I Hate You But I Love You

I Hate You But I Love You
Dendam?



Reva pov


Setelah kami membicarakan perihal kerjasama kami, aku dan Rey pun kembali ke kantor nya, bukan aku tak ingin langsung pulang tapi ada beberapa berkas ku yang tak sengaja tertinggal di sana, jadi akupun segera bergegas mengambil nya takut takut nanti bercampur dengan dokumen Rey yang menumpuk di meja kerja nya.


Aku yang melihat nya saja sudah pening bukan main bagaimana mana Rey yang harus membaca semua dokumen itu, entahlah aku tak mau memikirkan itu semua.


Saat aku masuk ke ruangan Rey bersama dengan dirinya, aku merasa bahwa sekretaris nya memperhatikan aku dari atas sampai bawah dengan tatapan tidak suka, aku tidak tau apa salah ku padanya padahal aku baru bertemu dengan dirinya tadi, apakah dia memiliki dendam padaku? Tapi kenapa? Namun aku tak mau ambil pusing akan hal itu, akupun mengambil berkas berkas ku lalu pergi dari ruangan dan perusahaan itu tetapi aku tak sengaja melihat senyum di wajah sekretaris itu, tidak! Itu bukan senyuman ramah atapun senyum biasanya itu seperti senyuman... Berbahaya.


Aku pulang sendiri dengan menggunakan taksi, ketika ke sini aku tidak membawa kendaraan karena terlambat aku tidak kepikiran untuk membawa kendaraan, terlihat konyol memang namun itulah kenyataan nya.


Rey? Dia tidak ada niatan sedikit pun untuk mengantar ku, saat aku berpamit pulang kepadanya dia hanya mengatakan hati hati dijalan, hah! Jawaban macam apa itu bahkan aku sudah mengatakan padanya bahwa aku tidak membawa kendaraan tapi di tetap tidak peduli dan mengalihkan pandangan nya pada berkas berkas yang ada di meja kerjanya, huh! Dasar tidak peka!!.


Akupun memutuskan pergi jalan jalan sebentar melepas kerinduanku di kota Jakarta ini dan kembali pulang kerumah, Sesampainya dirumah akupun masuk ke kamar setelah menyapa kedua orangtua ku yang berada di ruang tamu sedang menonton tv.


Sesampainya di kamar aku membersihkan diri lalu merebahkan badan ku di ranjang kemudian tertidur begitu saja, mungkin aku lelah selama satu harian berjalan jalan di sekitar Jakarta.


✴️✴️✴️✴️


Aku terbangun dari tidur ku ketika sinar matahari menembus tirai jendela masuk ke ke kamarku, akupun terbangun dan membuka pintu balkon kamar ku membiarkan cahaya matahari lebih leluasa masuk ke kamar milik ku namun pandangan ku teralihkan oleh sebuah kotak kado berwarna putih dengan corak yang indah yang sudah berada di balkon ku sepagi ini, tapi siapa yang memberikan nya? Aku melihat ke arah sekitar, dan mataku berhasil menangkap seseorang yang menggunakan pakaian serba hitam, aku ingin mengejar namun dia sudah terlalu jauh tak mungkin aku bisa mengejar nya.


Aku pun mengambil secarik kertas yang berada di atas kado tersebut.


"Hai Reva, selamat datang kembali di Indonesia, sebagai ucapan selamat dari ku aku memberi kan kado ini khusus untukmu semoga kamu suka" isi surat tersebut.


" Aaaaaa!!! " aku berteriak kemudian melemparkan kotak tersebut, lutut ku tiba tiba lemas membuat ku terduduk di lantai dengan bibir yang pucat pasi keringat dingin membasahi pelipis ku dan bibir yang bergetar


"Reva kamu di dalam nak, apa yang terjadi?" itu suara ayahku dari balik pintu mungkin mereka terkejut akan teriakan ku barusan.


Aku berusaha menenangkan diriku, aku tak ingin orang tua ku mengetahui bahwa aku sedang diteror sekarang,akupun segera menyembunyikan Kotak tersebut dan membuka pintu berusaha menormalkan ekspresi ku.


"Apa yang terjadi nak, kenapa kamu teriak teriak tadi? " tanya ibu tampak raut khawatir di wajah nya yang masih cantik walau sudah termakan usia.


" Ah tidak ada apa apa kok, hanya saja tadi Reva terkejut melihat kecoa lewat " alibi ku dengan senyuman yang kubuat setulus mungkin.


"Baiklah kalau begitu, cepat bersihkan dirimu lalu segera kebawa kita akan sarapan" ucap ayah dan hanya diangguki olehku, kemudian mereka pun pergi dan aku segera menutup pintu kamar ku, aku memandang lekat kotak yang berada di bawah kasurku.


" siapa dia? Siapa orang yang mengirim potongan badan tikus itu kepada ku, apakah itu sekretarisnya Rey? Aku harus mencari taunya sebelum orang lain tau akan hal ini" batin ku sambil terus memegangi dada ku masih berusaha menormalkan detak jantung ku.


Pov end


Author **sudah nepati janji kali ini yaa 😇


Jangan lupa tetap dukung Author dengan vote, like, dan comment cerita ini biar Author makim semangat 😇**