I Hate You But I Love You

I Hate You But I Love You
Keputusan



Untuk orang yang aku sayangi, aku berharap kamu akan baik baik saja disana, tolong jaga dirimu juga ya.



❣️ Rey Thomas sanjaya ❣️


Author pov


Selepas kejadian yang terjadi tadi, mereka kembali ke rumah sakit mengantarkan Reva kembali sedangkan para pelaku sudah diringkus ke kantor polisi.


Pov end


"Nak Reva bagaimana keputusan mu sekarang nak, apakah kamu masih ingin pergi ke Jepang melanjutkan pendidikan mu disana nak? "tanya Helen.


"Benar Reva, sekarang lo sudah liat sendiri kan, kalau Rey sudah sadar akan kesalahan nya dan dia juga udah minta maaf sama lo." ucap Morgan.


Sekarang mereka sedang berada di ruangan Reva membicarakan perihal kepergian Reva ke jepang, sedangkan Feni dia belum berani menampakkan wajah nya kepada Reva sehingga dia tidak berada di situ bersama dengan Dodi yang sekarang pasti sedang menenangkan Feni.


Mendengar pertanyaan tante Helen dan pernyataan Morgan membuat Reva kembali berfikir akan keputusan yang akan dibuat nya selanjutnya.


"Reva tetap akan pergi!"Balas Reva setelah berfikir cukup lama sambil menatap ke luar jendela dengan tatapan sendu.


" Nak jangan bertindak egois, ibu tau kamu masih cinta sama Rey dan Rey juga cinta sama kamu nak, ibu harap keputusan yang kamu pilih ini tidak akan membuat kamu semakin menyesal nak". Balas Roselin ibu Reva sambil menatap sendu anak semata wayang nya itu.


"Jangan ikutin ego lo sekarang Reva tapi coba ikutin hati lo, coba jujur sama hati lo Reva! Ucap Morgan mencoba meyakinkan.


"Keputusan Reva sudah final, Reva hanya ingin melupakan kejadian menyakitkan Reva disini apa Reva gak bisa mendapatkan kebahagiaan Reva, Reva cuman ingin hidup tenang itu aja cukup! " balas Reva dengan mata yang sudah berkaca kaca.


" Baiklah nak jika itu keputusan kamu, kami juga tidak bisa memaksa kan kehendak kami." sergah ayahnya Reva berusaha menghentikan perdebatan ini.


Sedangkan Rey yang berada di depan pintu kamar rawat Reva yang sedikit terbuka itu mendengar semua percakapan yang ada di dalam hanya bisa menahan sakit hati yang di rasanya, ingin sekali dia memeluk Reva sekarang dan mengatakan bahwa dia mencintai wanita itu, namun semuanya terlambat, dia harus merelakan wanita yang dicintai nya harus pergi dari hidup nya karena kesalahan yang dilakukan nya.


"*T*erima kasih Reva, terima kasih sudah hadir di hidupku dan mewarnai hidup ku walau hanya sebentar, dan ku harap kamu bisa menemukan yang lebih baik di sana. " batin Rey dari balik pintu itu lalu pergi


Reva yang sudah sedari tadi sadar akan kehadiran Rey dibalik pintu hanya bisa memendam rasa cinta yang dimiliki nya.Rasa kecewa yang terlalu dalam kepada Rey membuat nya lebih memilih pergi dari kehidupan pria yang dicintai nya dan berusaha mencari kebahagiaan nya walaupun dia sendiri tau kebahagiaan nya sudah pergi bersaman dengan pergi nya Rey dari rumah sakit itu.


2 minggu kemudian


Semenjak kepergian Rey dari rumah sakit itu dia benar benar tidak lagi menampakkan wajah nya di hadapan Reva, sepertinya dia memang benar benar menepati janji nya.


Sedangkan Reva, tak bisa dipungkiri lagi dia sangat merindukan pria itu, dia sangat berharap bahwa Rey datang dan akan menghentikan kepergian diri nya sekarang yang sudah di bandara untuk pergi ke Jepang ditemani dengan orang tua dan beberapa teman temannya. Namun sepertinya dia terlalu berharap, apa yang dipikirkan nya tak terjadi sekarang.


"*A*pa yang aku pikirkan? Dia akan datang ke sini dan menghentikan aku, bahkan untuk mengucapkan perpisahan saja dia tidak ada, bodoh mengapa kau terlalu berharap dengan dia!". Batin Reva sambil tersenyum kecut membayangkan semua kenyataan pahit ini.


Perhatian perhatian untuk para penumpang maskapai XXX diharapkan untuk bersiap siap karena pesawat XXX akan segera take off!" pemberitahuan dari bandara merujuk kepada pesawat yang akan dinaiki oleh Reva.


"Ibu, ayah, tante, om, dan kk Morgan. Reva pergi dulu ya, nanti kalau ada waktu Reva bakalan balik ke sini kok, kalian jaga diri baik baik di sini ya!" pamit Reva kepada orang orang yang mengantar dia ke bandara sekarang.


" Kamu jaga diri kamu baik baik ya nak " ucap Helen sambil mencium pucuk kepala Reva.


Begitu juga dengan ibunya serta pelukan dari ayah nya.


"Lo yakin gak nunggu dia?" ucap Morgan.


"Tidak usah ditunggu kk dia gak bakalan datang." balas Reva tersenyum kecut. Ya sudah kk tidak papa Reva pamit dulu ya kk". Ucap Reva lagi.


"Baiklah, lo hati hati di sana ya, kalau ada apa apa hubungin aja gue ok!" balas Morgan.


"Baiklah kk, semua nya aku pamit dulu ya. "ucap Reva dan mulai membawa koper serta barang bawaannya menjauh dari mereka.


" Reva!! " teriak seseorang dari belakang Reva membuat Reva menghentikan langkah nya.


Kira kira siapa ya yang memanggil Reva? 🤔 kalau tau coba tulis di kolom komentar 😀


Hai readers selamat hari raya idul fitri mohon maaf lahir dan batin, maaf ya kalau selama ini Author ada salah sama kalian, atau cerita yang Author buat tidak berkenan di hati kalian, sekali lagi Author minta maaf karena Author juga manusia yang tak luput dari dosa 🙏 🙏 😇😇