Ignorance Of Love

Ignorance Of Love
Chapter 42



Gadis itu mencoba mengabaikan Bella, ia bahkan menepis tangan Bella yang saat itubterus meraihnya. Gadis itu sudah tidak ingin berurusan dengan hal-hal yg mengenai Luccas.


"Jenny ini mengenai Luccas,"


Bella meraih kuat tangan Jenny. namun ucapan Bella malah semakin membuat Jenny bersikera untuk pergi dari hadapannya.


"Tolong biarkan aku pergi, aku sudah tidak ingin mendengar apapun tentangnya."


Meskipun waktu sudah berlalu cukup lama, tetapi jika dirinya kembali mendengar nama pria itu, batinnya masih terasa sakit, bola mata Jenny menggenang, wajahnya memelas menatap Bella.


"Jenny apa kau akan membiarkannya mati, melawan sendiri penyakitnya"


Teriak Hans, dan langsung membuat Jenny menghentikan langkahnya.


"A-Apa yg kau katakan? Apa yg terjadi padanya?"


Bella langsung menarik tangan jenny dan membawanya keruangan Hans.


*****


Beberapa Saat Setelah Jenny Meninggalkan Pesta Pertunangan Luccas dan Ellia.


"Luccas ayo pasangkan cincinnya pada Ellia"


Nyonya Lim menyuruh anak laki-lakinya untuk segera memasangkan cincin tersebut di jari manis Ellia, namun saat itu Luccas hanya terdiam, dan terus menatap ke arah Jenny.


Merasa tidak sanggup untuk menyaksikan hal tersebut, akhirnya Jenny memilih untuk pergi meninggalkan acara sebelum acara itu selesai


"Luccas kenapa kau diam cepat pasangkan cincin itu ke jari Ellia"


Nyonya Lim terus saja mendesak Luccas yg hanya diam memegang cincin tersebut.


Tiba tiba Luccas merasakan pusing yg sangat hebat, seketika pandangannya kabur dia mencoba memasangkan Cincin itu dijari Ellia tetapi,


"Bruakk..."


Luccas menjatuhkan dirinya, cincin itu pun hilang terlepas dari tangan pemuda tersebut, ia terjatuh tepat saat akan memasangkan cincin itu pada Ellia.


Sontak semua orang terkejut melihat Luccas yg tidak sadarkan diri, mereka semua langsung mendekat dan mencari tahu apa yg sebenarnya terjadi pada pria itu.


"Anakku apa yg terjadi padanya, seseorang cepat panggilkan Ambulance"


Ellia pun membangunkan Luccas dan bersikap peduli pada calon tunangannya tersebut.


"Luccas sadarlah Luccas, apa yg terjadi padamu Luccas?" Ucap Ellia


Tidak lama kemudian, Luccas pun di bawa ke rumah sakit, kondisinya sangat buruk sampai dokter harus memasang alat bantu pernapasan padanya.


"Dokter Dokter sebenarnya apa yg terjadi pada Putraku dokter? kenapa dia jadi seperti ini?"


"Tuan tenanglah, kita akan melakukan pemeriksaan, untuk mengetahui apa penyebabnya" Ucap dokter tersebut langsung meninggalkan mereka


Ellia hanya diam membisu melihat orang tua Luccas dengan kecemasannya.




Setelah beberapa lama menjalani perawatan di rumah sakit dokter memanggil kedua orang tua Luccas untuk mengatakan sesuatu tentang apa yg di derita Luccas.




Perasaan seorang ibupun tidak karuan, seketika jiwanya melemah takut akan mendengar sesuatu hal yg buruk tentang anak kesayangannya tersebut.



"Pah aku tidak ingin mendengarnya"



Nyonya lim memegang tangan suaminya dengan kuat, wajahnya memucat penuh kecemasan.



"Tenangkan dirimu sayang."



Dokterpun memberikan selembar kertas yg berisikan tes lab tentang penyakit Luccas.



"Tuan berat untukku memberitahukan hal ini pada kalian, tetapi kalian harus mengetahuinya Luccas terkena Leukemia, dan itu sudah stadium lanjut"



Nyonya lim histeris dia terkejut seakan tidak percaya dengan apa yg terjadi pada anaknya tersebut jiwanya hancur ketika mendengar hal itu.



"Tidak, kau pasti salah anakku baik baik saja itu tidak mungkin" Teriak Nyonya Lim menangis histeris



"Nyonya aku sudah memeriksanya 2 kali, dan hasilnya tetap sama, Luccas positif Leukemia, ini hal yg umum, hal itu memang sulit di kenali terlebih Luccas sibuk dengan pekerjaannya dan dia menyepelekan hal kecil yg terjadi padanya"



Nyonya Lim yg terkejut sampai tidak sadarkan diri di ruangan dokter tersebut, Ellia yg mengetahui akan penyakit Luccas pun tidak pernah datang untuk menemuinya dia menghilang tidak pernah menemui Luccas bahkan bisa dikatakan dia tidak sudi hidup bersama dengan pria yg hidupnya tinggal mengitung hari saja.



Luccas yg mengetahui penyakitnya tersebut hanya menghabiskan waktu di rumah sakit dengan obat obatan yg bisa memperlambat kematiannya saja, ia cukup bersyukur karna hal ini, Ellia meninggalkannya, tentu saja Luccasasih bisa menyimpan dan menebus kesalahannya pada Jenny dengan tidak berhubungan lagi dengan wanita lain, meskipun ia dan Jenny sudah tidak pernah bertemu.



\*\*\*\*\*



"Tidak mungkin itu tidak mungkin Luccas pasti baik baik saja, dia tidak akan mati dengan begitu mudah"



Jenny mencoba menyembunyikan air matanya keluar dari ruangan tersebut, Hans dan bella hanya saling menatap, dia membiarkan jenny untuk menenangkan dirinya karna di saat ada celah untuk mereka bersatu kembali tetapi ada pembatas kematian yg siap memisahkan kembali mereka



**Next Nex Next❤️❤️💋💋Likee dan komennyaaaaaaaaaaaa donggg voteeeeeeeeeeeeeeeee**