
"Breaking new,"
Jenny menyalakan televisinya, tidak sengaja chanel salurannya sedang memberitakan suatu tindakan bunuh diri.
"Seorang wanita muda ditemukan tengah melakukan percobaan bunuh diri di apartementnya, hal ini diketahui ketika saksi mendengar teriakan dari dalam kamar korban, saksi lantas melaporkan hal itu pada pihak apartement, Korban di bawa kerumah sakit A untuk menjalani perawatan, setelah penyelidikan polisi menyatakan jika wanita tersebut menderita depresi berat dan dalam pengaruh obat obatan terlarang."
"wawww.. entah aku berada di jaman apa?? ternyata ada wanita yg lebih bodoh dari wanitaku" Celetuk Luccas menggoda jenny yg saat itu sedang memeluknya
Dengan spontan jenny menyentil bibir lukas dengan jari-jari lentiknya.
"Awww,"
"jika kau mengatakannya sekali lagi aku tidak mau tdr denganmu malam ini." Celetuk jenny dengan kesal
Luccas tersenyum tipis mendengar ucapan jenny "kedengarannya sangat menakutkan, aku pikir selama ini kau yg tidak bisa jauh dariku"
jenny mengabaikan ucapan Luccas dan tidak menggubris sedikitpun hal tersebut, matanya sesekali terpejam, sebuah kenyamanan jika dirinya sudah berada dalam satu kamar lengkap dengan posisi Luccas yg memeluknya.
"Uhukkkkk... Uhukkk.."
Jenny terkejut mendengar hal itu, dia langsung mengambil segelas air hangat untuk meringankan batuk Luccas.
"Uhuk.. Uhuk"
"Luccas kau baik baik saja?"
Pemuda itu terdiam, ia menutup mulutnya dan melarikan diri ke kamar mandi, ia napak ingin menyembunyikan hal ini dari sang kekasih.
"Luccas apa kau baik baik sajaa?, Luccas kenapa kau mengunci pintunya?, Luccasssssssss!"
Jenny dengan keras menggedor pintu kamar mandi, wajahnya memucat keringatnya bercucuran di selingi rasa cemas yang luar biasa.
Di dalam kamar mandi, pemuda itu mengeluarkan darah dari mulutnya, badannya kembali terasa sakit napasnya mulai tidak beraturan.
"Darah"
Luccas langsung membersihkannya karena takut jenny mengetahui hal ini
"Tenang Luccasss, bertahanlah sampai bayi itu lahir."
Jenny terus saja mengedor pintu kamar mandi tanpa henti, dia sangat khawatir, karena Luccas sama sekali tidak mengatakan apapun padanya.
"Luccasssssss. "teriak jenny
"Apa??"
Pria itu keluar membuka pintu kamar mandi tersebut dengan santai, sontak Jenny langsung memeluknya menyentuh wajahnya dengan penuh kecemasan.
"Sayang, apa kau baik baik saja?, apa terjadi sesuatu?, katakan sesuatu?"
Luccas tersenyum tipis membalas pelukan Jenny, tingkahnya begitu menggemaskan ketika kekhawatiran itu muncul di wajahnya.
"Sayang aku baik baik sajaaa, kau tenanglah"
Sementara itu justine yg melihat berita di tv terkejut karena lokasi tempat wanita bunuh diri tersebut mirip dengan apartement demmy, beberapa waktu lalu justine memamg pernah mengantarnya jadi dia sangat yakin jika itu adalah demmy\>
"Wanita itu?? demmy?."
Justine meraih ponselnya dan mencoba menghubungi jenny.
"Jenny tolong hentikan ponselmu berbunyi" Ucap Luccas yg saat itu jenny sedang memeluk dan menciumnya tanpa henti
"Ahhhh biarkan sajaaaa"
"Jenny coba lihat ponselmu."
Jenny tidak menggubris, dia terus saja mengganggu Luccas dan mencium lehernya, dia bahkan tidak segan untuk mencium aroma ketiak Luccas yg menurutnya aroma tersebut selalu membuatnya rindu padanya, pria itu meraih ponsel jenny melihat siapa yg terus menghubunginya.
"Ini justine Lihatlahh"
Luccas memberikan ponselnya pada jenny.
Luccas lalu mengangkat telephone tersebut dan mengaktipkan pengeras suaranya.
"Jenny, Demmy mencoba melakukan tindakan bunuh diri."
Mendengar hal tersebut jenny terkejut dan langsung mengambil ponselnya dari Luccas
"Benarkah? jadi berita d tv itu?"
"Itu adalah demmy" Celetuk justine
Jenny terdiam, ia menatap sendu waajh Luccas dengan mata yg menggenang
"Ustt tenanglah, sebaiknya kau menemuinya"
Pemuda itu memiringkan senyumnya, ia mencoba menenangkan Jenny dan memeluknya.
"Tapi kau??."
"Aku baik baik sajaa, pergilah."
"Luccas aku mencintaimu" Ucap jenny memeluk Luccas dengan erat
Jenny langsung pergi kerumah sakit A untuk melihat kondisi demmy, jenny menyelusuri jalanan rumah sakit, disana sudah ada dua polisi yg menjaga salah satu ruangan di depannya, jenny menghampiri polisi tersebut dan melirik ke ruangan yg telah di jaga ketat.
"Maafkan aku pak, apa benar demmy di dalam?"
"Siapa kau? apa hubunganmu dengannya? Tegas polisi tersebut
"Aku temannya, aku datang untuk melihat keadaannya"
Lantas polisi tersebut langsung mengijinkan Jenny masuk kedalam untuk menemui demmy, terlihat demmy dengan keadaannya yg sangat buruk, ada bekas luka sayatan ditangannya, tatapan matanya kosong demmy hanya terdiam ketika jenny datang.
"Demmyy,"
"Demmy apa yg terjadi?,"
"Kenapa kau jadi seperti ini??,"
Demmy tidak merespon ucapan jenny, entah dia mendengarnya atau tidak namun tiba tiba saja demmy meneteskan air matanya, tatapan matanya kosong, ia terus saja melihat ke langit\-langit rumah sakit.
"Demmy?"
Jenny memeluk Demmy memberikan kehangatan padanya, dia menghapus air mata Demmy pandangannya lurus dengan tatapan kosong , dia terus meyakinkan demmy jika demmy tidak sendirian meskipun demmy hanya diam tidak merespon tindakan jenny.
**Nex guyss❤️💋like dan komennya, up tergantung antusiasme kalian yaa😊**