
Jangan pernah percaya dengan orang baik, ingat bahkan iblis pun pernah menjadi malaikat.
❣️ Author ❣️
Ditengah perdebatan yang terjadi, sang supir hendak melarikan diri dari kejadian itu, namun langkah nya terhenti saat Ardo tiba tiba sudah berada di depan dia dan menghalangi jalan nya untuk kabur.
"Maaf pak seperti nya anda tidak bisa kabur dari sini. "ucap Ardo dengan nada meremehkan.
Ditengah tengah kesibukan mereka menghalangi kaburnya para pelaku tiba tiba sesuatu tak terduga pun terjadi..
"Aaaa!! ". Pekik Reva yang membuat semua mata tertuju kembali kepada nya.
"Kalian semua jangan mendekat!!!, jika kalian mendekat nyawa Reva tidak akan selamat!! "ucap sang pelaku yang sudah membawa Reva menjauh dari mereka dan sudah mengarahkan pisau yang dipegang nya tadi ke leher Reva.
"Lo jangan lakuin ini, ini bukan lo, ini bukan lo Feni!! . "ucap Reva berusaha menyadarkan sang pelaku yang tak lain adalah sahabat nya sendiri.
"Diam lo!! Gue benci sama lo! Lo tau gue cinta sama Rey, tapi lo malah tega ngerebut dia dari gue!! " balas Feni dengan tatapan kebencian.
" Feni lo harus sadar! Dia itu sahabat lo! Lo tega mau ngabisin sahabat lo sendiri! Gue gak habis pikir sama lo! " ucap Rey berusaha meyakinkan Feni.
"ini semua gue lakuin karena lo Rey! Gue cinta sama lo! Tapi lo malah milih dia! Apa kurang nya gue, apa Rey jawab!! " balas Feni sambil sedikit terisak.
"Cinta itu bukan berarti kita harus memiliki Feni, jika kita bisa melihat orang yang kita cintai itu bahagia dengan orang lain walaupun tidak bersama kita itulah yang dinamakan cinta yang tulus, tapi lo sekarang hanya memiliki keegoisan dalam diri lo Feni, sadar Fen kami tau lo ngak seperti ini, lo bahkan sangat menyayangi Reva kan jadi berhenti bertindak bodoh seperti ini!"balas Rey dengan nada meyakinkan.
"Hah kalian fikir gue tidak bisa membunuh dia di sini hah!! " balas Feni setengah berteriak dan semakin mengarah kan pisau ke leher Reva.
"Jika gue tidak bisa memiliki lo Rey, dia juga tidak akan bisa! " ucap Feni sambil menatap Reva dengan penuh kebencian.
"Kumohon jangan seperti ini Fen, kumohon! "ucap Reva yang sudah mengeluarkan air matanya.
"Diam lo!! Dan gue juga mau bilang terima kasih sama lo Ardo, berkat lo gue bisa memisahkan Rey dan Reva ". Ucap Feni sambil tersenyum devil.
Mendengar penuturan Feni sontak membuat mereka semua melihat Ardo dengan tatapan heran.
"Lo bisa jelaskan ini Ardo. " ucap Morgan dengan nada dingin.
"Gu-gu-e hanya membantu dia untuk memisahkan Rey dan Reva karena kami juga memiliki tujuan yang sama, gue menginginkan Reva dan dan dia menginginkan Rey, tapi gue tidak pernah ikut dalam rencana dia untuk berusaha membunuh Reva!!" balas Ardo gugup.
"Gue tau lo gak bakalan lakuin itu,tapi hal apa saja yang lo lakuin selama ini untuk ngebantuin dia? " tanya Morgan.
" Gue yang membuat Cantika bisa pulang ke Indonesia dengan cepat, gue juga sengaja mengikuti Reva ke taman bermain kemarin dan menyuruh Cantika membuat Rey sibuk sehingga gue bisa memiliki waktu dengan Reva,dan membuat hubungan mereka semakin renggang."ucap Morgan bersalah.
"Ardo, gue gak nyangka lo bisa lakuin ini, padahal gue selama ini percaya banget sama lo." ucap Reva tak percaya.
"Maafkan gue Reva, gue lakuin ini demi lo." balas Ardo dengan mata penuh penyesalan.
