
Dodi, Morgan dan Feni berdecak kagum melihat dekorasi yang
di rancang di dalam gedung sekolah. Mereka mengambil tema outdour, yaitu di
taman belakang sekolah yang sudah di dekor sedemekian rupa.
“Padahal dulu gue pas di sini. Ini taman masih jadi tempat
cabut. Masih banyak rumput nya. sekarang cantik bener! Pala ada air mancur nya
lagi!” ujar Dodi menunjuk kearah air mancur yang tidak ada sewaktu mereka SMA
dahulu.
Ketiga orang itu bertegur sapa dengan orang orang yang sudah
datang dalam acara reunian ini. Orang orang yang dahulu menginjakan kaki di
sekolah ini mengunakan pakaian putih abu abu. Kini datang dengan segala profesi
yang sudah mereka kecam saat ini.
Masa SMA adalah masa di mana untuk terakhir kali nya kita
menikmati indah nya masa sekolah. Tak perlu memikirkan segala beban hidup yang
akan kita tanggung ketika kita dewasa. Masa dimana benih benih cinta mulai
tumbuh. Sekaligus masa yang akan menjadi penentu kita sukses atau tidak nya di
masa depan. Masa dimana garis finish dari kehidupan sekolah kita dan harus
berani untuk melangkah dan keluar dari zona nyaman. Berani untuk mengetahui
sisi sisi dari dunia.
Baju bisa di beli, sekolah bisa di datangi seperti sekarang.
Tapi, kenangan tidak akan pernah bisa terbeli.Seribu kali pun berpijak di
gedung yang sama, seribu kali pun kita mengunakan seragam kita dahulu. Kenangan
itu tidak akan pernah datang kembali. Ah! Aku jadi merindukan masa SMA!
Semua murid murid yang sewaktu dahulu terlihat begitu polos
dan culun kini sudah bertranformasi menjadi wanita wanita dan lelaki yang
memiliki style mereka masing masing.
Disaat Feni, Morgan dan Dodi asik bercengkarama dengan teman
teman lama mereka. Semua pandangan mata teralihkan kearah pintu utama ketika
mendapati orang yang menjadi primadona sekolah dahulu sekaligus orang yang
paling ditunggu kedatangan nya.
“Itu Rey bukan sih? Astaga makin ganteng banget!! Dulu aja
ganteng, sekarang makin ganteng buset!! Bisa kagak sih gue minta sama Tuhan
kalau dia jodoh gue?!”
“Astaga abang Rey! Makin buat hati adek meleleh bang!!”
“Ngak dulu ngak sekarang masih aja tampan! Kapan gue punya
cowok kayak gitu?!”
Banyak para wanita yang dahulu meganggumi Rey kini kembali
dibuat takjub ketika Rey datang dengan gaya nya yang begitu style dan tampilan
nya yang begitu rapi membuat hati wanita siapapun akan meleleh jika melihatnya.
“Yahhhh udah ada yang punya!!”
“Bukannya dulu dia sama si Cantika ya? Kenapa sekarang udah
Bisik bisik kembali terdengar ketika mereka mendapati kalau
Rey datang dengan mengandeng seorang wanita. Wanita yang memiliki paras cantik
di samping Rey membuat siapapun iri akan kecantikan nya.
Bertepatan dengan Rey dan sosok wanita cantik itu masuk,
kini Rey dan sosok lelaki tampan masuk membuat semua orang tercengang melihat
penampilan wanita itu.
Bahkan Rey yang baru saja mengambil posisi dan tidak sengaja
menatap Reva, kini tidak bisa mengalihkan pandangan nya dari Reva. Balutan
Dress abu abu yang membentuk body Reva membuat wanita itu semakin cantik bak
bidadari. Belum lagi rambut nya yang biarkan digerbang dengan polesan make up
yang begitu cantik mampu membuat siapa saja tidak berpaling dari Reva.
Rey mencoba tersenyum ketika arah pandang nya menatap ke
samping Reva. Sosok lelaki yang di perkenalkan Reva kepadanya sebagai tunangan
nya sekaligus calon suami nya. lelaki itu juga tak kalah tampan dengan pakaian
tuxedo.
“Ternyata memang benar tidak ada celah lagi untukku. Aku hanya
bisa berdoa yang terbaik buat mu Reva. Jaga diri baik baik ya ketika aku udah
ngak bisa jaga kamu di dunia ini.” Batin Rey dalam hati sembari tersenyum
getir.
“Astaga!! Reva!! Lo makin cantik aja!” Feni menghampiri Reva
kemudian memeluk wanita itu. salam pertemuan setelah beberapa hari mereka tidak
bertemu.
“Lo?” Tanya Dodi menunjuk lelaki yang berada di samping Reva
sembari menaikan satu alis nya. Tak berbeda dengan Morgan yang juga menghampiri
Reva yang baru saja datang dan menatap penuh tanda Tanya.
“Kenalin dia calon suami gue.” Ujar Reva memperkenalkan
wiliam yang dia bawa untuk reuni kali ini. Pandangan Reva melirik kearah Rey
yang juga tengah menatap nya. wanita itu sedikit kesal melihat kalau
sekeretaris Rey yang menjadi pendamping lelaki itu malam ini.
“Calon suami?” Tanya Feni bingung.
“Truss hubungan lo sama—
“Kami udah ngak punya hubungan apapun sejak tujuh tahun yang
lalu.” Potong Reva cepat sembari melirik kearah Rey.
Morgan, Dodi dan Feni saling berpandangan. Bagaimana mereka
bisa menyatukan Rey dan Reva jika hubungan mereka saja semakin rumit.
“Kau benar Reva. Tidak seharusnya aku berharap selama tujuh
tahun ini kepadamu. Semoga kau bahagia ya. Dan jangan lupakan aku nantinya. Aku
sayang kamu.”