
"Reva kemari! Sekarang!"
Reva buru buru pergi ke tempat Feni, dan dia tau satu hal bahwa kemungkinan Feni masih berada di apartemen milik Ardo dikarenakan orang tua Feni masih berada di luar negeri urusan bisnis sedangkan dia tak akan mungkin dibiarkan Ardo sendiri tanpa pengawasan, setidaknya jika Feni dibawah ke apartemen Ardo hanya dia, Ardo dan Reva yang tau kata sandi apartemen nya, perkara keamanan apartemen ini tidak usah diragukan lagi. Tapi dimana Ardo ketika Feni sedang mengalami situasi seperti ini.
Ceklek
Reva membuka pintu apartemen Ardo setelah memasukan sandinya.
Dia menatap kesekitar ruangan namun tidak ada orang di ruang depan apartemen nya, sehingga dia memutuskan untuk pergi ke kamar dan benar saja dia mendapati Feni sedang gelisah mondar mandir.
"Reva!, akhirnya lo datang juga, gue takut banget sumpah" ucap Feni setelah menyadari kehadiran Reva didepan pintu, lalu berhambur kepelukan Reva. Terlihat jelas di wajah cantik miliknya guratan ketakutan, keringat dingin mengalir di pelipis nya, Reva yang melihat itu merasa iba sekaligus bersalah, dia tau Feni terkena masalah seperti ini karena dia deket dengan Reva.
"Oke, lo tenang dulu, coba jelasin ke gue kenapa lo bisa ketakutan begini" balas Reva lalu mengiring Feni untuk ikut duduk bersama nya di tepi ranjang.
"Coba lo liat ke arah jendela!" ucap Feni sambil menunjuk sebuah jendela besar yang tertutup Gorden serta berhadapan langsung dengan sisi jalan.
Reva menatap sebentar ke arah Feni yang masih belum mengalihkan pandangan nya dari objek yang ditunjuk nya kemudian bangkit dan mengintip sedikit dari celah Gorden jendela tersebut.
Reva semakin mengernyitkan dahi kala melihat dua orang memakai hoddie hitam menatap ke arah jendela tempat nya mengintip tersebut.
"Mereka dari tadi liatin ke arah sini, sedangkan Ardo dia pergi untuk mengurus kecelakaan yang hampir terjadi sama gue, dan gue coba telpon yang lain tapi nihil, gak ada yang angkat jadi pilihan gue satu satunya cuman lo, maaf kalau gue ganggu lo" ucap Feni menghampiri Reva yang sedang mengintip dari balik jendela itu. Mendengar ungkapan Feni, Reva membalikan tubuh nya menghadap ke arah sahabat nya itu, dia melihat raut ketakutan sekaligus raut bersalah di wajah Feni.
"Sans, aja lo boleh minta bantuan ke gue kok, gak usah sungkan" balas Reva seraya tersenyum tulus lalu menepuk pundak Feni.
"Thank you, lo sahabat terbaik gue" ucap Feni lalu memeluk Reva sedangkan Reva membalas pelukan itu.
Drtt
Drtt
Getaran dari hp Reva mengalihkan perhatian nya, dia pun melongarkan pelukan nya, lalu beralih mengambil ponsel di tas slin bag miliknya yang sedari tadi belum dilepas nya.
0813XXXX
Udah selesai rindu rinduan nya lo lupa ada orang yang harus lo jaga keberadaanya?
Hahaha ternyata nipu lo ngak sulit ya:)
Reva yang melihat itu seketika memucat dia lupa kalau ibu nya juga butuh pengawasan dan bodohnya dia lari ke sini tanpa memikirkan keselamatan ibu nya.
0813XXX
Ok kalau gitu, gue cuman mau bilang hitungan ke lima lo akan dapat kabar dari seseorang kalau ibu lo sedang tidak baik baik saja sekarang.
1
2
3
Reva
Jangan coba coba!!
0813XXXXXX
terlambat sayang:)
4
5
Boom!!
Sayonara I Love you.... πΆπΆ
Bertepatan dengan hitungan ke lima sebuah panggilan masuk dari ayahnya, Reva yang melihat itu semakin memucat tubuh nya gemetar hebat dia berusaha menepis semua prasangka buruk nya.
"Hallo ayah ada apa" ucap Reva mengangkat panggilan tersebut dengan nada yang bergetar.
"Ibu mu masuk rumah sakit, ke sini sekarang" balas ayahnya terselip nada kesedihan di suara milik ayahnya.
