I Hate You But I Love You

I Hate You But I Love You
Kembali



Acara reunian sudah dimulai, dan para hadirin yang ada di


tempat itu menikmati acara ini.


Banyak yang bernostalgia dengan kenangan SMA dahulu. Dan banyak


yang saling menyapa dengan teman lama mereka yang sudah lama hilang kontak.


Di tempat itu juga disuguhkan dengan berbagai acara yang


ditujukan agar mereka dapat bernostalgia dengan kehidupan remaja mereka. Masa dimana


tidak ada keluh kesah seperti sekarang.


“Reva.” Panggilan dari Feni membuat Reva yang asik memakan


cake yang dia ambil kini menoleh kearah nya.


Feni menatap ke sekeliling nya dan tidak mendapati kehadiran


lelaki asing yang datang bersama Reva tadi. “Dimana lelaki yang bersama dengan


lo tadi?” Tanya Feni.


“Wiliam? Dia pergi ke kamar mandi sebentar? Ada apa?” Tanya Reva


menatap bingung Feni yang mengangguk paham.


Feni menatap cukup lama manik mata Reva membuat Reva sedikit


risih mendapat tatapan seperti itu. “Lo yakin udah bener bener lupain Rey? Jangan


paksa diri lo Reva. Ego lo bakalan membawa lo ke yang namanya penyesalan


terbesar.” Ujar Feni menatap sendu kearah Reva.


Reva tersenyum kemudian mengalihkan pandangan nya kearah


lain. “Dulu gue udah kasih kesempatan Rey, tapi apa yang dia lakukan? Dan sekarang


ketika Wilian datang dan membawa cinta untuk gue. Kenapa gue harus menolak nya?


bukankah dia juga harus mendapatkan kesempatan seperti Rey?” ujar Reva kembali


menatap kearah Feni.


Feni menggeleng tidak terima. “Lo salah Reva. Seberapa keras


pun lo berusaha melupakan Rey lo ngak akan bisa. Karena namanya udah terukir di


hati lo dan ngak ada satupun nama yang bisa mengantikan nama nya di tahta


tertinggi hati lo.” balas Feni.


Reva tersenyum. “Lo ngak tau isi hati gue Feni. Lo cukup focus


dengan hubungan lo dan jangan pedulikan hubungan gue.” Ujar Reva lembut.


“Gue ngak bisa Reva. Gue juga yang menjadi alasan lo dan Rey


berpisah sekarang. Dan gue akan memperbaiki kesalahan yang gue lakukan dahulu. Sebelum


itu terjadi, gue ngak akan bisa hidup dengan tenang.” Ujar Feni.


Reva meletakan piring cake nya di meja yang ada di samping


merasa bersalah begitu. Ini semua udah jalan hidup gue dan ngak ada satupun


yang bisa mengubah nya, termasuk lo dan gue. Jadi ngak usah merasa bersalah ya.


Gue yakin semua ini mendatangkan kebaikan untuk gue.” Ujar Reva meyakinkan


Feni.


“Dodi manggil lo itu. Pergi gih!” ujar Reva menunjuk Dodi


dengan dagu nya membuat Feni menoleh ke belakang dan mendapati Dodi yang


memberikan isyaratnya untuk mendekat ke lelaki itu.


Feni kembali menatap Reva. “Gue pergi dulu ya. Satu pesan


gue, jangan ambil keputusan yang menyakitkan hati lo.” ujar Feni dan pergi


ketika mendapatkan anggukan dari Reva.


Reva menatap Dodi dan Feni yang menjauh dari jarak pandang


nya. Bahu nya kembali di tepuk oleh seseorang membuat nya menoleh.


“Wiliam?” ujar Reva sembari menoleh.


“Upss! Lo salah Reva. Senang bertemu dengan lo lagi.” Reva terdiam


tak percaya mendapati wanita yang ada di depan nya. wanita yang mengakibatkan


hubungan nya dan Rey harus kandas tujuh tahun yang lalu.


“Cantika?” beo Reva mengernyit bingung menatap Cantika yang


tumbuh menjadi wanita yang cantik dengan balutan dress berwarna peach membuat


penampilan nya semakin menawan.


“Iyaps! Btw siapa Wiliam? Dan dimana Rey? Aku juga inging


bertemu dengan nya setelah tujuh tahun tidak bertemu. Tidak perlu cemburu, aku


tidak memiliki perasaan apa apa lagi kepada nya.” ujar Cantika tersenyum manis


menatap Reva.


Reva menggeleng. “Gue ngak tau dimana Rey. Gue dan dia udah


ngak ada hubungan apa apa lagi.” Balas Reva santai kemudian menatap kearah


lain.


“Kenapa? Bukannya lo dan dia baik baik aja kemarin? Ck ck! Aku


turut prihatin ya.” Ujar Cantika membuat wajahnya yang dibuat semimprihatin kan


mungkin.


Reva tersenyum paksa. Jujur saja dia merasa tidak nryaman


berada di samping Cantika sekarang. Seperti ada aura aneh yang dikeluarkan oleh


wanita yang ada di samping nya.