
Meskipun Luccas berjuang melawan penyakitnya, tetapi dia sadar itu hanya akan memperlambat kematiannya saja tidak dengan kesembuhannya, dia sadar pada akhirnya harus meninggalkan jenny
Luccas sampai di rumahnya dan terihat jenny sudah berdiri di depan pintu menunggunya, namun begitu Luccas mengabaikannya dan bersikap lebih dingin pada jenny
"Kau disini?...
"Sayangg kau kmna saja aku sudah lama menunggumu" Ucap jenny kesal
Luccas mengabaikannya dan tetap berjalan masuk kedalam rumah
"Luccassss.....
"Luccas kenapa kau pergii aku belum selesai bicaraaa..
Jenny kesal langsung menguntit Luccas kemna pun Luccas melangkahkan kakinya.
"Kau selalu saja bersikap seperti ini padaku, apa salahku?? tegas jenny dengan kesal
"Luccassss" Teriak jenny dengan kesal
"Aku lelah jenny, tolong jangan ganggu aku" Ucap Luccas dingin
Jenny melempar ponselnya dihadapan Luccas dengan kesal
"Dasar bodohhhh, Kenapa kau harus mengabaikanku " Ucap Luccas dingin
jenny menatap Luccas dengan kesal dan penuh amarah
"Meskipun kau berusaha menjauh dariku aku akan tetap bersamamu" Teriak jenny dengan kesal
"Aku tidak meninggalkanmu aku hanya ingin istirahat" Balas Luccas dengan kesal
"Tapi kau bersikap acuh padaku dasar bodohhhh...
Luccas menghela nafasnya dengan kasar, Dia memegang dadanya dan menahan rasa sesaknya
"Jenny pergilah..
"Tidakkk
Seolah tau apa yg akan terjadi selanjutnya Luccas langsung memalingkan wajahnya dari hadapan jenny dan menutupi darah yg keluar dari hidungnya
"Kenapa kau berpaling? kenapa kau tidak ingin menatapku
"Luccas tatap aku" Tegas jenny dengan kesal
Jenny langsung memalingkan wajah Luccas dengan kesal, terlihat Luccas meneteskan kembali darah dari hidungnya dan membuat jenny ketakutan
"Luccas kauu
"Luccas apa kau baik baik saja?
"Keluar jenny.." tegas Luccas serada kasar
Jenny langsung mengambil sapu tangan di tasnya dan membersihkan darah yg menetes dari hidung Luccas dengan penuh prrhatian dan kesabaran meskipun Luccas terus saja mengusirnya
"Hentikan jenny apa yg kau lakukan
Jenny tidak menjawab satu patah katapun, dia tetap saja membersihkan darah tersebut dan menahan kesedihannya di hadapan Luccas
"Duduklahhh" Ucap jenny dingin
"Hentikan jenny
Jenny mendorong Luccas duduk di tempat tidurnya
"Bersikap lebih rilex tolong" Ucap jenny dingin
Luccas menghela nafasnya dengan kasar, dia tidak menjawab satu patah katapun hanya menatap jenny yg terus saja membersihkan darah yg keluar dari hidungnya
"Apa sudah lebih baik?..
Luccas tidak menjawab satu patah katapun, dia tetap memandang jenny dingin, Jenny meraih obat dan segelas air yg terdapat di meja Luccas
"Minumlah.." Ucap Jenny dingin memberikan obat tersebut pada Luccas
Luccas pun membuka mulutnya dan meminum obat tersebut
"Istirahatlah, jika kau menyuruhku pergi dari hadapanmu aku akan pergi, tetapi jika kau menyuruhku pergi dari hidupmu maaf aku tidak bisa" Ucap jenny dingin
Jenny membaringkan Luccas ditempat tidur, dia lantas menyelimutinya dengan penuh perhatian meskipun sikapnya sedikit dingin
Luccas hanya menatapnya tidak berbicara satu patah katapun, jenny langsung menjatuhkan dirinya d soffa, dan membiarkan Luccas beristirahat
"Kenapa kau masih menatapku??
"Tidurlah..
"Aku tidak akan mengganggumu" Ucap jenny dingin membelakangi Luccas
Jenny menyembunyikan wajahnya, di balik itu dia meneteskan air matanya karena dia sangat mencintai Luccas dan tidak ingin kehilangannya
"Sekeras apapun kau berusaha, aku tidak akan pernah meninggalkanmu Luccas
"Aku hanya berharap semoga tuhan tetap bersikap baik padaku, semoga dia memberikan keajaiban dan mengangkat penyakitmu" Gumam jenny dalam hatinya meneteskan air mata
Luccas sedikit membaik, dia menatap jenny yg terbaring membelakanginya dengan berkaca kaca
"Maafkan aku jenny, Jika kau terus bersamaku mungkin kau hanya akan terus menjatuhkan air matamu..
"Aku terpaksa bersikap seperti ini padamu jenny maafkan aku
"Bahkan aku selalu saja merepotkanmu, aku selalu bersikap buruk padamu, aku pernah meninggalkanmu tetapi kau tetap bersedia untuk menerimaku kembali, menerima kondisi hidupku yg bergantung pada obat obatan seperti ini
"Terima kasih jenny, terima kasih kau terus saja menghujaniku dengan kebahagiaan, maafkan aku yg hanya bisa membuatmu bersedih jenny, ada baiknya jika kau tidak berasamaku dan itu lebih baik" Gumam Luccas dalam hatinya menatap jenny
Jenny memalingkan wajahnya, dia menatap Luccas dengan penuh air mata
"Luccassss" Ucap jenny yg langsung memeluk Luccas
Next guys, jangan lupa like dan komennya💋❤️