I Hate You But I Love You

I Hate You But I Love You
Pasangan Rey



Reunian untuk SMA tempat dimana Reva dan Rey menempuh


pendidikan selama beberapa tahun yang lalu. Tempat yang menjadi saksi bisu


dimana kisah cinta Reva dan Rey dimulai dan menjadi saksi dimana kisah cinta


itu harus berakhir dengan cara yang menyakitkan.


“Rindu juga gue masuk ke dalam sekolah ini!! Pengen balik


SMA gue!” celetuk Dodi menatap takjub dekorasi yang di buat begitu apik untuk


mendekorasi sekolah yang mereka gunakan malam ini untuk pertemuan tiga angkatan


sekaligus.


Malam ini Dodi terlihat begitu tampan dengan tuxedo hitam


yang dia gunakan dengan rambut yang di sisir rapi ke belakang. Sementara di


samping nya. Feni berpenampilan tak kalah cantik.


Wanita itu memakai dress biru yang sama seperti kemeja yang


digunakan oleh Dodi. Gaun yang menjuntai kebawah hingga mata kaki, ditambah


dengan rambut yang sengaja dia gerai dan polesan make up membuat wajah cantik


Feni semakin cantik.


“Buset deh!! Ini sekolah nunggu gue udah tamat baru bagus


kayak gini apa? kenapa pas gue masih sekolah aja sih?! Ngak adil banget!!”


kesal Morgan yang juga takjub dengan gedung yang ada di depan mereka.


Tujuh tahun mereka mengangkat kaki dari SMA elit ini membuat


sekolah itu berubah cukup signifikan. Bahkan gedung yang ada di depan mereka


sekarang jauh lebih bagus dengan gedung ketika mereka masih memakai baju putih


abu abu.


“Yaelah. Namanya juga udah lama. Udah tujuh tahun gile!! Ya kali


sekolah ini gitu gitu aja. Ya pasti ada perubahan dong.” Balas Feni menatap


kearah Morgan yang baru saja keluar dari dalam mobil yang mereka gunakan.


Morgan? Kali ini tidak kalah tampan. Dia mengunakan jas


hitam dengan dalaman mengunakan kaos. Tampilan yang sekarang sering digunakan


oleh lelaki lelaki muda di luar sana. Rambut yang dia tata rapi ke belakang.


“Kira kira si Rey datang kagak sih?” Tanya Morgan menatap


penuh tanyan kearah Feni dan Dodi bergantian.


“Lah mana gue tau! Emang gue bapak nya?!” balas Dodi ketus. Kenapa


juga Morgan bertanya kepada nya?!


udah di kabarin sama dia kan.” balas Morgan santai.


Dodi berdecak kesal. “Man—


“Itu Rey!!” suara dari Feni membuat Dodi menghentikan ucapan


nya dan menatap kearah yang ditunjuk oleh Feni.


Ketiga orang itu sama sama menatap kearah seorang lelaki


yang baru saja keluar dari dalam mobil hitam yang terlihat mewah.


“Buset itu Rey? Trus yang di samping nya siapa?” Tanya Morgan


mengucek ngucek mata nya berusaha memastikan kalau yang ada di depan mereka


adalah Rey teman satu perjuangan mereka sewaktu SMA dahulu.


“Pacar nya kali! Tapi cakep bener buset! Bening lagi!!”


“Awww!!”


“Mata nya mass!! Mau kena colok tuh mata!!” ujar Feni


menjewer telinga Dodi membuat lelaki itu meringgis kesakitan.


Morgan tergelak di posisi nya melihat Dodi yang terkena


amukan Feni. Udah tau juga kalau pawang nya galak, tapi masih aja mata nya


jelalatan. ******!


Feni melepas jeweran nya dari telinga Dodi kemudian beralih


menatap Rey dan seorang wanita yang berada di samping nya. pasangan itu


terlihat begitu mesra dengan tangan si wanita melingkar di lengan Rey.


“Sakit banget cubitan nya yang! Cium kek biar enak!” Feni


mengalihkan pandangan nya kearah Dodi yang terlihat mengusap telinga nya yang


memerah akibat ulah Feni.


Feni berkacak pinggang sembari menatap horror kearah Dodi. “Makanya


mata di jaga!! Gue lempar juga lo ke palung mariana sono!!” ujar Feni kesal


melenggang masuk sembari menghentakan kaki nya kesal.


“Fen!! Kok gue malah di tinggal sih!!” Dodi mendumel di


posisi nya menatap punggung Feni yang sudah menjauh.


“Makanya. Kalau tau pawang nya galak jangan macam macam. Mampos!!”


setelah mengatakan hal itu Morgan berlari mengejar Feni menghindari amukan Dodi


karena mendengar ejekan nya barusan.