
Rey dan Reva pun akhirnya pergi ke bioskop seusai dengan permintaan Rey tadi dan sekarang mereka sudah sampai di sebuah bioskop ternama mereka pun bergegas masuk ke dalam bioskop itu.
"Kyaaa mimpi apa gue, liat cogan disini!"
"Astoge calon suami gua ya Allah"
"Aaaa culik adek mas!"
Begitulah teriakan dari para wanita yang melihat Rey yang sedang berjalan dengan langka gagah nya tetapi masih dengan tampang andalan nya, Reva yang berada di samping Rey hanya meringis sadar akan posisi nya saat ini.
Rey yang melihat rautan wajah Reva yang berada di belakang nya dengan keadaan menunduk kemudian mengengam tangan Reva erat lalu membawa nya berdampingan dengan nya, Reva yang menyadari akan kejadian itu sontak mendongkakan kepala nya melihat Rey lalu kembali melihat tautan tangan mereka."Jangan nunduk nunduk begitu, saya di sini bukan di sepatu kamu" bisik Rey tepat di telinga Reva membuat Reva gugup dengan Rona merah yang berada di pipi nya dia pun semakin menundukan kepala nya menghindari Rey melihatnya Rona merah di wajah nya.
"Yah udah ada yang punya!"
"Potek hati adek mas!"
"Ganjen banget sih itu cewek, cantikan gue lagi"
Mendengar perkataan terakhir pengunjung di tempat itu membuat Reva tanpa sadar semakin mengeratkan tautan tangan mereka Rey yang menyadari itu pun sontak menatap tajam ke arah para pengunjung itu membuat para pengunjung itu kembali terdiam.
"Kamu tunggu di sini ya, saya mau membeli tiket dulu" ucap Rey lalu meninggalkan Reva berjalan menuju tempat penjualan tiket.
Saat Rey ingin memastikan keberadaan Reva manik matanya menangkap tatapan berbinar mata Reva saat melihat seorang pria yang baru saja membeli popcorn lalu berbalik dan melambaikan tangan nya kepada serang wanita tak jauh dari tempat pria itu, ah mungkin itu pacarnya.
"Kamu pegang ini dulu, saya akan beli itu" ucap Rey menghampiri Reva lalu memberikan tiket yang sudah dibeli nya kemudian menunjuk ke arah tempat yang menjual popcorn serta soda cemilan biasa saat pergi ke bioskop, Reva pun hanya menganguk mengiyakan.
"Pergi, beli, berbalik, lalu lambaikan" gumam Rey berkali-kali mencoba mengingat yang akan dilakukan nya.
Rey pun sampai dan membeli popcorn tersebut namun karena seorang pria dibelakang nya yang tidak sabaran membuat dia kesal setengah mati lalu langsung pergi begitu saja tanpa melakukan aksi selanjutnya.
Sesampainya dia di depan Reva dia baru tersadar akan kebodohan.
"Pegang ini saya akan kembali lagi ke sana"ucap Rey sambil menyodorkan popcorn yang sudah dibeli nya.
"Hah"balas Reva sambil mengerjap ngerjap kan mata nya pertanda bingung.
"Kamu mau seperti mereka kan, tadi saya melihat kamu menatap mereka dengan tatapan berbinar saya pikir kamu menginginkan seperti itu."ucap Rey menunjuk seorang pria yang melakukan apa yang akan dia lakukan tadi lalu hendak pergi kembali namun tangannya tercekal oleh pegangan dari tangan Reva.
"Tidak usah, sebaik nya kita masuk saja film nya akan dimulai" balas Reva sambil menahan senyum nya lalu menarik Rey masuk ke dalam bioskop.
"Bapak mau kita nonton film horor?" tanya Reva setelah melihat tiket yang dibeli Rey tadi.
"Tentu saja, saya harap kamu jangan ribut disini, sebentar lagi film nya akan dimulai, jangan membuat keributan." ucap Rey yang hanya di jawab oleh dengusan kesal oleh Reva lalu tak lama kemudian film pun diputar.
"Buset ***** hantu nya kenapa muncul mulu sih!"
"Oi setan! kagak usah muncul tiba tiba lo ya, ucap salam kek dulu!" teriakan itu bukan berasal dari Reva melainkan dari Rey yang dari tadi takut setengah mati kadang kadang melemparkan popcorn miliknya ke arah layar bioskop itu. Reva yang melihat nya merasa jenggah belum lagi suara Rey menggangu penonton lain.
"Pak, tenang dulu pak, bapak ganggu yan lain lo" ucap Reva mencoba menenangkan Rey.
"Bagaimana gue tenang syaallah, itu setan kalau muncul gak pernah ucap salam, dasar setan!" balas Rey kembali dengan bahasa non formal nya,Reva pun hanya mendengus kesal dan dua tidak bisa menonton film kesukaan nya itu dengan nikmat.
Reva menahan ketawa nya sejak tadi keluar dari bioskop tersebut melihat ekspresi lucu Rey saat menonton film horor tadi.
"Kalau mau ketawa ketawa aja jangan ditahan"ucap Rey dengan wajah yang sudah sedikit merah menahan malu.
"Bwhahahaha, maaf pak maaf bapak lucu banget deh tadi, hahahaha"tawa Reva pecah sudah pertahanan nya ingin menahan tawa melihat ekspresi Reva yang sangat ketakutan tadi.
"Lagian bapak sih, udah tau juga takut nonton film horor tapi masih mau nonton itu" lanjutnya lagi seraya mengusap perutnya yang sakit akibat tertawa.
"Saya pikir dengan menonton seperti itu, kamu ketakutan terus berlindung sama saya" gumam Rey namun masih didengar oleh Reva.
"Dengar,l ya pak, saya itu pencinta film horor jadi kalau hanya menonton film seperti tadi tidak ada apa apa nya bagi saya, bapak sih belum terlalu mengenal saya" ucap Reva sambil terkekeh.
Mendengar ucapan terakhir Reva membuat rasa bersalah Rey dulu kembali menghantam hati nya "Iya saya belum terlalu mengenal kamu" balas Rey sambil tersenyum kecut mengulangi ucapan Reva tadi, mendengar ada uang salah dengan ucapan nya membuat Reva bungkam.
"Ayo saya antar kamu pulang" ucap Rey kembali ke mode dingin nya.
✴️✴️✴️✴️
"Ayolah Rey sampai kapan lo seperti ini Hah! Lo membuat Reva seakan akan memiliki harapan lagi sama lo, lo tau kan batas waktu lo" ucap seorang pria yang tengah duduk di kamar milik Rey.
"Gue gak bisa, lo tau kan gue udah berusaha lupain dia selama ini, tapi dia kembali lagi ke hidup gue, gue ngak bisa!" balas Rey frustasi sambil mengacak acak rambutnya lalu berjalan ke balkon kamarnya.
"Jangan egois Rey, lo harus ingat batas waktu lo, gue cuman ingatin aja gue juga sedih liat lo begini, gue cabut" balas pria itu lalu pergi dari kamar Rey.
"Gue udah coba lupain dia, tapi takdir kembali mempertemukan kami disaat keadaan nya udah mulai berubah, akhh"gumam Rey frustasi lalu mengacak rambut nya kasar.
**Haiiii author kembali Makasih udah sport Author supaya tetap lanjut cerita ini, Author akan usaha agar ngelanjutin cerita ini tapi jangan lupa kasih support Author ya seperti biasa 😇😇
Semakin ke sini semakin banyak aja misteri ya, sabar ya kita kupas satu satu 😇😇
Dadah see you 😘😘**