
Luccas hanya menunduk menahan malu karna hal gila yg dilakukan jenny
"kau hebat nona, plittt, terus kejar cintamu buktikan padanya jika kau benar benar mencintainya" Teriak salah seorang tamu pada Jenny yg langsung membuat semua pengunjung tepuk tangan menatap jenny
"Pa apa yg dilakukan jenny?" Ucap nyonya kim mengecilkan suaranya karna merasa malu dengan tingkah jenny
"Biarkan saja ma, dia adalah kebanggaanku" Ucap tuan kim memuji tingkah gila anaknya
Nyonya kim hanya menggelengkan kepalanya dan memegang kepalanya yg tidak pusing
"Sepertinya kita akan jadi besan tuan lim..
Kedua orang tua Luccas hanya diam tersenyum, bukan karna mereka menolak jenny, tetapi mereka hanya takut jika keluarga jenny tidak menerima kondisi Luccas yg saat ini sedang berusaha melawan penyakitnya
"Tapi tuan..
"Kau tidak perlu khawatir, selama mereka saling mencintai aku akan mendukungnya" Celetuk nyonya kim memotong ucapan Nyonya Lim
Mendengar hal itu Luccas yg hanya diam tiba tiba berdiri meninggalkan mereka dengan perasaan tidak karuannya
Jenny yg menatap ke arah meja tersebut mrlihat Luccas yg pergi keluar "Luccas tungguu akuuu" Teriak jenny turun dari panggung musik tersebut mengejar Luccas
"Mereka masih seperti anak anak" Celetuk nyonya lim
Luccas pergi meninggalkan jenny kembali kerumahnya, dengan kesal jenny mengejarnya
"Kenapa dia pergi, apa itu artinya dia menolakku" Gumam jenny dengan kesal jenny pun menghentikan taksi dan menyuruhnya untuk mengejar Luccas yg saat itu lebih dulu meninggalkannya
"Cepat sedikit paa, kejar mobil yg di depan itu" ucap jenny pada Sopir taksi tersebut
"Baik nona...
Luccas kembali kerumahnya jneny langsung meminta sopir taksi tersebut menurunkannya di depan rumah Luccas
"Stop pak disini saja"Ucap Jenny langsung membayar taksi itu dan masuk mengejar Luccas
"Bodoh tunggu aku" Teriak jenny yg langsung menghentikan Langkah Luccas
Luccas hanya terdiam tidak menjawab satu patah katapun, dia tidak berani menatap wajah jenny
"Kenapa kau pergi?...
"Jawab aku kenapa kau pergi..
Luccas tidak menjawab satu patah katapun, dia terus saja memalingkan wajahnya
"Dasar bodoh, kenapa kau diam? kenapa kau tidak menjawabku" Teriak jenny dengan kesal
"Kau mau kmna aku belum selesai bicaraa Luccasss tungguuuuu" Teriak jenny dengan kesal
Jenny mengikuti setiap langkah Luccas, Luccas terduduk menjatuhkan dirinya di soffa menghela Nafasnya dengan kasar sedangkan jenny masih saja menatap Luccas dengan kesal
"Jawab aku kenapa kau diam sajaaaaaaa" Teriak jenny dengan kesal
Luccas memalingkan pandangannya dan menatap jenny dengan tatapan dingin, Dia meninggalkan jenny pergi kekamarnya
"Luccas tunggu kenapa kau terus menghindar dariku...
jenny mengikiti Luccas ke kamarnya, dia terus saja menatap Luccas dengan raut wajah kesalnya
"Apa yg kau mau?" Tegas Luccas
"Dirimu..
"Aku tidak bisa menikah denganmu pergilah" Ucap Luccas dingin
"Terserah tapi Aku akan tetap disini" Celetuk jenny dengan kesal
"Jenny aku mohon mengertilah, aku tidak bisa menikahimu, kau tidak akan pernah bisa bahagia jika terus bersamaku" Tegas Luccas senada tinggi
"Aku tidak perduli aku hanya mencintaimu" Teriak jenny dengan kesal
"Kau benar benar tidak warasss" ucap Luccas meminum segelas air putih yg ada di meja kamarnya, di mengatur Nafasnya agar sedikit lebih tenang
Jenny menjatuhkan dirinya di tempat tidur luccas bahkan dia melepaskan hak tingginya berbaring di tempat tidur Luccas
"Apa yg kau lakukan jenny?" Tegas Luccas
"Tidur bersamamu" Ucap jenny dengan santai
"Kau benar benar tidak waras..
"Biarkan saja, kamar ini nantinya juga akan menjadi milikku" Celetuk jenny dengan santai
Luccas meninggalkan jenny ke kamar mandi dengan kesal
"Kau mau kmna???...
Luccas tidak menjawab satu patah katapun, dia mengabaikan jenny dan pergi ke kamar mandinya, Luccas menatap dirinya di cermin, dia bahkan membasuh mukanya dan berkata "Tidak aku tidak akan menikahinya, aku hanyalah pria penyakitan, bahkan setiap dia ada disisiku dia selalu menjatuhkan air matanya, dia tidak akan pernah bahagia jika dia bersamaku, maafkan aku jenny, aku hanya ingin kau bahagia meskipun tidak bersamaku, kua bahkan selalu menghujaniku dengan kebahagiaan, sementara aku hanya membuatmu bersedih setiap kali kau bersamaku" Gumam Luccas memandang dirinya di cermin
Next guys, yu baca juga S2# Bukan salah takdir jangan lupa like dan komennya❤️💋