
Reva pov
Tak lama setelah kejadian itu ponsel miliku yang berada di nakas samping tempat tidurnya berbunyi menandakan ada notifikasi yang masuk.
Feni
Reva kawanin gue yuk ke
Mall bosen di rumah mulu :(
Magerr:)
Feni
Lo mah jahad benar,
Lagian kan lo kan baru
Pulang elah, ayo lah gue
Bosen nih_-
Saat hendak ingin membalas pesan yang dikirim kan Feni tiba tiba masuk notifikasi lain yang ternyata si pengirim adalah Rey, akupun segera membuka pesan yang dikirim nya.
Rey
Cepat siap siap, hari
Ini temanin saya pergi
Sekalian saya mau bertanya
Lebih detail mengenai
Perjanjian kemarin.
Baik pak saya akan siap siap
Rey
Tidak usah, saya jemput kamu!
Tidak ada penolakan!
Pemaksa_-!
*Read*
Setelah mendengar ajakan Rey tadi sebuah ide terlintas di pikiran ku sehingga dengan cepat aku membalas pesan yang dikirim Feni tadi.
Ok, gue gue ikut sama lo
Ke mall , tapi ajak juga, Dodi sama
Morgan juga, anggap aja kita
Lagi reunian:)
Feni
Lah kok_-..... Iyadeh Semerdeka lo
Tempat nya Sampai jumpa
di sana😘
Feni
Aman:)
Akupun bersiap siap sambil menunggu Rey datang menjemput ku di rumah.
Setelah tiga puluh menit aku menunggu, hingga tak lama kemudian suara klakson mobil yang berada di luar rumah yang kuyakin milik Rey berbunyi,akhirnya akupun turun ke bawah.
Saat hendak turun, aku melihat ibu membuka pintu untuk Rey, nampak raut wajah terkejut dari ibu melihat kedatangan Rey sedangkan Rey hanya menatap datar ibuku. Bukanya ibu atau ayah benci padanya hanya saja mereka sedikit kecewa dan sekarang pun hubungan mereka sudah semakin renggang.
Aku melihat ibu mempersilahkan dia masuk, lalu ibu langsung pergi ke dapur menyiapkan teh untuk Rey. Akupun akhirnya turun dan menjumpai dia.
"Sudah bisa kita pergi sekarang?" tanya nya padaku sambil berdiri dari duduk nya lalu menghadap ke arah ku.
"Tunggu sebentar pak, saya mau jumpai ibu saya dulu " ucap ku formal lalu pergi menjumpai ibu di dapur, saat ku beritahu perihal kepergian ku dengan Rey, awalnya dia menolak tapi aku mencoba meyakinkan ibu, bahwa semua akan baik baik saja, akhirnya dengan berat hati ibu megizinkan aku pergi.
Aku tau dia khawatir padaku, dia tak ingin aku kembali lagi sakit hati untuk kedua kalinya.
Di perjalanan ke Mall tak ada yang membuka percakapan sampai kami tiba di sebuah pusat perbelanjaan yang cukup terkenal, kami pun segera pergi ke kafe yang berada di pusat perbelanjaan itu, menunggu Feni dan yang lainnya, sedangkan Rey tidak tau kami akan menunggu siapa, aku hanya beralasan bahwa aku ingin menjumpai teman teman ku di sini dia pun hanya acuh dan kembali memainkan ponsel milik nya hingga tiba tiba suara memanggil kami dari belakang Rey.
"Yoo Reva apa kabar, lo rindu sama gue kan makanya lo nyuruh yayang beb ngajakin kita ke sini" celetuk Dodi sambil menghampiri Reva belum menyadari keberadaan Rey.
"Iddih kepedaan lo bagong, Reva itu--- lo? " balas Morgan yang ikut bersama Dodi dan Feni namun ucapan terhenti saat matanya tak sengaja menangkap manik mata hitam milik Rey.
"Hai Reva, oh hai juga Rey" ucap Feni yang datang bersama Dodi dan Morgan yang tadi sudah duluan menyapa,namun dia masih ragu saat menyapa ke arah Rey.
