
Jenny memalingkan wajahnya, dia menatap Luccas dengan penuh air mata
"Luccassss" Ucap jenny yg langsung memeluk Lucca
"Aku tidak ingin kau bersikap dingin padaku tolonggg..
"Aku mencintaimu"Ucap jenny memohon pada Luccas
Luccas tidak menjawab satu patah katapun, dia hanya membalas pelukan jenny dengan penuh kasih sayang
Beberapa waktu berlalu hari itu jenny dan bella berada di sebuah caffe untuk bertemu
"Entahlah bella, aku sudah melamar Luccas di hadapan semua orang, tapi dia malah meninggalkan aku" Ucap jenny murung
"Ahhh mungkin dia belum siap untuk menikahimu..
"Bella apa kau percaya Luccas bisa sembuh dari penyakitnya?
"Uhuk uhuk" Suara bella terkejut dan tersedak
"Apa yg kau katakan? tidak ada yg tidak mungkin jenny percayalah aku yakin kau dan Luccas akan hidup bahagia" Ucap bella
Jenny murung, tiba tiba ia meneteskan air matanya setiap kali mengingat Luccas
"Jenny sudahlah, jangan menangis jenny, percayalah ini hanya soal ujian dalam hubunganmu dengan Luccas..
"Tapi bagai mana jika Luccas tidak bisa di sembuhkan, dia bisa saja meninggalkanku kapan saja bella, ini bukan persoalan wanita lain lagi ini tentang hidup dan mati bella" Tegas jenny menangis Lirih
"Tenanglah jenny, semua pasti ada jalan keluarnya kau harus tetap tenang..
"Jenny kenapa dia menangis?" Tanya justine yg tiba tiba menghampirinya
Jenny memalingkan wajahnya dan melirik ke arah justine"Kenapa kau bisa ada disini?
"Demyy kau juga ada disini??...
Demmy hanya menatap dingin wajah Jenny dan tersenyum tipis
Apa aku dan demmy boleh bergabung?..
"Ah iya silahkan" Ucap bella menyerukan justine dan demmy untuk duduk
"Jenny aku harus pergi, kalian lanjut saja anakku dan suamiku pasti sudah menunggu" ucap bella pada Jenny
Bella pun meninggalkan jenny justine dan demmy
"bagai mana kalian bisa ada disini?
"Aku dan demmy tidak sengaja bertemu dan memutuskan untuk makan siang bersama"jawab justine
"mmmmm...
"Jenny kenapa kau menangis? apa ada masalah??..
"Aku aku aku
"Sebaiknya kalian memesan makanannya"Ucap jenny mengalihkan
"Kenapa dia terus saja menatapku" gumam jenny yg merasa risih kepada justine
"Jenny itu..
"Apaa???..
Justine langsung mengambil tissu dan membersihkan sisa makanan di bibi Jenny, jenny terkejut dan membulatkan matanya
"Mmmm Terimakasih justine
"Bruak" Suara demmy menjatuhkan sendok dengan kesal dan langsung meninggalkan meja tersebut dengan penuh kekesalan
"Demmy apa yg terjadi??..
"Justine aku harus mengejarnya kau urus pembayarannya" Ucap jenny pada justine
Jenny langsung berlari mengejar demmy, dia bingung dengan sikap demmy yg tiba tiba meninggalkannya dengan justine
"Demmy tunggu..
Demmy menghentikan langkahnya dengan kesal
"Untuk apa kau mengejarku?" Teriak demmy dengan kesal
"Demmy apa yg terjadi kenapa kau?..
"Aku heran, kenapa semua pria tertarik padamu, bahkan pria yg ku suka saja memeprdulikanmu di hadapanku...
"Demmy kau?
"Yaaaa, Aku menyukai justine, dan kau? siapa kau? kau tiba tiba datang dalam kehidupanku, aku pikir kau adalah teman baikku, tetapi kau merebut orang yg kusuka" Teriak demmy dengan kesal
"Demmy tunggu kau salah paham, aku aku dan justine
"Demmy kau salah paham, aku tidak pernah tertarik padamu, kenapa kau menganggap hal ini berlebihan?" Tegas justine yg tiba tiba datang mendengar semua ucapan demmy dan jenny
"Dan kau, sedari dulu aku menyukaimu, aku selalu memperhatikanmu, aku selalu menahan cemburu setiap kali kau mendekati gadis gadis kampus...
"Demmy kau salah aku tidak mungkin..
"tidak mungkin apa? apa karna bentuk tubuhku? aku tidak cantik? aku gendut? aku tidak semenarik jenny?" Tegas demmy memotong ucapan justine
"Demmy aku dan justine tidak..
"Apa Luccas tidak cukup untukmu? sungguh miris sekali, Pria yg mencintaimu sedang menderita menahan sakitnya, dan kau malah mencari perhatian mencari belas kasih pada pria lain" Tegas demmy dengan kesal
mendengar hal itu jenny tidak tahan dengan ucapan yg demmy katakkan, Jenny langsung pergi meninggalkan justine dan demmy
"Tunggu jenny" Teriak justine mengejar jenny
"Bahkan dia lebih memilih mengejar jenny dari pada aku" Ucap demmy kesal
Next guys..