
Author pov
Setelah Reva menyelesaikan aksi rindu rindu dengan sahabat sahabatnya tadi sekarang dia sedang merebahkan tubuh nya di tempat tidur lamanya tempat tidur yang sudah sangat dirindukan nya, sebelum itu tentu saja dia sudah berjumpa dengan orang tuanya dan berbincang bincang di ruang tamu melepas rindu kepada kedua orang yang paling dicintai dan menjelaskan perihal keterlambatan nya pulang ke rumah setelah itu dia memutuskan untuk pergi ke kamar yang dulu ditempati nya itu.
Oh iya perihal kepulangan nya ke Indonesia sudah dikabarinya kepada orang tua nya setelah dia mendapat tugas ke negara nya sendiri berita itu mendapat respon positif dari kedua orang tuanya yang merasa senang akan kepulangan anaknya itu, bukanya mereka tidak sanggup membiayai Reva pulang selama tujuh tahun terakhir ini namun Reva selalu saja membuat alasan yang tidak bisa ditolak oleh kedua orang tuanya.
sekarang? Bahkan Reva sendiri yang akan pulang ke Indonesia itu merupakan berita yang bagus untuk kedua orang tuanya, anak semata wayang nya akhirnya pulang setelah tujuh tahun mereka menahan rindu yang teramat berat.
perihal pertunangan Reva mereka sudah mengetahui nya namun mereka tidak pergi ke Jepang untuk menghadiri pesta pertunangan anaknya karena urusan ayah Reva yang tidak bisa ditunda Reva pun memaklumi itu dan mengatakan bahwa dia tidak masalah asalkan orang tuanya harus datang ke acara pernikahan nya.
*****
Reva membayangkan semua kenangan yang ada di tempat ini bagaimana kehidupan sma nya yang awal nya dia pikir akan normal seperti remaja kebanyakan tapi malah mengubah hidupnya dan membuat sebuah lubang yang begitu dalam di hati nya, Reva hanya tersenyum getir memikirkan semua kejadian yang sudah berlalu tujuh tahun yang lalu tetapi satu nama itu tak pernah luput dari ingatan Reva tanpa sadar saat mengingat Rey air mata Reva keluar merindukan pria yang amat dicintai nya namun dia harus meninggalkan nya demi kebaikan pria itu.
****
"Halo Reva kamu sudah sampai kan? Bagaimana keadaan mu? Apa kamu baik disana? " ucap seorang pria dari sebrang telfon sana
"Ayolah William jangan terlalu mencemaskan ku aku sudah sampai kok, aku baik baik saja kalau tidak bagaimana aku bisa menjawab panggilan dari mu" balas Reva sambil sesekali mengucek matanya bagaimana tidak William membangunkan dia masih sangat pagi buta begini.
"Baiklah apakah kamu tidak siap siap untuk mengajukan kerjasama ke perusahaan Indonesia itu? " balas wiliam yang hanya di balas dengan dengusan dari Reva.
"Ayolah wiliam aku tau disana sudah waktunya bekerja tapi disini masih pagi buta wiliam bagaimana mungkin aku pergi bekerja sepagi ini " balas Reva mulai jengah yang hanya dibalas dengan ucapan maaf dan kekekehan wiliam setelah percakapan singkat itu Reva mematikan panggilan mereka lalu melanjutkan tidur nya lagi.
******
Reva pergi menuju perusahaan yang ditujukan oleh pak ron presdir perusahaan tempat dia bekerja di jepang.
"Permisi boleh saya bertemu dengan presdir perusahaan ini?" ucap Reva kepada resepsionis yang berada di perusahaan itu.
"Maaf bu apakah ibu sudah membuat janji " balas resepsionis itu.
"Saya perwakilan dari perusahaan XX di jepang" balas Reva.
"Baiklah sebentar saya cek bu apakah presdir kami sedang ada Di ruangan nya " balas resepsionis itu kemudian menelfon seseorang daro telfon umum yang ada di meja resepsionis itu.
" Silahkan buk presdir kami sedang berada di ruangan sekarang lalu dia pun menunjukan jalan kepada Reva.
Pov end
Reva pov
Akupun menaiki lif menuju lantai paling atas lantai yang hanya diisi oleh ruangan presdir dan ceo saja setelah sampai aku pun mencari cari dimana sekretaris yang dikatakan resepsionis itu aku pun mencari cari ke segala arah.
"Permisi". Ucapku sambil celingak celinguk masih mencari sang sekretaris. Hingga akhirnya seorang wanita keluar dari ruangan presdir itu dengan keadaan yang sulit dijelaskan dengan kancing baju yang sedikit terbuka serta rambut yang sedikit acak acakan. Aku mulai menerka nerka apa yang terjadi di dalam sana sampai akhirnya wanita itu menghampiri aku dan bertanya tentang keperluan ku, aku yakin kalau dia adalah sekretaris yang kucari dilihat dari penampilan nya, akupun mengutarakan maksud ku dan dia pun mengizinkan aku untuk masuk ke ruangan itu.
Saat aku memasuki ruangan itu aku dibuat tercengang melihat ruangan yang sangat elegan, aku merasa kalau ini bukan sebuah kantor melainkan sebuah hotel bintang lima , saat mataku mulai menyapu ruangan itu aku melihat seorang pria sedang menatap ke arah jendela besar yang berada di ruangan itu seperti sedang merapikan jaz yang melekat sempurna ditubuh indahnya. Lelaki itu pun berbalik menatap ku seketika waktu seolah berhenti, lidah ku seakan kelu untuk berbicara mataku tak berhenti memandang nya begitu pun dia, badan ku bergetar hebat dan tangan ku pun tak sanggup menahan beban berkas yang kubawa sehingga berkas itu jadi kelantai
Dia.... Dia... Rey!!!
Hai readers author balik lagi nie maaf Buat part kali ini negantung biar para readers yang ada penasaran semua Muehehe 😂 maafkan Author atas kejahilan Author ini tapi yang penting nanti Author kalau up gak bikin penasaran lagi deh janji 😂 tapi kagak tau deh kalau berubah pikiran 😂😂**