
Jenny langsung mencium bibir Luccas dengan lembut dan memeluknya, dia bahkan melepaskan pakaiannya yg sudah setengah telanjang
"Aku yg akan melakukannya" Bisik jenny dengan lembut di atas Luccas
Luccas menikmati setiap sentuhan jenny
"Kau mempelajarinya dengan baik sayang" Ucap Luccas menyingkirkan rambut rambut yg menutupi wajah jenny
Jenny terkulai lemah d samping Luccas, Luccas pun memejamkan matanya dan tertidur di samping jenny, tapi tidak dengan jenny dia merasa khawatir takut akan kondisi Luccas, bahkan dia hanya menatap Luccas tidur sepanjang malam ketakutannya membuat jenny tidak karuan..
Pagi pun tiba terlihat jenny memejamkan matanya di sofaa sedangkan Luccas yg menatapnya dari tempat tidur hanya tersenyum memandang jenny, Luccas langsung menghampiri jenny, dia mencium lenbut bibir jenny hingga membuat jenny terbangun
"Mmmmm" Suara jenny yg tersadar langsung memeluk Luccas
"Apa kau tidak tidur? kantung matamu terlihat menghitam?..
Jenny hanya tersenyum dia memeluk Luccas dan kembali memejamkan matanya
"Aku mencintaimu" Ucap jenny setengah mengantuk
Luccas tidak mejawab satu patah katapun
"Luccas..
Jenny mendongakan wajahnya ke arah Luccas, terlihat Luccas memejamkan matanya
"Luccas apa kau baik baik saja???
"Aku belum mati sayang, kau tidak perlu sepanik itu
"Luccas kau keterlalun" celetuk jenny dengan kesal
Jenny melihat luka lebam di tubuh Luccas
"Sayang ini??" ucap jenny menunjuk ke arah lebam ditubuh Luccas
"Itu hal biasa jenny
"Apa ini sakit?" tanya Jenny menyentuhnya
"Awww kenapa kau menyentuhnya??
"Ah maaf maaf apa ini sakit Luccas maafkan aku" Ucap jenny dengan kepanikannya
"Tidakk" jawab Luccas melebarkan senyumnya
"Kau keterlaluan"Ucap jenny memukul Luccas dengan bantal
"sayang semalam kau melakukanya dengan baik" ucap Luccas menggoda jenny
Wajah jenny memerah, dia memalingkan wajahnya menahan malu
"Kenapa kau berpaling tatap aku" ucap Luccas memalingkan wajah jenny
Jenny hanya diam menahan senyumnya
"Apa kau sudah meminum obat pencegah kehamilan?" tanya Luccas
Jenny hanya diam dan menganggukan kepalanya di hadapan Luccas
"Jenny aku mencintaimu" Ucap Luccas memeluk jenny
jenny hanya terdiam tidak menjawab satu patah kata pun membalas pelukan Luccas
"Apa yg kau lakukan?" tanya justine pada Luccas yg tidak sengaja melihatnya sedang menatap langit malam
"Kauuu...
"Dmna jenny, kenapa dia tidak bersamamu?" Tanya Justine
Luccas hanya tersenyum tipis mendengar hal yg di ucapkan Justine
"Apa kau masih mau bersaing denganku?" tanya Luccas dingin
"Kenapa kau selalu menganggapku sainganmu?" tegas justine
"Kau tidak usah berpura pura justine..
"Lalu apa yg akan kau lakukan? apa kau akan menyerah dan membiarkan jenny bersamaku?" Tanya Justine mengangkat alisnya
"Yaa..
Mendengar hal tersebut justine terkejut langsung menatap Luccas
"Apa yg kau katakan? apa aku tidak salah dengar?
Luccas hanya tersenyum dia menghela Nafasnya agar sadikit lebih tenang
"Apa kau benar benar mencintai jenny?"tanya Luccas dongin
"Apa maksudmu Luccas??
"Aku terkena Leukimia, entah sampai kapan aku bisa bertahan" Ucap Luccas dingin
Mendengar hal itu justine semakin terkejut
"Apaaa??? Leukimia??
"Aku tidak akan menghalangimu lagi jika kau ingin mendekati jenny" Ucap Luccas dingin
"Apa kau bercanda?
"Untuk apa aku membuat candaan dengan nyawaku sendiri??" Tegas Luccas dingin
Luccas langsung meninggalkan justine, justine yg masih tidak percaya menatap Luccas yg meninggalkannya
"Apa dia benar benar serius dengan ucapannya?
"Tidak tidak, dia pasti bercanda
"tapi dia memberikan jenny dengan mudahnya padaku dan itu tidak mungkin tanpa alasan" Gumam justinee
Luccas berjalan kembali kerumahnya, sepanjang jalan dia terus saja di hantui akan kematian yg bisa kapan saja memisahkannya dengan jenny
"Setidaknya aku bisa meninggalkan jenny dengan tenang jika ada yg mencintai jenny seperti aku mencintainya..
"Tidak mudah, tapi kau harus membuatnya terbiasa tanpa diriku, jika pada akhirnya aku pergi dia tidak akan begitu merasa bersedih..
"Maafkan aku jenny, hingga saat ini aku belum bisa membahagiakanmu" Gumam Luccas berjalan menatap langit dengan mata berkaca kaca
Meskipun Luccas berjuang melawan penyakitnya, tetapi dia sadar itu hanya akan memperlambat kematiannya saja tidak dengan kesembuhannya, dia sadar pada akhirnya harus meninggalkan jenny
Next guys, jangan lupa komen dan like💋❤️ yu sekalian beri 5 bintang buat karya author ini💋❤️