Ignorance Of Love

Ignorance Of Love
Bagai mana selanjutnya?



"Tidak mungkin itu tidak mungkin Luccas pasti baik baik saja, dia tidak akan mati dengan begitu mudah" Ucap Jenny mencoba menyembunyikan air matanya keluar dari ruangan tersebut


Hans dan bella hanya saling menatap, dia membiarkan jenny untuk menenangkan dirinya karna di saat ada celah untuk mereka bersatu kembali tetapi ada pembatas kematian yg siap memisahkan kembali mereka


****


"Luccas ayo makan, setelah itu minum obatmu" Ucap Nyonya Lim


"Untuk apa ibu? itu semua hanya membuang buang waktu saja, pada akhirnya cepat atau lambat aku juga akan mati" Ucap Luccas dengan santai terbaring di soffa


Air mata Nyonya Lim menetes, perasaanya selalu di hantui rasa takut akan kepergian Luccas


"Ibu kenapa kau menangis? aku blm mati ibu, simpanlah air matamu"Celetuk Luccas memandang langit langit rumahny


"Jenny pasti dia sudah bahagia sekarang, dia pasti sedang sibuk menyelesaikan studynya" gumam Luccas tersenyum tipis memandang langit langit rumah


Tiba tiba seseorang datang untuk menemui Luccas, dia membawa beberapa buah dan bunga untuk Luccas


"Hanss? Aku sangat bosan melihatmu membawa semua ini" ucap Luccas langsung terduduk dari tidurnya


"Apa kau baik baik saja?..


"Sekarang aku baik, mungkin besok lusa atau nanti aku juga akan mati" Tegas Luccas


Hans hanya menghela Nafasnya, bagai mana tidak setiap berbicara dengan Luccas dia terus saja membahas tentang kematian membuat orang di sekitarnya merasa takut kehilangan Luccas


"Hari ini aku datang bersama dua gadis cantik..


"Benarkah? itu pasti putri kecilmu, Aku ingin melihatnya sebelum aku mati dimna dia" Ucap Luccas tersenyum tipis


"Luccas...


Luccas pun mengalihkan pandangannya ke sumber suara dia


"Bella? mana putri kecil kalian?


Bella pun berjalan menghampiri Luccas da Hans, terlihat di belakangnya ada jenny yg sudah berdiri menatapnya, Luccas yg melihat jenny pun terkejut dia menatap wajah Hans dan bella


"Untuk apa kalian membawanya kesini..


Hans dan bella tidak menjawab satu patah katapun dia hanya diam melihat jenny yg berdiri dan masuk kedalam ruangan tersebut


"Hans siapa gadis ini?" Tanya Nyonya Lim


"Dia adalah...


"Hallo Nyonya apa kabar? aku adalah jenny kekasih Luccas" Tegas jenny tersenyum dengan ramah di hadapan Nyonya Lim


"Kau terlihat sangat cantik na.." Ucap Nyonya Lim membalas senyuman jenny


Mendengar pernyataan itu pun Luccas terkejut "Jenny kau..


Hans dan bella pun mengajak Nyoya Lim untuk keluar dan memberikan waktu untuk mereka berdua


"Nyonya ada yg ingin aku bicarakan padamu, kau bisa ikut aku sebentar" Ucap Hans


Nyonya Lim pun tersenyum dan menganggukan kepalanya


"Nyonya berikan makanan itu padaku" Ucap Jenny meminta makanan Luccas yg ada ditangan nyonya Lim


Mereka pun pergi meninggalkan Jenny dan Luccas


Jenny masih bersikap manis, dia mencoba menyuapi Luccas makanan yg ia minta dari Nyonya Lim


"Aaaa, Ayo buka mulutmu..


Luccas hanya menatapnya dengan dingin


"Baiklah, biar aku saja yg memakannya, ini terlihat enak" Ucap jenny menyantap makanan tersebut dengan sikap bodohnya


Luccas masih terdiam dan menatap tingkah bodoh jenny


"Apa kau mau? ini sangat Lezat...


"Jenny pergilah" Ucap Luccas dingin


Jenny langsung menghentikan makannya dan menaruh piring tersebut di meja


"Kenapa kau terus saja menyuruhku pergi" Ucap jenny ketus


"Untuk apa kau datang?


"Kau saja bisa datang dan pergi sesuka hatimu dalam kehidupanku, kenapa kau bertanya seperti itu padaku" Tegas Jenny dengan sikap dinginnya


Luccas hanya diam tidak menjawab satu patah katapun, jenny hanya tersenyum tipis menatap wajahnya, dia langsung mengambil sebuah pisau dan Luccas hanya memperhatikannya


"Apa yg kau lihat?" Tegas Jenny dingin


Luccas hanya diam dan terus menatapnya


"Tenang saja, aku tidak akan membuhmu karna kau sudah meninggalkanku" Ucap jenny dengan santai, lalu ia mengambil beberapa buah dan mengupasnya


Luccas masih saja terdiam, dia heran dengan sikap jenny yg menghadapinya dengan santai


"Ayo makan buah ini" Ucap jenny mengarahkan buah tersebut ke mulut Luccas


"Apa yg kau inginkan sebenarnya?


Mendengat hal itu jenny menghela Nafasnya dia mencoba bersikap lebih sabar menghadapi Luccas


Next ya guys❤️💋Like dan komennya, Kasih bintangnya dong, biar ratingnya gk turun😣