Ignorance Of Love

Ignorance Of Love
Chapter 25



Setelah ini aku memutuskan untuk kembali ke Negaraku, bahkan aku kembali dengan keadan yang sangat menyedihkan, aku tidak ingin melanjutkan studyku. Saat aku kembali begitu saja Papa sampai tidak mengajaku bicara selama beberapa hari. Karna menurutnya aku ini terlalu bodoh menyia-nyiakan kesempatan dan hanya bisa menghambur-hamburkan uang Papa saja. Aku memang bodoh, hanya karna seorang pria aku bahkan harus memprtaruhkan masa depanku sendiri, Papa terus saja mendesakku agar aku kembai tetapi aku ters menolak.


"Kau terlalu aku manjakan, jika kau terus seperti ini, Papa akan menarik semua asetmu." Ucap Papa.


Ayolah, sejak kapan ayahku menjadi pria kejam seperti ini. "Aku tidak ingin kembali ke kampus, aku ingin bekerja diperusahaan Papa saja."


Papa tertawa kegelian, sepertinya ia sedang sangat meremehkan aku.


"Dengan pendidikanmu saja kau tidak bertanggung jawab, dan sekarang kau ingin terjun didunia perusahaan. Tidak waras." Tegas Papa.


Aku mengerucutkan bibirku, untung saja penyelamatku yang tidak lain adalah Mama datang.


"Jeny sudah tidak ingin melanjutkan Studynya, tidak usah dipaksakan Pa, tidak baik menekan anak berlebihan." Ucap Mama.


Aku tersenyum penuh kemenangan, akhirnya dengan segala bujuk rayu mautku, Papa bersedia menariku kedalam perusahaannya. Dalam waktu satu tahun, aku sudah berhasil melupakan Lucas, itu semua berkat kerja kerasku, yang hanya menghabiskan waktuku didunia perusahaan, Aku bahkan selalu berhasil menjalankan proyek bisnis Papa, dan sekarang Papa semakin yakin dan percaya, jika aku memiliki kemampuan dalam dunia bisnis. Beberapa perushaan asih bahkan menawarkan kerja sama dengan perusahaan Papa, tentu saja dengan keuntungan yang besar.


"Ayolah, kita harus menikmatinya, kenapa mama menolak untuk pergi bersmaku dan Papa." Tegasku dengan bibir yang mengerucut.


"Mama harus mengurus pasien-pasien mama disini sayang, cepatlah kembali." Jaga dirimu.


Aku mengangguk, dan memeluk Mama, Papa dan aku berjalan beriringan untuk segera menaiki pesawat, sebelum itu aku melambaikan tanganku papa Mama. Setelah beberapa jam selama penerbangan, kini aku tiba di Negara masa lalu pahitku, mobil khusu menjemputku dan Papa, orang-orang dari perusahaan ini telah menyiapkan sebuah penginapan dengan pelayanan khusus. Sadar jika hal ini akan memakan waktu yang cukup lama. Akhirnya opapa menyuruh asistennya untuk mengurus pembelian rumah di Seoul, aku harus menginjakan kakiku dikota ini lagi, kota yang pernah menjadi saksi atas semua luka yang pernah Lucas berikan padaku.


Tidak banyak perubahan yang terjadi selama setahun aku kembali kenegara asalku. Hanya saja kota ini menjadi sedikit padat dan ramai. Bahkan ada beberapa gedung yang semakin tinggi menjulang ke atas. Padahal tahun lalu belum setinggi itu. Aku membuka jendela kamarku, semua pemandangan dikota ini bisa terlihat dengan jelas, angin berhembus, udara cukup segar, seketika Lucas kembali mengetuk ingatanku. Sedang apa dia sekarang? Apa dia bahagia menjalani pernikahannya. Usia anaknya pasti sudah berusia setahun, atau kurang dari itu. Entahlah, meskipun ia menikahi Ellia seara terpaksa, perasaan cinta akan tumbuh seiring berjalannya waktu, aku yakin sekarang keluarga kecil mereka sudah bahagia sekarang.


"Jeny..." suara teriakan Papa terdengar, aku langsung membuyarkan lamunanku dan segera menghampiri Papa.


"Kenapa kau masih belum bersiap? Dua jam lagi kau ada pertemuan."


Aku tersenyum dan langsung segera mempersiapkan diriku untuk menemui investor.