
Luccas terkejut mendengar pernyataan jenny, dia tertawa dan menyadari jika jenny sedang cemburu pada dokter yessi
"Hahaaa jenny kenapa kau cemburu? dia hanya membantu ibumu, kau sangat kekanak kanakan" Ucap Luccas menertawakan jenny
Jenny menatap Luccas dengan kesal
"Dasar menyebalkan"Tegas jenny dengan kesal
*****
Malam hari jenny baru saja kembali dari kantor, dia merilexkan dirinya di soffa, sesekali ia memejamkan matanya untuk melepas lelahnya sejenak
"Jenny kau kembali, mama kira kau akan langsung menemani Luccas di rumah sakit..
Mendengar suara itu jenny membuka matanya, dia melirik ke sumber suara dan tersenyum
"Aku sangat lelah, aku akan membersihkan diriku dan mengganti pakaianku" Ucap jenny santai
Suasana hening seketika, terlihat nyonya kim membawa secangkir kopi dan membuka majalah lalu tuan kim yg datang langsung menyalakan tv, Jenny membuka matanya dan melirik ke arah orang tuanya
"Jenny kenapa kau menatap kami seperti itu?" Tanya tuan kim
Nyonya kim langsung menutup majalahnya dan melirik jenny
"Mmmmmm bagai mana jika aku hamil" Ucap jenny dengan santai dan melebarkan senyumnya
Tuan kim yg saat itu sedang meminum kopinya terkejut hingga menyemburkan kopinya
"Jenny apa kau tidak waras? kau belum menikah bagaimana mungkin?..
"Aku belum hamil ayahhhh, tapi aku ingin hamil" Ucap jenny dengan bodoh
Nyonya kim hanya terdiam dan membulatkan matanya
"Maaa aku rasa anak kita benar benar sudah tidak waras" ucap tuan kim
"Menurut kalian bagaimana jika aku hamil?.." Tanya jenny dengan bodoh
"kau belum menikah siapa yg akan menjadi ayah anakmu nanti bodoh" tegas nyonya kim
Dengan spontan jenny menjawab
" Tentu saja Luccas ku tersayang" Ucap jenny semringah
tuan kim hanya menggelengkan kepalanya mendengar hal bodoh yg dikatakan jenny
"Maaa aku ingin menikahi Luccas, tolonglah kalian bicarakan hal ini dengan orang tuanya, Plissss" Ucap jenny memohon dengan wajah polosnya
Tuan dan nyonya kim hanya saling menatap, bagai mana tidak, jenny adalah putri mereka satu satunya, mengetahui kondisi Luccas dan penyakitnya orang tua jenny berpikir keras untuk memikirkan kembali persoalan ini
"Kenapa kalian diam? apa kalian tidak setuju?" Uca jenny berkaca kaca
"Jenny kita bukan tidak setuju, tapi
"Tapi apa?!?!
"Tapi Luccas sudah tidak mungkin bisa sembuh" Tegas nyonya kim dengan kesal
Mendengar hal itu jenny terkejut, dia membulatkan matanya dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya
"Jenny maaf mama tidak bermaksud..
"Jawab aku mahhhhhh" Teriak jenny dengan kesal
"20" Uca nyonya kim dingin
Jenny terkejut dan langsung berlari meninggalkan orang tuanya keluar
"Jenny tunggu..." teriak tuan kim
"Ma kenapa mama memberi tahunya" Tegas tuan kim
"Jenny benar benar keras kepala, cepat atau lambat dia harus bisa menerima semua ini" Ucap nyonya kim dingin
Luccas saat itu berada di rumah sakit menunggu kedatangan jenny, sesekali dia melirik ke jam dinding dan melihat ponselnya
"Kenapa jenny belum datang" Ucap Luccas
Terdengar suara ketukan pintu dari Luar
"Tok tok tok" Suar ketukan pintu
"Masuk" Ucap Luccas
Terlihat dokter yessi datang untuk memeriksa keadan Luccas
"Selamat malam tuan, waktunya untuk memeriksa kondisimu" Ucap yessi
"Baiklah..
"Jenny tidak disini?" tanya yessi yg memeriksa tekanan darah Luccas
"Dia mungkin masih sibuk dengan pekerjaan kantornya..
"Kau beruntung sekali memiliki gadis seperti jenny, dia bahkan sangat cantik" Ucap dokter yessi memuji jenny
Luccas tersenyum tipis, dia menyadari hal itu menyadari jika dirinya masih memiliki sisi keberuntungan dengan adanya jenny
"Sepertinya dia sangat mencintaimu..
"Hmm, aku tahu hal itu, Apa aku masih bisa di sembuhkan?" Tanya Luccas
Yessi melirik ke arah Luccas dan diam sejenak
"Tentu saja, tidak ada yg tidak mungkin, ini bukan akhir dari segalanya, teruslah berjuang, terlebih ada jenny yg tidak bisa kehilanganmu" Ucap Yessi meyakinkan Luccas
Luccas hanya tersenyum tipis tidak menjawab satu patah katapun
"Sayanggg aku datt.." Ucap jenny yg tiba tiba masuk keruangan tersebut, ucapannya terhenti ketika melihat yessi ada bersamanya
Jenny terdiam menatap mereka berdua
"Baiklah, kondisimu cukup stabil, tetap jaga dirimu agar tekanan darahnya tetap stabil" Ucap yessi
"Jenny aku permisi..
Jenny hanya menatap dingin dan tidak membalas satu patah katapun, yessi pun keluar dari ruangan tersebut, jenny menyilangkan tangannya dengan kesal menatap Luccas
Next ya guys, jangan lupa like dan komennya💋❤️