
Hari ini sama seperti hari hari yang dilalui Reva biasanya , hari ini dia memilih untuk menenangkan diri dan mencoba menguak siapa orang yang meneror nya itu, dia memilih menyegarkan fikiran nya ke Cafe garden setidaknya dengan melihat berbagai jenis tumbuhan bisa membuat pikiran nya sedikit lebih rileks.
Pemandangan yang dusuguhkan di Cafe ini membuat membuat Reva betah berlama lama hanya untuk sekedar menyesap matcha latte minuman kesukaan nya.
"Gue ngak habis pikir kenapa ada orang yang neror gue sih, trus perkara nya karena Rey, dia gak tau apa kalau gue sama Rey gak ada hubungan apa apa sekarang, iya kali gue selingkuhin tunangan gue, gue kagak sekejam itu!" gerutu Reva kesal sambil sesekali menyesap matcha latte nya dan mata nya tak lepas memandang jalan raya tepat dibalik dinding kaca tempat nya mendudukan diri nya.
Drrrtt
Getaran dari ponsel milik Reva menyadarkan dia dari fikir nya.
"Dodi ngapain chat gue, ngak biasa nya?" gumam Reva.
Dodi
Reva, Feni hampir kecelakaan dia masih syok lo bisa bantu nenangin dia ngak, gue juga mau cari informasi mengenai kecelakaan yang hampir menimpa Feni, gue boleh nitip dia sama lo ngak?
Reva
Iya gue bakalan segera ke sana, lo shareloock aja lokasi lo sekarang ya.
Ketika Reva ingin beranjak dari tempat duduk nya getaran dari ponsel nya kembali menghentikan niat nya.
0823xxxxx
Well, seperti nya teman lo lagi shock karena hampir kecelakaan, haha! Masih kurang gereget ya? Tenang aja kok gue bisa bikin yang lebih buruk lagi, lo tinggal nikmatin permainan aja, so let's play to the game, baby**!!
Reva menatap pesan dari nomor tak dikenal itu dengan raut wajah menahan marah, kali ini dia tidak ingin lemah lagi dia sudah jauh jauh ke jepang untuk menenangkan diri nya dan merubah diri nya menjadi lebih baik lagi, iya kali dia harus lemah karena ancaman begini! Dia tidak akan lagi lemah seperti dulu dia sudah berjanji pada diri nya!
Reva
0823xxxxx
Damn! Lo liat aja permainan gue! Gue bakalan pastikan lo akan berlutut di hadapan gue dan gue sendiri yang akan menjatuhkan kepercayaan lo itu sejatuh jatuhnya!
Reva
Up too you baby❤️, gue tunggu permainan lo yang menarik itu ok 😘
Tak tau kah Reva bahwa emot yang diberikan nya membuat di peneror itu setengah mati menahan marah, emot yang diberikan Reva seakan akan meremehkan lawan main nya.
Setelah mengetik balasan nya dia pun pergi mengunakan angkutan umum ke apartemen milik Dodi yang sudah di shareloock kepada nya,mobil di rumah Reva hanya satu dan itu pun dipakai oleh ayahnya sedangkan motor nya dipakai oleh ibu nya untuk berbelanja kebutuhan.
Reva menekan tombol lift untuk naik ke lantai apartemen milik Dodi namun sebelum pintu lift tertutup sempurna dia melihat pemandangan yang sangat menyesakan hati nya.
Apa yang dilihat nya sekarang Rey dengan.... Mira sekretaris nya itu. Tidak tau kah Rey bahwa kehadiran mereka di gedung apartemen ini membuat pikiran Reva semakin menjerumus ke hal yang tidak tidak apalagi mengigat mereka pernah melakukan itu kan di kantor Rey.
"Salahkah aku yang masih mencintai nya, aku tak mau munafik tuhan.jika aku boleh jujur aku masih sangat mencintai nya, belum ada orang yang bisa menggantikan nya di hati ini belum bahkan William sekali pun! Aku tau aku wanita egois yang mempermainkan perasaan William yang begitu tulus kepada ku, namun apa daya ku ketika hati ini tak bisa diajak bernegoisiasi untuk menerima kembali, munafik jika aku mengatakan bahwa aku tak pernah berfikir menjumpai Rey ketika pulang ke Indonesia nyata nya ketika nama indonesia terlintas di fikiran ku secara tidak langsung namanya pun ikut terlintas, namun aku tak ingin menjadi wanita egois, aku tak mau hati seseorang yang begitu tulus harus hancur berkeping keping karena ke egois san ku, biarlah kali ini aku egois, ya! Kali ini saja!" Batin Reva sambil sesekali mengusap lembut pipi nya yang sudah basah akibat air mata nya yang jatuh tanpa permisi.
Namun pintu lift seakan lama sekali untuk tertutup. Reva kembali melihat orang dengan memakai hoddie hitam tak lupa topi serta masker yang melekat di tubuh nya, ah! Bukan kah itu orang yang dia jumpai di Mall kemarin?
"Apa yang dilakukan nya di sini?" batin Reva berperang sampai pintu lift tertutup sempurna dan membawa dia ke apartemen milik Dodi.