
Jenny terkulai lemah dan tersenyum menatap luccas, dia memejamkan matanya karna kelelahan, Sementara itu Luccas menutupi tubuh jenny dengan selimut dan dia pergi ke kamar mandi meninggalkan jenny
Luccas menatap dirinya di cermin tanpa busana sedikitpun, tanda tanda bercinta itu bercampur dengan tanda memar di tubuhnya
"Jenny aku telah melakukannya dengan jenny
"Dan itu adalah hal pertama baginya
Luccas melihat luka memar pada bagian tubuhnya, hal seperti itu biasa bagi orang yg terkena Leukimia, Nafasnya tidak beraturan bahkan Luccas kembali mengeluarkan darah dari hidungnya
"Tidak aku harus menahannya, aku tidak boleh membuat jenny tau akan hal ini" ucap luccas mengelap darah dengan tissu
Luccas membasuh wajahnya, dia terduduk di toilet mengatur Nafasnya agar lebih tenang
"Luccas kau harus tenang, jangan biarkan jenny meneteskan air matanya lagi" Ucap Luccas dengan Nafasnya yg tidak beraturan
Dia merasakan sesak yg luar biasa, tangannya menyentuh dada miliknya dia terus saja mencoba agar tetap tenang
"Kenapa seluruh badanku terasa sangat sakit" Gumam Luccas
"Obat, Obatku..
Luccas keluar dari kamar mandi itu dia terus memegang dadanya yg sangat terasa sesak, darah terus saja menetes dari hidung Luccas dia mengambil obat dan langsung meminumnya
"Aku harus tetap tenang"Gumam Luccas dalam hatinya
Luccas pun menjatuhkan dirinya tepat di samping jenny dengan posisi memeluk jenny
Malam pun berlalu, cahaya pun masuk dari sela sela jendela kamar Luccas dan membuat jenny terbangun dari tidurnya
"Luccas memelukku" Gumam jenny
Jenny mengalihkan pandangannya menatap Luccas
"Dia masih tertidur, noda darah" Ucap jenny yg melihat darah di selimut, dia tersenyum karna telah memberikan hal yg paling berharga dalam hidupnya pada Luccas
"Sayanggg" bisik jenny di daun telinga Luccas
Luccas tidak menggubris, jenny pun berpikir Luccas sangat lelah dan dia tertidur dengan sangat pulas, jenny menyentuh pipi Luccas dengan lembut mengusap ngusap wajah pria berahang tegas itu
"Da da da..
Jenny langsung melihat wajah Luccas dan memalingkannya, terlihat darah yg mengalir dari hidung Luccas membuat jenny terkejut
"Lucccas darah.. Luccas apa kau baik baik saja?..
Luccas tidak menggubrisnya, jenny langsung memakaikan pakaian untuk Luccas dan dirinya
"Luccas sadarlah Luccas aku mohon Luccas" Ucap jenny dengan air mata yg mulai berjatuhan
Jenny langsung berlari keluar kamar dan meminta pertolongann
"Nyonyaa tuannn Terjadi sesuatu pada Luccas tolong" terik jenny dengan cemas
Orang tua Luccas yg sedang bersantai pun terkejut dan langsung menghampiri jenny
"Apa yg terjadi jenny??
Jenny langsung kembali ke kamar Luccas
"Ketika aku terbangun Luccas sudah mengeluarkan banyak darah dari hidungnya cepat lakukan sesuatu" teriak jenny dengan cemas
Merekapun langsung melarikan Luccas ke rumah sakit, jenny langsung memberitahukan hal tersebut pada mamanya
"Ma selamatkan Luccas ma aku mohon" Ucap jenny memeluk mamanya yg baru saja tiba
"Tenanglah sayangg" Ucap nyonya kim yg langsung menangani Luccas
Jenny hanya menangis dia takut terjadi sesuatu pada Luccas, dengan keadaan lemah tidak berdaya jenny hanya terus berdoa pada tuhannya agar Luccas baik baik saja
"Aku mohon selamatkan Luccas aku mohon jangan ambil dia dariku" Gumam jenny memejamkan matanya
"Bodoh ini semua pasti karna semalam dia kelelahan"Ucap jenny menyesal pada dirinya sendiri
"Luccas aku mohon bertahanlah Luccas aku sangat mencintaimu" Gumam jenny yg terus saja menangis
"Aku juga mencintaimu jenny" ucap Luccas yg menghampiri jenny secara tiba tiba
"Tidak tidak ini mimpi" Ucap jenny yg masih memejamkan matanya
Luccas langsung memeluk jenny dengan penuh kasih sayang dan mengusap air matanya
"Luccas kau, kau , apa kau baik baik saja? Luccas kau mengeluarkan banyak dar..
"Husttt, aku baik baik saja sayang" ucap Luccas menahan ucapan jenny
Jenny langsung tersenyum dan memeluk Luccas dengan erat..
Like dan komenn, kasih 5bintang biar author gk males bikin naskah😁❤️