Ignorance Of Love

Ignorance Of Love
Chapter 29



Nyonya Tuan Lucas tidak sadarkan diri. Jeritku. Tubuhku bergetar, kami langsung melarikan Lucas kerumah sakit, aku terus saja menangis, Dokter dirumah sakit tersebut bahkan sudah sangat mengenal Lucas, aku langsung menghubungi ibuku, unruk segera menemuiku dirumah sakit, membantu menyembuhkan penyakit kekasihku tersebut. Yatuhan tolong selamatkan Lucas, dia adalah hidupku, aku tahu kau sangat baik, air mata ini terus saja mengalir, aku bahkan sudah satu jam lebih menunggu dokter keluar, perasaanku benar-benar tidak karuan. Nyonya Lim memelukku, ia mencoba menenagkanku, aku benar-benar takut, apalagi jika mengingat ucapan ibuku, jika penyakit yang Lucas derita sangat sulit untuk di sembuhkan, terlebih kangker tersebut sudah memasuki stadium lanjut.


"Bodoh, kau menangis lagi."


Aku mengenal suara ini, dan langsung memalingkan tubuhku.


"Lucas."


Aku langsung menghampirinya, memeluk tubuh Lucas dengan sangat erat.


"Aku belum mati, kenapa mau menangis."


Aku bosan mendengar kalimat itu, ia selalu saja menyisipkan kata mati dalam setiap ucapannya.


"Maaf."


Lucas mengecup pucuk kepalaku, ia bahkan menyeka tetesan air mataku dengan tangannya.


"Kau hampir membuatku jantungan."


"Bagus, kita akan mati bersama kalau begitu." Ucapnya dengan santai.


Author Pov


Jeny membantu Lucas kembali keruang perawatannya, gadis itu bahkan membaringkan tubuh kekasihnya dengan penuh kehati-hatian.


"Kau perlu mengingat ini, aku tidak akan pernah mati sebelum aku berhasil membahagiakanmu." Ucap Lucas.


Jeny langsung memeluk tubuh pria jangkung tersebut.


Klekkk...


Jeny langsung melepaskan tubuh Lucas begitu seseorang datang membuka pintu ruangan tersebut.


"Hentikan tangisanmu sayang, Lucas akan baik-baik saja." Ucap Nyonya Kim.


Jeny mendengus kesal begitu melihat sang Mama datang, mengganggu waktu berduanya dengan Lucas.


"Disini Mama dokternya, sebaiknya kau pulang. Dua hari lamanya kau tidak masuk kerja, mama sudah tidak tahan mendengar ocehan papa, yang terus saja menggerutu."


"Tapi aku ingin bersama Lucas." rengek Jeny


"Mama akan memeriksanya, sebaiknya kau keluar sekarang."


"Tapi Ma..."


Nyonya Kim menatap Jeny dengan raut wajah tanpa ekspresi, gadis itu bahkan langsung menuruti ucapan sang Mama.


"Dan sekarang giliranmu, kau harus menjaga pola makanmu, tidak boleh kelelahan, minum obat tepat waktu. Itupun jika kau masih ingin melihat putriku." Celetuk Nyonya Kim.


Pemuda itu tersenyum tipis dengan kondisi tubuh yang masih lemah.


"Apa aku bisa hidup lebih lama lagi?"


Nyonya Kim terkekeh, bagaimana bisa ia melemparkan pertanyaan bodoh tersebut pada Nyonya Kim.


“Aku hanya seorang dokter, bukan tuhan yang bisa memponis nyawa seseorang."


"Lalu apa aku bisa menikah? Melakukan hal itu, dan memiliki seorang anak?" ucap Lucas secara terang-terangan.


Nyonya Kim tersenyum tipis menajamkan tatapannya pada Lucas.


"Kau ini terkena leukimia, bukannya mandul." Celetuk Nyonya Kim.


Nyonya Kim mengerutkan dahinya, ia menatap Lucas dengan tatapan yang mematikan.


"Apa tadi kau bilang? Melakukannya? Dengan siapa kau akan melakukan hal itu?"tegas Nyonya Kim.


"Tunggu-tunggu, tidak mungkin melakukan hal itu pada Jeny, kau jangan salah paham."


Meskipun begitu, Nyonya Kim cukup kagum akan semangat Lucas yang luar biasa, berjuang untuk melawan penyakitnya. Nyonya Kim tentu tahu, hubungan Lucas dan anak semata wayangnya tersebut sudah sangat sulit untuk di pisahkan. Wanita paruh baya yang masih terlihat cantik tersebut sampai tidak bisa membayangkan, bagaimana jika Lucas pergi meninggalkan anaknya. Jeny pasti Akan sangat hancur dan terpukul, sebab penyakit ang diderita Lucas kemungkinan untuk disembuhkannya sangatlah kecil.