"B*engsek lo! Jadi selama ini lo udah tau hubungan gue dan Reva dan lo ingin membuat hubungan kami retak, agar lo bisa bersama Reva kan! Ini yang lo namakan cinta hah!" ucap Rey berteriak dan memukul Ardo sehingga membuat bibir nya sedikit sobek dan mengeluarkan darah.
" Cih sampah!!" umpat Rey melihat Ardo dengan tatapan kebencian.
"Sudah selesai main main nya "ucap Feni dengan senyuman devil nya.
"Bisa kita kembali ke permainan awal? " ucap nya lagi.
"B*engsek lo! Lepaskan Reva! " ucap Rey yang sudah mulai emosi.
"Tidak semudah itu sayang, kau tahu penculikan Reva dulu, kau pikir siapa yang merencanakan itu semua hah." balas Feni dengan senyum devil nya.
"B*rengsek lo!! " umpat Rey mulai emosi.
" Feni cukup sudah lo main main nya! Sekarang lepaskan Reva! "ucap Morgan yang juga sudah mulai terpancing emosi.
"Oh tentu tidak, sekarang dia harus rasakan rasa sakit yang gue rasakan! " balas Feni berteriak dan hendak mengores kan pisau itu ke leher Reva.
"Cukup b*doh! Mau sampai kapan kau dipenuhi dendam seperti ini! " ucap seseorang dari belakang Feni dan memeluk Feni erat, membuat pisau itu jatuh dan tidak jadi melukai Reva.
"Lepasin gue! " balas Feni memberontak sambil memukul dada bidang pria itu.
Reva yang sudah aman pun segera dihampiri oleh Rey dan membawa dia ke tempatnya Rey dan Morgan berada menjauh dari Feni.
"Mau sampai kapan lo menyia yiakan orang yang mencintai lo dan berjuang demi orang yang tidak mencintai lo Feni. " ucap pria itu sambil memeluk erat tubuh Feni.
"Gue enggak mencintai lo, dan lo tidak mungkin mencintai gue! " balas Feni masih dengan perlawanan.
"Apa usaha gue selama ini kurang cukup untuk menyatakan gue mencintai lo Fen? " balas pria itu.
"seperti itu yang lo bilang ungkapan cinta Dodi!! " balas Feni.
"Cara menyampaikan cinta seseorang itu berbeda beda Feni, bukan berarti jika gue mencintai lo gue harus mengikuti apa yang dilakukan anak muda sekarang, gue punya cara gue sendiri dan mereka juga punya cara mereka sendiri, bahkan orang tidak waras saja berhak untuk menyatakan cinta mereka dengan cara mereka sendiri bukan? " jawab pria yang dikatakan sebagai Dodi dengan nada lembut.
"Ini cara gue mencintai lo, ini cara gue mencintai seseorang yang berharga buat gue, apa gue harus seperti mereka bersikap romantis agar lo percaya? " ucap Dodi sambil melepas pelukanya dan memegang kedua bahu Feni melihat intens mata wanita yang ada di depannya itu.
"Percaya sama gue Feni, jangan bertindak ceroboh seperti ini, Rey berhak bahagia dan lo juga berhak bahagia, jangan rusak kebahagiaan mereka dan cari lah kebahagiaan mu sendiri." ucap Dodi lagi dengan nada lembut.
"Izinkan gue menjaga lo, dan biarkan hati lo terbuka untuk gue Feni, gue gak bakalan nya nyiain lo." ucap Dodi sambil merengkuh kembali Feni ke pelukanya.
"Gue harap ini tidak hanya sekedar omongan Dodi , kali ini gue mempercayai lo jangan buat gua sakit hati untuk kedua kalinya lagi." balas Feni membalas pelukan Dodi dan menumpahkan segala kesedihan nya di dada bidang Dodi .
"Gue janji." balas Dodi sambil mencium pucuk kepala Feni.
"Lah kok jadi gue sih yang jomblo thor?, lo mah kagak adil thor_- " Morgan.
" suka hati Author nya dong kan gue yang buat cerita nya:), kalau enggak lo sama Author aja deh gue juga jomblo loh :)" Author.
"Ogah_- author jelek! " Morgan.
"Jahad lu tong:(" author.