Ignorance Of Love

Ignorance Of Love
Semangat hidup



Luccas masih saja terdiam, dia heran dengan sikap jenny yg menghadapinya dengan santai, tidak nampak sekali rasa benci dari wajah jenny, padahal Luccas sudah meninggalkannya pada saat itu.


"Ayo makan buah ini"


Jenny mengarahkan buah tersebut ke mulut Luccas dan menturuhbluccas untuk membuka mulutnya


"Apa yg kau inginkan sebenarnya?


Mendengar hal itu jenny hanya menghela Nafasnya dengan santai, ia mencoba tetap tenang meskipun batinnya ingin memaki pria tersebut


"Apa aku perlu menjawab semua pertanyaanmu" Tegas jenny dingin


Luccas terdiam, pamuda itu mengerutkan dahinya dengan begitu banyak pertanyaan dalam pikirannya.


"Jika tidak ada hal lain sebaiknya kau pergi"


Pria itu malah mengusir jenny, karna ia rasa ini semua hanyalah omong kosong saja.


"Maaf aku bukan seseorang yg dengan mudah datang dan pergi begitu saja!!!"


Senyum tipis penuh arti itu terpancar, tatapan jenny menajam, semakin luccas menyecarnya semakin mudah bagi jenny untuk mengungkit masa lalunya


"Hentikan omong kosong ini jenny"


Luccas makin di buat kebingungan, kali ini pemuda itu meninggikan suaranya menatap jenny dengan tajam, raut wajah jenny terlihat berubah, dengan kesal dia melempar buah yg ada di tangannya


"Aku disini karna aku mencintaimu" teriak Jenny dengan kesal


pria jangkung itu hanya diam mendengar pernyataan jenny, ia berpikir apa jenny benar benar masih mencintainya atau hanya kasihan melihat kondisinya yg sudah di sudutkan oleh kematian saat ini.


"Aku tidak mencintaimu, sebaiknya kau pergi"


Pria itu mencoba mengelak, padahal sedari dulubia tisak bisa melupakan jenny, gadis yg sangat ia cintai.


"Tapi aku mencintaimu dan itu cukup bagiku"


Dengan santai tanpa rasa malu alibat penolakan luccas jenny malah mengatakan hal tersebut


"Dan sampai kapanpun aku akan tetap mencintaimu"


jenny membungkam Luccas dengan pernyataannya, pria itu langsung bangun dari duduknya dan mencoba pergi meninggalkan jenny, ia sudah tidak kuasa, menurutnya jenny hanya sedang menguji kesabarannya saja.


"Kenapa kau diam Luccas? kau mau kmnaaa???"


Jenny menvoba menghentikan luccas yg saat itu akan meninggalkannya


"Lantas apa yg ada di dalam pikiranmu? Apa kau akan menghabiskan waktu mu dengan sia sia hanya dengan seorang pria penyakitan sepertiku"


Luccas berteriak membentak jenny, seketika gadis itu pun langsung terdiam tidak mejawab satu patah katapun, matanya menggenang menatap ke arah Luccas


"Yaaa, Aku akan menghabiskan sisa hidupku hanya untuk mencintaimu"


jenny masih terlihat dingin dengan air mata yg mungkin sedikit lagi akan berjatuhan. pemuda itu langsung mengalihkan pandangannya, dia tidak berani menatap ke arah Jenny karna tidak bisa melihat jenny meneteskan air matanya


"Tolong jangan pergi lagi, aku mencintaimu, aku tidak ingin kehilanganmu lagi"


Jenny memeluk Luccas dari belakang dengan penuh harapan, yg ia tahu adalah saat ini dia masih mencintai luccas, dan Luccas saat ini juga sedang membutuhkan jenny di sisinya


"Jenny tapi aku?"


"Jangan katakan apapun.. Kita akan berusaha untuk menyembuhkan penyakitmu"


Jenny memeluk Luccas, ia semakin mengeratkan pelukannya tersebut, hingga pria itu pun Luluh, dia membalas pelukan jenny dan melepaskan rasa rindunya terhadap gadis cantik itu, bagaimana tidak, sekian lama keduanya tidak saling berjumpa, dan sekarang mereka bertemu kembali dengan ujian cinta yg lebih berat.