Jderr
Bagai disambar petir tubuh Reva menegang semua prasangka buruk yang berada di pikirannya kini hilang entah kemana, secercah harapan yang di pegang teguh oleh nya sedari tadi hilang begitu saja.
Drtt
Mendengar notifikasi dari ponsel miliknya Reva cepat cepat membuka nya berharap ucapan ayahnya tadi hanya main main.
0813XXXXXX
Bagaimana, suka dengan kado gue:)
Melihat itu darah Reva seakan mendidih dan naik ke Ubun Ubun dia bersumpah akan mencari orang ini sampai ke ujung bumi sekali pun, tanpa menunggu aba aba Reva pergi meninggalkan apartemen tidak peduli dengan teriakan Feni yang memanggilnya sedari tadi.
"Telfon Dodi gue ada urusan!" teriak Reva kepada Feni yang sedari tadi mengikuti nya lalu hilang begitu saja di balik pintu utama apartemen nya.
Pikiran nya kalut, dia tak tau harus bagaimana lagi sekarang, dia terus berjalan tanpa berniat untuk mencari angkutan umum karena memang tadi dia datang ke apartemen Dodi hanya mengunakan angkutan umum.
Flashback on
Ibu Reva sedang berada di kediaman miliknya, setelah di tingalkan oleh Reva tadi tak lama kemudian sang suami menelepon dan meminta untuk diantarkan makan siang nya ke kantor nya, sekedar info ayah Reva sudah berganti profesi menjadi seorang manager di salah satu perusahaan.
Ibu Reva pun segera membuat kan makanan untuk suami nya namun ketika dia hendak memanggil Reva dia baru ingat bahwa anaknya tadi baru keluar, dia tak sengaja melihat Reva sudah keluar tadi dan ketika hendak memanggil nya Reva sudah hilang dari pandangan nya.
"Apa ku antar aja ya?" gumam ibu Reva.
"Tapi nanti kalau ngak aku antar, nanti mas makan apa, dia kan jarang makan di kantin karena tidak seusai dengan lidah nya" gumam ibu Reva menimbang nimbang keputusan nya.
"Ya udah aku antar aja dulu, kan cuman sebentar doang pasti Reva nanti bisa memaklumin" gumam ibu Reva lalu pergi dari rumah tersebut, perihal bodyguard yang disewa oleh Reva mereka hanya mengawasi diam diam saja dan entah karena mereka lengah, mereka ketiduran dan tidak tau bahwa ibu Reva sudah pergi dari rumahnya.
Ketika Ibu Reva hendak menyebrangi jalan karena perusahaan suami nya itu berada di sebrang sana, sebuah mobil dengan kecepatan tinggi melaju ke arahnya, dia yang lengah pun akhirnya tertabrak dan terpental cukup jauh.
Sementara si penguna mobil tersebut melarikan diri, darah brrcucuran di sepanjang jalan, melihat situasi tersebut para karyawan kantor yang baru keluar untuk membeli makanan karena sekarang jam makan siang dan melihat kejadian tadi, dengan sigap menghampiri wanita yang terkapar lemah tak sadarakan diri itu lalu berusaha mencari kendaraan.
Sementar Ayah Reva yang merasa tidak tenang memutuskan ke luar untuk menenangkan diri nya dan ketika dia keluar dia mendapati keramaian di jalan, karena penasaran dia pun menghampiri kerumunan itu dan mendapati istri nya yang menjadi korban tabrak lari.
Melihat itu sontak mata nya membulat sempurna, jantung nya berpacu jauh lebih cepat, kulit nya memucat.
"Ayolah tunggu apa lagi bawa dia ke rumah sakit!!" teriak ayah Reva lalu mereka pun membawa tubuh ibu Reva ke rumah sakit mengunakan mobil ayah Reva.
Flashback off
**Haiiii haii jumpa lagi sama Author
Nah kali ini Author mau perkenalkan karya baru Author judulnya itu Aletta nah kalau penasaran langsung cek profil Author aja ya.
Sinopsis:
"Lo itu kayak wanita murahan tau ngak, berapa kali gue bilang gue itu ngak suka sama lo!!Io itu ngak pantas buat gue!!"
π Jonathan petter orlando π
"lo memang benar gue ngak pantas buat lo, jadi cara satu satu nya dengan pergi dari kehidupan lo bukan?"
π gabirella Aletta fransessci π
Penasaran cerita nya yukkk baca :)
Jangan lupa tinggalkan jejak ya di cerita ini dan cerita yang baru
Dadah π**