
"Nyonya Reva klien anda sudah menunggu di bawah." ucap seorang asisten wanita di sebuah ruangan dengan susunan barang yang terlihat sangat elegan.
"Baiklah kamu boleh pergi" balas wanita yang sedang menatap ke arah luar dari balik jendela besar yang berada di ruangan nya itu tanpa berbalik melihat wanita yang memanggil dirinya tadi.
Asisten Wanita itu pun segera pergi dari ruangan manager itu dan menutup kembali ruangannya.
Reva pov
Tidak terasa sudah 7 tahun semenjak kedatangan ku di jepang ini, awalnya aku berfikir dia bakalan datang dan menjemput ku pulang tapi itu semua hanya angan angan belaka, lihat! Bahkan sampai sekarang dia tidak pernah mengabari ku seakan akan aku tidak pernah ada di hidup nya. Batinku tersenyum kecut sambil memandang langit
biru dari balik ruanganku.
"Hallo will ada apa? " ucapku dengan ponsel yang berada di telinga ku sebelum bergetar di saku jas ku.
" Ayolah sayang mau sampai kapan kamu di ruangan mu dan memandang langit seperti biasanya, klien mu sudah menunggu di sini". Balas seseorang dari sebrang ponsel dengan nada lembut.
"Baiklah William aku akan turun, maaf membuat mu menunggu." balas ku merasa bersalah.
"Jika hanya aku yang menunggu mu, aku sanggup menunggu sampai berapa puluh tahun lamanya sayang, tapi disini kita memiliki klien."balasan dari sebrang sana yang dikatakan sebagai William.
"Baiklah, baiklah jangan mengombal terus, baiklah aku akan segera kesana."balasku sambil tersenyum.
Aku pun pergi meninggalkan ruangan manager yang ku tempati selama ini menuju ke ruangan rapat.
William Derrick dia tunangan ku saat ini, seorang Ceo dari sebuah perusahaan ternama di jepang. Dia lelaki yang baik, semua jabatan yang dipegang nya saat ini itu berasal dari kerja keras yang dimiliki nya, dia lelaki pekerja keras, semua yang dia dapat tidak lah mudah, aku dan dia dulu satu kampus dan kami pun magang di perusahaan yang sama dan menjadi karyawan tetap di perusahaan itu. Tetapi karena kerja keras dan kecerdasan yang dimiliki nya dalam jangka tiga tahun dia dapat posisi menjadi seorang Ceo termuda di perusahaan itu, sedangkan aku diangkat menjadi manager. Gelar yang dimiliki nya ditambah dengan paras wajahnya yang sangat tampan membuat siapa pun wanita yang ditemuinya berharap menjadi masa depan William, tapi ntah apa yang dia pikirkan sehingga dia memilih ku dulu, sebagai wanita biasa aku sangat senang tapi ntah kenapa hatiku menolak cinta yang diberikan William kepada ku, dulu aku sempat ingin mengakhiri hubungan kami karena William pantas mendapatkan wanita yang mencintai dia dengan tulus namun dia menolak dan percaya suatu saat nanti aku pasti akan mencintai nya juga.
Setelah beberapa lama kami pacaran akhirnya dia memutuskan untuk bertunangan dengan ku tahun lalu, itu merupakan hari yang paling membahagiakan semua orang, tapi tidak diriku, semakin ada keseriusan di hubungan ku dengan William semakin aku merasa ada yang hilang dalam hidup ku.
*******
"Dalam rapat kali ini sudah diputuskan manager Reva akan menjadi perwakilan perusahaan kita ke Indonesia" ucap pak Ron presdir perusahaan kami.
"Maaf pak boleh saya ikut menemani Reva pak? "tanya William dengan wajah khawatir.
"Tidak bisa William, kami seorang CEO di sini, kamu juga memiliki tugas penting di sini, saya harap kamu dapat profesional!." balas pak Ron dengan tegas.
"Baiklah pak saya akan pergi ke Indonesia besok pak. " ucapku berusaha menyelamatkan William dari amarah pak Ron.
Haiiii readers maaf ya selama ini gak bisa update karena Author nya lagi ujian jadi harap dimaklumi dikarenakan ujian yang Author hadapi sangat berat seperti berat meninggalkan dia... Eakkk curhat kan jadinya๐คฃ๐
Jadi inti nya Author minta maaf ๐ sebesar besarnya nya.๐