"Aku sangat merindukanmu jenny"


Luccas memeluk jenny, ia membelai rambut itu sambil terus mengecup keningnya. Jenny langsung mencium bibir Luccas dan memeluknya


Jenny meneteskan air matanya menatap luccas dengan tatapan sendunya. Setelah hal ini Luccas menjadi seseorang yg lebih aktif dari sebelumnya, dulu ia terlihat kehilangan semangat hidup, semenjak kedatangan jenny, dia tidak pernah meninggalkan obat dan selalu mengatur pola makannya. tentu saja semangat untuk sembuhnya semakin kuat saat wanita yg ia cintai hadir kembali di kehidupannya.


"Pahh semenjak jenny datang Luccas terlihat bersemangat kembali, kita harus banyak berterima kasih pada gadis itu" Ucap nyonya Lim memperhatikan Luccas


"Yaa mah, karna gadis itu Luccas memiliki keinginan untuk sembuh dari penyakitny"


"Bagai mana jika dia tidak bisa d sembuhkan" Ucap Nyonya Lim menjatuhkan air matanya


"Kita akan berusaha mahh"


Jenny pun menetap di rumah keluarga Lim karna dia ingin menjaga dan merawat Luccas, bahkan dia meminta ibunya yg kebetulan Dokter spesialis kangker untuk mengatasi penyakit luccas.


"Hallo mah.." Ucap jenny menghubungi mamahnya di telephone


"Yaa sayang"


Jenny menatap Luccas dan mencoba berbicara pada Ibunya


"Bisakah aku meminta bantuan mamah??"


"Katakanlah jenny, apapun yg kau minta" Ucap seorang ibu yg memanjakan putrinya


"Bisakah kau datang? Seseorang terkena penyakit yg serius , dan kau harus menyembuhkannya untuku" Tegas jenny memandang Luccas


"Katakan siapa jenny?? Aap dia kekasihmu"


Lirikan jenny kembali mengarah ke luccas sambil tersenyum simpul


"Namanya Luccas, dia pemuda yg sangat aku cintai, Mah aku harap mamaj segera datang dan menolong Luccas" Ucap jenny penuh harapan memutuskan panggilannya


Luccas tersenyum tipis memandang jenny dia merasa beruntung di saat dirinya sudah kehilangan samangat untuk hidup jenny datang dan menjadi alasan untuk dirinya melawan penyakitnya tersebut


"Apa kau sedang memandangku?"


jenny menggoda Luccas, tangan nakalnya bahkan menyentuh manja wajah tampan Luccas, pria itu hanya tersenyum tipis memandang gadis cantik itu dengan penuh kemenangan.


"Luccas aku mencintaimu" Ucap jenny yg langsung menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh Luccas


"Luccas aku mau bertanya padamu"


"Katakan" Ucap Luccas membelai mesra rambut jenny


"Apa setelah hal ini bagian itu masih berpungsi?"


Pertanyaan bodoh macam apa yg jenny tanyakan, benar jenny memang ceroboh, dia tidak pernah berpikir akan kwensekuaensi setelah ia menanyakan pertanyaan tersebut pada luccas.


"Maksudku itu"


Luccas terkekeh tersenyum tipis menanggapi pertanyaan bodoh jenny


"Kenapa kau tertawa?"


"Apa kau ingin melihatnya?"


Luccas berbisik lembut di daun telinga jenny hingga membuat bulu kuduknya merinding seketika


"Ahhh tidak tidak aku hanya"


Luccas langsung mengarahkan tangannya menuju celana yg ia kenakan


"Ah apa yg kau lakukan? Luccas apa kau tidak waras?"


Jenny berlari meninggalkan Luccas dan menutupi wajahnya dengan tangannya, pria itu hanya menertawakan jenny yg berlari keluar meninggalkannya.


NEXT GUYS LIKE KOMEN DAN BANTU VOTENYA😭😭