
Jenny mengganti pakaiannya, bahkan nyonya lim memberinya minuman hangat dan makanan untuk jenny, dia terdiam di sudut tempat tidur dengan ketakutan
Kreakk" Suara seseorang mendorong pintu
Jenny menoleh ke arahnya dan langsung memeluk sosok tersebut yg datang membuka pintu kamar
"Luccasssssss..."Jenny menangis di pelukan Luccas
Luccas hanya diam tidak menjawab satu patah katapun
"Aku mohonnn aku tidak ingin mengugurkan anak kita..
"Luccas tolong terima diaaa, aku sangat menginginkannya
"Aku ingin menikah denganmu aku mohon
Jenny bersimpuh lemah, dia terus saja memohon pada Luccas agar Luccas menerima anak dalam kandungan jenny
"Kenapa kau berbohong padaku jenny?
"Aku hanya ingin menjadi istrimu menjadi ibu dari anak anakmu kenapa kau terus saja seperti ini" Tegas jenny dengan kesal
"Tapi hidupku tidak akan lamaaaaaaaa
"Aku tidak mungkin membiarkanmu membesarkan anak itu sendiri
Jenny kesal dia menatap Luccas dengan tajam
PLAK" Tamparan dari jenny
"Aku bahkan tidak memikirkan hidupku, masa depanku bahkan aku membuat malu orang tuaku sendiri karna aku ingin hidup bersamamu...
"Setelah apa yg sudah aku berikan padamu, setelah aku mengorbankan seluruh hidupku untukmu tapi kau malah bersikap seperti ini...
"Baik!!!!
"Jika kau ingin aku menggugurkannya aku akan membunuhnya!!!" tegas jenny dengan kesal
Luccas pun tersulut emosi, dia bahkan tidak tahu apa yg harus ia lakukan setelah semuanya menjadi seperti ini
"Ahhhhhhhhh kenapa kau tidak mengerti jenny, hidupku sudah tidak lama lagi kenapa kau terus saja memaksaku" Teriak Luccas dengan kesal
Jenny dengan kesal hanya diam menatap Luccas lalu pada akhirnya pergi keluar dari kamar tersebut
"Jenny kau mau kmna tunggu aku belum selesai bicara
Jenny berlari dengan kesal, dengan cepat dia menuruni tangga, tuan dan nyonya lim yg saat itu sedang membicarakan masalah ini pun melihat jenny berjalan dengan tergesa gesa gesa keluar rumah
"Jenny kenapa kau...
"Jenny tunggu jenny" Teriak Luccas mengejar jenny
Jenny mengabaikannya, Nafas Luccas sudah tidak karuan, dia berjalan memegang dadanya yg terasa sesak
Uhuk"
"Pa tolong hentikan jenny" Ucap Luccas dengan keadaannya yg mulai memburuk
"Luccas sebaiknya kau jaga kondisimu...
"Biarkan papa yg mengejar jenny..
*KEDIAMAN KELUARGA KIM..
Seseorang datang ke rumah tersebut untuk membantu nyonya kim menggugurkan kandungan jenny
"Entah apa yg harus aku katakan, tapi tolong kau urus anak itu secepatnya
"Aku mengerti, aku akan membantumu..
tuan kim pun datang menghampiri nyonya kim dan dokter tersebut
"Siapa dia ma?" Tanya tuan kim
"Ini monica dia yg akan membantu kita menggugurkan kandungan jenny
Nyonya kim memperkenalkan dokter tersebut pada tuan kim, mendengar hal tersebut tuan kim terkejut dan terlihat kesal
"Kenapa mama sangat ceroboh, apa bedanya kau dengan jenny? bagai manapun itu adalah cucu kita maaaa" Tegas tuan kim dengan kesal
"Aku tidak mau tahu, aku tidak akan membiarkan masa depan putriku hancur dan keluarga ini menanggung malu" Ucap nyonya kim langsung menarik monica dan memabawanya menuju kamar jenny
Tuan kim hanya diam menatap nyonya kim dna dokter monica, dia terlihat santai karna memang putri kesayangannya sudah pergi dari rumah ini
"Jenny..
"Jenny apa kau di dalam?" Ucap nyonya kim mengetuk pintu kamar mandi jenny
Nyonya kim membuka pintu kamar mandi tersebut tapi tidak menemukan jenny, dia mencari di setiap sudut kamar tetapi jenny benar benar tidak ada di sana
"Jennnyyyyyy kau dmnaaa?????....
Monica langsung menenangkan nyonya kim yg terlihat kesal
Mereka lantas langsung keluar dan mencari dmna keberadaan jenny
"Paaaaa apa papa tahu akan hal ini? dmna jenny? kenapa papa menyembunyikannya" tegas nyonya kim
Tuan kim menghela nafasnya dia bersandiwara seolah tidak tahu apapun pada jenny
"Kenapa kau menyalahkanku?.. biarkan saja mungkin dia sudah pergi menemui kekasihnya" ucap tuan kim dingin
"Pa tapi Luccas tidak mungkin bisa d sembuhkan...
"Aku hanya ingin putriku bahagia sebaiknya kau jangan menghalanginya jika tidak kau bisa keluar dari rumah ini" Tegas tuan kim dengan kesal
Nyonya kim terkejut mendengar pernyataan tersebut, bagai mana tidak tuan kim yg ia tahu sangat penyayang dan tidak pernah kasar bisa mengatakan hal tesebut dengan mudahnya, pertengkaran pun terjadi cukup hebat, monica yg merasa dirinya tidak dibutuhkan langsung pergi meninggalkan rumah tersebut
"maaf sepertinya aku harus pergi" Ucap monica langsung keluar dari rumah tersebut
Next guys, jangan lupa like dan komennya💋❤️dukung dan bantu vote ya guysss❤️💋