Ignorance Of Love

Ignorance Of Love
Chapter 12



Beberapa waktu berlalu, hubunganku dengn Lucas semakin dekat, kami bahkan sering menghabiskan waktu bersama, bahkan jika dilihat secara sekilasaku dengannya sudah seperti pasangan kekasih, kadang kami bertengkar, bahkan hanya karna masalah kecil, kami saling menduku satu sama lain Lucas bahkan tidak pernah melewatkan setiap malam untuk datang menemuiku.


Dan tepat malam ini, pria jangkung itu akan mengajakku keluar, entah kemana itu aku tidak pernah bertanya, aku selalu merasa puas setelah berpergian dengannya, kadang aku heran, Lucas sendiri sering menghabiskan malamnya bersamaku, sebenarnya apa hubungan antara aku dengannya. Aku selalu menjaga penampilanku, setiap kali berpergian dengan seorang pria, tentu saja hal itu karna aku tidak ingin membuat pria yang bersamaku malu. Malam ini aku bahkan menyiapkan gaun terbaikku, karna Lucas sendiri yang memintanya, aku menurut saja, tidak lupa aku memoles wajahku dengan riasan tipis, aku memadukan warna lipstik kalem dengan gaun dress yang aku kenakan berwarna peach, hal itu membuat kesan natural dan elegant menurutku.


Aku langsung membuka pintu apartemenku saat aku mendengar suara ketukan, benar saja, Lucas yang sudah datang untuk menjemputku hanya diam mematung saat aku menatapnya, bahkan matanya tidak mengedi saat Lucas menatapku dengan sorot tajam.


"Ca-cantik."


"Aku tidak bertanya." Ucapku


Pria itu tersentak, lagi-lagi gelagat Lucas terlihat sangat aneh, sejujurnya akupun begitu, apalagi ketika Lucas mengatakan cantik, memang kata itu tidak di tujukan untuk emujiku, tapi hal itu cukup membuat jantungku kembali berdebar sangat kencang.


Lucas terlihat sangat tampan, dengan setelan jasnya wanginya sangatlah maskulin seakan menambah kesempurnaan untuk seorang Lucas, pria bodoh ini terus memandangku, bahkan selama perjalanan aku seting kali memergoki Lucas yang sedang memperhatikanku, hal ini cukup membuatku berpikir keras, apa aku terlihat buruk? Atau salah costum? Atau bahkan terlihat aneh. Entahlah, aku sendiri heran.


Mobil pun terhenti disebuah gedung besar, sepertinya ini bukan acara biasa, aku pun heran kenapa Lucas membawaku kesini? Apa aku terlihat pantas?


"Ini apa?"


"Entah, akupun baru pertama kali datang kesini." Lucas keluar begitu saja, lantas akupun mengikutinya, keluar daird alam mobil, pemuda itu bahkan menggandengku masuk kedalam gedung tersebut, mataku mengabse setiap titik tmpat itu, suasana cukup ramai, dapat aku pastikan jika yang berada disini adalah kalangan kelas atas. Semua orang menatap kearahku dan Lucas.


Abaikan saja, malam ini kau milikku.


Ucapnnya berhasil membut aku terkejut, aku langsung mengalihkan pandanganku ke arahnya, yang saat itu terlihat sangat santai, tanpa Lucas sadari ucapannya kembali membuat jantungku berdebar.


Akhirnya kau datang, siapa dia? ucap seseorang yang menghampiri Lucas, wajahnya tidak kalah tampan dengan pria jangkung ini tentunya.


"Hay Tuan, Aku Jeny."


Aku tersenyum tipis dan menyapa pria tersebut, sepertinya dia adalah temannya Lucas.


"Aku Hans, nama yang cantik seperi dirimu."


Mataku membulat saat pria itu mencium tanganku, spontan aku langsung menariknya, ia bhakan secara terang-terangan menggodaku di hadapan Lucas. Aku melirik ke arah Lucas, dahinya mengerut, ia bahkan langsung menarikku, menjauh dari Hans.


"Sebaiknya jaga sikapmu, kau itu milikku, jadi tidak perlu menarik perhatian orang lain untuk menggodamu." Tegas Lucas.


Ada apa dengannya? Padahal sudah sangat jelas jika Hans yang menggodaku, ia bahkan menuduhku yang tidak-tidak, dasar pria bodoh. Aku duduk disamping bar, wajah Lucas benar-benar terlihat sangat jengkel sebenarnya Apa salahku? ia bahkan terus mengabaikanku, tidak menggubris ocehanya, membuatku semakin bosan berada ditempat seperti ini. Aku melangkah meninggalkannya, aku heran dengan mood pria itu, ia cepat sekali marah, padahal aku tidak melakukan apapun, dia sendiri yang membawaku ketempat ini, tetapi sikapnya sangat dingin. Menyebalkan.