I Hate You But I Love You

I Hate You But I Love You
Jebakan



Seorang wanita mengerjap ngerjapkan matanya, berusaha


menteralisir cahaya yang masuk ke dalam penglihatan nya dari sela sela gorden


yang masih tertutup.


Reva menguap sembari merubah posisi nya menjadi duduk


sembari menyenderkan tubuh nya ke senderan ranjang.


Sesekali Reva merengang kan tangannya. Wanita itu memilih


turun dari ranjang dan membuka gorden yang ada di kamarnya. Membiarkan cahaya


matahari masuk ke dalam kamarnya membuat suasana menjadi hangat.


Tangan Salsa berusaha menghalau cahaya yang masuk kedalam kelopak


matanya. Pandangan nya teralihkan ke sebuah kotak cokelat yang berada di depan


kamarnya.


Wanita itu celingak celinguk mencari keberadaan si pemberi


kotak itu. namun nihil. Tidak ada satupun yang dia temukan tanda tanda bahwa


ada seseorang yang berada di sekitar nya. Reva menatap cukup lama kotak yang


ada di hadapan nya. Masih ragu akan kotak yang ada di hadapanya.


Dirinya sudah trauma dengan terror yang beberapa waktu yang


lalu menerornya setiap hari. Namun karena rasa penasaran nya yang sudah membuncah.


Reva mengambil kotak itu dan membawanya masuk ke dalam kamar sembari menutup


pintu balkon nya.


Karena reuni semalam. Reva bangun kesiangan, pasalnya dia


pulang terlalu larut. Dan Ayah mungkin sedang menemani Ibunya berbelanja


bulanan. Reva tidak masalah sendiri di rumah, lagian terror ini juga sudah


cukup lama tidak meneror nya kembali.


Dengan ragu, Reva membuka kotak cokelat itu. Dia sedikit


lega, karena yang ada di dalamnya bukanlah hal yang dia pikirkan sedari tadi. Tapi


dia bingung karena dia menemukan sebuah surat di dalam kotak tersebut.


Hai Reva. Ini gue Ardo. Gue mau menjelaskan sesuatu sama lo.


Gue lupa minta nomor ponsel lo kemarin. Jadi gue kirim kotak ini ke rumah lo.


maaf karena gue cuman kirim surat ini doang. Tapi gue ma ngomong sesuatu sama


surat ini. See you!!


Dahi Reva mengernyit bingung membaca sebuah surat yang ada


di dalam kotak tersebut. Ardo? Kenapa lelaki itu tiba tiba menyuruhnya untuk


datang? Rey? Apa yang terjadi dengan lelaki itu? kalimat itu selalu saja


terputar di kepala Reva. Dia masih bingung dengan surat yang ada di tangannya


ini.


Rasa penasaran Reva, membuat wanita itu memutuskan untuk


pergi dan menemui Ardo di tempat yang tertulis di surat ini. Bagaimana pun Reva


ngak bisa menutupi kalau hatinya ngak bisa berpaling dari Rey. Nama lelaki itu


terukir begitu dalam dan begitu sulit untuk di hapus. Hal ini membuat Reva


begitu penasaran.


*********************************


Reva celingak celinguk menatap ke sekeliling nya sembari


mengernyit kan dahinya bingung. Dia mencoba untuk melihat kembali alamat yang


ada di dalam kertas yang sengaja dia bawa.


“Ini benar tempatnya! Tapi kenapa suasana nya begitu


menyeramkan?” gumam Reva, mengusap tengkuk belakangan nya. kawasan yang


ditumbuhi banyak pepohonan itu membuat Reva merasa tidak nyaman. Seolah ada


seseorang yang mengikuti nya sedari tadi.


“Perasaan ku ngak enak. Lebih baik aku balik saja!” gumam


Reva, memutuskan untuk pulang. Perasaan nya semakin lama semakin tidak enak.


Ketika wanita itu berbalik hendak pergi. Tepat di depan nya


seseorang sudah berdiri dengan senyum devil yang menghiasi wajah nya. “Hey! Kita


jumpa lagi!!”


Hanya satu kalimat itu yang di dengar Reva, sebelum akhirnya


dia tidak sadarkan diri dan semua nya begitu gelap.


“Selamat bersenang senang bersama gue Reva!”