkan keduanya.


"Sayang kau terlihat sempurna,"


"Luccas pasti menyukainya."


jenny memeluk nyonya kim dengan penuh kebahagiaan, statusnya akan berganti menjadi nyonya dari keluarkan Lim.


hingga Upacara pernikahanpun akan segera di laksanakan, jenny dan Luccas terlihat manis bergandengan tangan berjalan menuju pendeta, senyum jenny terus terpancar dari wajahnya dia melirik ke arah tamu undangan yg saat itu memotret dan bersorak menaburkan bunga padanya dan Luccas.


"Paaa anak kita akan segera menikah" Ucap nyonya lim memeluk tuan lim dengan haru kebahagiaan.


 


Jenny menatap wajah Luccas, Luccas yg saat itu membalas tatapan jenny hanya tersenyum tipis dan terus saja berjalan fokus menuju pendeta.


"Sayang apa kau baik baik saja?" Ucap jenny pada Luccas yg saat itu masih berjalan menuju pendeta


"Aku baik baik saja"


"Sayang kita akan segera menikah" ucap jenny dengan suara terendah


"Tenanglah, kau boleh mengatakan apapun setelah upacara ini berakhir."


Luccas sudah berkeringat, wajahnya terlihat pucat, seluruh badannya terasa sakit namun dia tetap bersikap tenang seolah tidak merasakan apapun.


"Aku harus bertahan, tinggal selangkah lagi aku akan resmi menjadi suami untuk jenny."


Mereka tiba dihadapan pendeta untuk melaksanakan upacara pernikahan. dengan pandangan yg mulai kabur Luccas tetap bertahan menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya, semua orang keluarga dan tamu undangan sudah memperhatikan Jenny dan Luccas yg saat itu berada di hadapan pendeta, jenny mengedipkan mata genitnya tersenyum kearah tuan kim sang ayah.


"Luccas Lim apa kau bersedia menikah dengan jenny kim"


"Aku,Aku bersedia" Ucap Luccas mencoba tetap tenang meskipun ia merasakan sesak yg luar biasa di dadanya


"Jenny kim apa kau bersedia menikah dengan Luccas Lim"


"Aku bersedia" Ucap jenny tersenyum bahagiaa.


Semua orang bertepuk ramai menyaksikan hal tersebut, bahkan tuan dan nyonya lim terus saja meneteskan air matanya menangis haru menyaksikan hal yg membahagiakan, sekarang Jwnny putri kesayangannya sudah resmi menjadi istri dari Luccas.


BRUAKKKK" Luccas menjatuhkan dirinya,


Terlihat darah itu kembali keluar dari hidungnya, membuat semua para tamu terkejut membukatkan matanya, gelak canda tawa penuh haru itu pun berubah seketika, mata Jenny menggenang, perasaannya sudah tidak karuan, kecemasan itu datang, rasa takut kehilangannya kian muncul


"Luccasssss."teriak jenny terkejut langsung membangunkan Luccas dan memeluknya


"Luccas sadarlah Luccass.. Luccasss, bertahanlah Luccas"


Darah itu mengalir mengenai gaun jenny, jenny menggoyangkan tubuh Luccas menangis histeris


"Seseorang cepat panggil ambulannnnn" Teriak jenny dengan histeris


Semua keluarga menghampiri jenny dan Luccas yg saat itu sudah tidak sadarkan diri di pelukan jenny


"Luccas bertahanlah Luccas.. aku mohon Luccas"


Jenny menangis histeris memeluk Luccas, suasana bahagia itu pun seketika berubah. gaun putih itu ternodai oleh darah yg terus saja keluar dari hidung Luccas, tak henti hentinya Jenny menjerit menggoyangkan tubuh lemah sang suami guna menyadarkannya.