
"Aku akan mengantarmu kembali, kau tenang saja ini adalah mansionku."
Aku mengangguk, dan langsung mengabsen setiap sudut ruangan tersebut. Mata dan telingaku mnangkap suara lenguhan seorang wanita, dan benar saja dihadapanku ada seorang pria yang tidak asing sedang bercumbu dengan seorang wanita seumuran denganku.
Aku heran, bercinta dimana saja, bahkan secara terang-terangan seperti itu dihadapanku. Keduanya lansung menghentikan aksinya begitu mnyadari aku dan Lucas datang, wajah mereka bahkan terlihat merona.
"Kalian disini? Sejak kapan kalian datang?"
Aku hanya tersenyum tipis, karna pengalaman terakhirku, saat aku berbicara pada Hans, sikap Lucas langsung berubah dingin seketika.
"Hay, aku Bella, kekasih Hans."
Gadis dihadapanku mengulurkan tangan, mengajaku berkenalan, aku langsung menjabat tangannya dan memperkenalkan diriku.
"Aku Jeny."
Bella tersenyum tipis, ia melirik kearah Lucas lalu kearahku.
"Kalian pasangan?"
Aku memilih untuk diam, dan membiarkan Lucas untuk menjawab pertanyaan Bella, tapi pemuda ini malah melirik kearahku, ia tidak mengatakan apapun dengan raut wajah datar. Suasana menjadi hening seketika, dan Hans langsung memecahkan keheningan tersebut dengan menyuruhku dan Bella untuk menyiapkan cemilan.
"Sayang, kau dan Jeny bisa mengambil cemilan didapur."
Bella mengangguk, ia bahkan langsung membawaku ke arah dapur untuk membuat sesuatu disana. Bella memberikan beberapa gelas minuman padaku, ia menyuruhku untuk membawa minuman tersebut pada Hans dan Lucas. Sedangkan Bella membuat beberapa hidangan di dapur.
"Kau bawa saja ini, aku akan menggoreng kentang ini terlebih dahulu."
Aku mengangguk, dan berlalu membawa minuman tersebut, Tidak sengaja aku dapat mendengar jelas pembicaraan Lucas dan Hans.
"Kau tertarik padanya? Aku perhatikan kalian semakin dekat." Ucap Hans.
"Bodoh, aku tidak mungkin tertarik pada gadis sepertinya."
Deg
Batinku teriris mendengar pernayataan Lucas, tubuhku bergetar, entah kenapa aku merasa sangat hancur.
"Setidaknya aku tidak mencoba para gadis, lalu meninggalkannya setelah puas, sepertimu." Ucap Lucas dengan santai
Bruakk...
Aku tersentak, saat Bella menepuk bahuku, hingga membuat minuman yang kubawa terjatuh. Kedua pria itu bahkan langsung menoleh ke arahku, air mataku mengalir begitu saja, perasaan ini benar-benar sangat tidak karuan.
"Ma-maaf." Ucapku dengan suara bergetar.
Aku mengambil pecahan gelas tersebut dan segera berlalu dari hadapan mereka, aku menangis sejadi-jadinya, aku bahkan tidak terikat hubungan apapun dengan Lucas, tetapi saat mendengar Lucas mengatakan hal itu batinku sangat terasa sakit.
Lucas Pov
Aku tidak mengerti apa yang terjadi pada Jeny, gadis itu berlalu begitu saja membawa pecahan gelas yang telah ia jatukan.
"Jeny menangis, apa yang terjadi?" ucap Bella.
Aku berpikir keras, kenapa ia eangis tidak mungkin hanya menjatuhkan gelas sampai membuatnya seperti itu, atau mungkin dia sudah menguping pembicaraanku dengan Hans, sejak kapan ia berdiri disana. Aku beranjak untu melihat Jeny di dapur, isakan tangisnya dapat terdengar jelas, aku mengintip dan mencoba mendengarkan gumamannya.
Bodoh, kenapa aku menangis, kenapa hatiku sangat hancur mendengar hal itu darinya.
Benar saja, Jeny elah mendengar pembicaraamku dengan Hans, tapi kenapa ia menangis? Apa ia jatuh cinta padaku?
"Ashh..."
Aku mendengar Jeny meringis, dan langsung segera menghampirinya, jari lentiknya tergores, dan aku lansung menghisap jarinya untuk menghentikan pendarahan tersebut, dapat aku rasakan tangannya yang bergetar, tatapannya yang sendu menatapku, hidungnya bahkan sedikit memerah, hari ini aku marasa Jeny sangat sering menjatuhkan air matanya.
"Sudah lebih baik?"
Gadis itu tidak menjawab pertanyaanku, ia hanya teus menatap wajahku dengan sorot mata yang tajam.
"Aku ingin pulang." Ucapnya.
Aku mengerti, dan langsung mengiyakan ucapan Jenyy, meskipin saat itu aku masih menyimpan tanda tanya besar, perihal apa yang terjadi pada gadis ini.