" Yayang beb, apaan sih lo kebanyakan mikirin Rey makanya jadi--- ehkm " ucapan Dodi terhenti saat mendengar suara deheman tak lama kemudian matanya melirik ke arah sumber suara dan melihat manik mata hitam milik Rey, mereka menatap Rey dengan raut wajah terkejut sementara Rey menatap mereka dengan wajah datar.
✴️✴️✴️✴️
Kami sudah duduk di kafe ini, suasana kecanggungan masih terasa sekali semenjak kejadian beberapa menit yang lalu.
"Jadi gini, gue langsung to the point aja deh, gue mau lo bertiga kembali kayak dulu lagi, percaya gak percaya kalian itu gak cocok begini, mana tiga sahabat yang mewarnai masa masa SMA gue dulu, ayo lah gue yakin kalian juga masih saling menyayangi kan" ucap ku menjelaskan kepada mereka.
"Maaf Reva, kami gak punya sahabat br*engsek kayak dia, kami gak sudi!! " balas Dodi sarkas sambil merlirik tajam ke arah Rey, sedangkan yang dipandang hanya berwajah dingin
" Maksud lo, apa" tanya ku penasaran dengan dahi yang sudah berkerut.
"Dia gak seperti apa yang lo liat Sekarang" balas Morgan dengan nada dingin,aku semakin mengerutkan kening ku tak mengerti jalan cerita mereka.
"lo tau Reva, baj*ingan ini, semenjak lo pergi kerjaan nya selalu mabuk dan pergi ke bar, berapa kali gue selalu memergoki dia bahkan gue ngak tau sudah berapa banyak wanita yang ditiduri nya" ucap Dodi setengah emosi.
"Dodi udah, itu gak perlu dibahas" balas Feni berusaha menenangkan Dodi.
"Ngak, Fen selama ini gue selalu diam kalau dia buat kesalahan bahkan ketika dia melukai hati Reva dulu gue diam, tapi sekarang enggak, gue nyesel tau ngak berteman sama orang bren*sek kayak dia " balas Dodi sarkas sementara aku, air mataku sudah lolos mengalir ke pipi ku, mendengarkan penuturan dari Dodi aku tak menyangka definisi berbeda maksud Dodi dulu kepada ku adalah Rey yang seperti sekarang, mungkin sekarang aku tau apa yang dilakukan Rey bersama dengan sekretaris nya kemarin, saat aku ingin berjumpa dengan nya, membayangkan nya saja hati ku rasanya sangat sakit, nafas seolah olah tercekat tak bisa mengucapkan apa apa lagi, jujur aku masih mencintai Rey, sangat, aku berusaha melupakan nya tapi entah apa permainan takdir sehingga aku dipertemukan kembali padanya.
Aku menatap ke arah Rey dengan mata yang sudah berkaca kaca, terlihat di wajah ku raut wajah kekecewaan namun dia hanya membalas dengan wajah datar nya seolah olah dia tak pernah melakukan hal itu.
"Reva, udah dong jangan nangis trus," ucap Feni mencoba menangkan ku.
"Hal ini tidak ada urusan nya dengan kalian " ucap Rey tiba tiba dengan wajah datar nya.
" Gue butuh waktunya Fen" ucapku ingin hendak pergi namun terhenti saat aku ingin berbicara kembali.
"Tapi aku mohon selesai kan perkara kalian sekarang juga, setidaknya kalian sudah lebih mengenal satu sama lain, aku berharap kalian bisa bersikap dewasa, menopang teman nya yang sedang terpuruk bukan malah meninggalkan " ucap ku lagi tanpa menoleh ke arah mereka lalu pergi dari tempat itu dan tak lama juga Feni mengejar aku meninggalkan ketiga mantan sahabat itu kembali dalam pikiran mereka masing masing.
Pov end
**Haiiii welcome back, gimana part kali ini seru ngak, maaf ya kalau fell nya gak dapat 😀😇
Jangan lupa komen, like dan juga vote cerita Author ya biar Author nya makin semangat.
Oh iya author juga mau promosi ni jangan lupa mampir ke cerita baru Author judulnya sugar daddy dijamin enak deh ceritanya.
See you 😇😇😘**