Hot Mother and Ceo

Hot Mother and Ceo
74. Bonus Part 3



Awan hitam memenuhi kota metropolitan itu, rintikan kecil hujan membuat tanah sedikit basah.


Semenjak kehilangan saudaranya, Leo jadi kesulitan tidur. Jadi Zila harus me nina bobok kan Leo dulu sebelum menyusui si bayi besar, Rafa.


"Leo sudah tidur?" Tanya Rafa saat Zila sudah nongol didepan pintu.


"Iya. Leo pasti merasa kehilangan. Yang selalu bermain bersama Leon adalah Leo. Dan Leo akan menjadi pendukung paling depan Leona, jika Leona meminta sesuatu." ucap Zila dengan sedihnya.


"Maafkan aku, semua berawal dari keluarga ku." sesal Rafa sambil membawa Zila kepangkuanya.


Zila menurut saja dan mengelus pelan kepala Rafa.


"Mereka juga memiliki dendam padaku. Kau tau, aku mendengar banyak tentang mereka." Zila berkata sambil menatap manik mata Rafa yang bening.


"Oh ya. Apa saja yang kau tau?" Tanya Rafa sambil mengecup tangan kanan Zila.


"Kenan, dia iri pada ayah mu. Dan partner nya adalah Lula. Lula sengaja menjebak ku malam itu. Awalnya Lula hanya menjual ku pada orang lain dengan harga yang mahal. Dan ternyata aku dijual pada anak buah mu." ucap Zila.


"Bagaimana bisa dia menangkap mu?" tanya Rafa heran.


"Saat itu aku libur kerja, aku ketiduran hingga keluar hampir malam. Karna kelaparan aku mampir di Restoran untuk makan. Aku tidak ingat sama sekali saat itu, bagaimana bisa aku berada di kamar bersama mu." jujur Zila.


Mereka terdiam sejenak, mencerna apa yang sedang terjadi.


"Kalau aku, ada yang sengaja mencampur minuman ku dengan obat perangsang dosis tinggi. Kalau tidak segera disalurkan, maka nyawa ku yang akan jadi taruhannya. Makanya aku menyuruh anak buah ku untuk membeli seseorang. Awalnya aku mengira kau adalah ja***g yang dibeli mereka. Tapi aku sangat bersyukur karena kau bukan lah bagian dari mereka." Ucap Rafa sambil mengelus rambut Zila yang masih terasa harum.


"Memang kenapa kalau aku adalah ja**g?" tanya Zila.


"Bukan apa-apa. Aku tau, beberapa wanita menjadi wanita malam karna tuntutan biaya. Aku bisa memakluminya. Ada juga sebagian wanita yang sengaja menjadi wanita penghibur untuk bisa menjerat pria kaya, walau harus menjadi simpanan. Itulah mengapa aku kurang suka dengan wanita panggilan." jujur Rafa.


Zila terdiam mencerna ucapan Rafa. Di kota besar ini, uang adalah benda paling dibutuhkan dan paling susah dicari.


"Tapi mencari rezeki dari sesuatu yang haram tidak akan bertahan lama. Pasti uang itu akan cepat habis entah kemana." tutur Zila.


"Maafkan aku, karena kesalahan ku, kau jadi sangat menderita. Bertahan hidup dikota besar sendirian dalam keadaan hamil."


"Tidak semua orang bisa bertahan seperti kamu. Kamu bisa saja melakukan hal bodoh seperti para wanita panggilan agar lebih mudah dan praktis, plus dapat uang banyak."


"Tapi karna ketangguhan mu, kau bekerja keras tanpa kenal lelah di siang dan malam untuk memberikan kehidupan yang layak untuk para anak-anak mu."


"Kau adalah IBU yang hebat, Nazila." Ucap Rafa tulus.


Zila menangis mendengar itu, ia merasa sangat terharu. Walau harus diterpa badai yang begitu banyak, akhirnya ia bisa melewati semuanya, walau harus kehilangan dua buah hatinya.


"Aku belum memberi tahu mu bukan, bagaimana aku bisa menjebloskan mereka ke penjara?" tanya Zila.


Rafa menggeleng dan berkata "Aku mau dengar,"


"Awalnya aku mencuri berlian Kenan dan menjualnya. Itulah mengapa aku bisa memiliki ponsel. Kemudian aku mengajak bicara Kenan, seolah-olah aku adalah korban pemerkosaan. Aku merekamnya dalam ponsel ku.(episode 68, Rencana Licik Zila)


Kemudian aku juga merekam pembicaraan ku dengan salah satu anak buah mereka.(episode 69, Rencana Licik Zila 2)


Dengan bukti itu, polisi cukup mempercayai ku. Apalagi mereka bersyukur karena telah berhasil menangkap para buronan, dan para orang yang terlibat. Aku bahkan mau dikasih penghargaan tapi aku menolaknya. Aku bukan superhero soalnya." Kata Zila panjang lebar sambil tertawa.


"Ya, kau memang yang terbaik. Ibu teristimewa yang memiliki keistimewaan diluar nalar. Perjuangan mu selama ini membuat ku terpesona dan semakin jatuh cinta. I Love you." ucap Rafa sambil mel*mat istrinya.


-END-


Hikmah dari kisah ini adalah ketahuilah bahwa 'badai pasti berlalu'. Dalam hidup, akan terasa sangat hambar kalau kita lalui tanpa adanya perjuangan.


@Pak Candra 'Badai pasti berlalu.'


Kayaknya kurang detail aku bikin naskahnya, jadi kalian agak bingung. Ini aku tambahin lagi biar pada paham.


Makasih semua yang sudah kasih aku kritik dan saran sehingga bisa memperbaiki kekurangan ku๐Ÿ™