Hot Mother and Ceo

Hot Mother and Ceo
69. Rencana Licik Zila 2



" Apa yang terjadi?" Lula bertanya.


Kenan hanya menatap tunangannya seperti orang linglung. Sedangkan Zila kembali bersikap biasa.


" Bukan apa-apa." Kata Kenan setelah sadar dari sikap bodohnya tadi.


" Oh ya. Semua sudah aku selesaikan. Tinggal bawa pulang bocah tengil ini." Kata Lula menatap bengis kearah Zila.


Tapi Zila tetap seperti biasanya, cuek.


" Ya sudah. Aku siapkan mobil, kau yang bawa dia." Kata Kenan kemudian melenggang pergi.


" Okay honey." Jawab Lula sambil mengecup sekilas bibir kekasihnya sebelum meninggalkan tempat itu.


Zila jengah melihat kelakuan keduanya yang tidak tau tempat saat sedang bermesraan.


Zila mendengus sambil bergumam.


" Semoga saja anakku tidak seperti itu." Zila berdo'a.


Tapi apakah Do'a Zila bakal terkabul ? Kayaknya tidak. Karna anaknya, Leon. Akan menjadi lelaki paling romantis dalam sejarah keluarga Sarfaraz.


.


.


.


.


Setelah Zila dibawa kemarkas, Zila didandani dengan begitu cantik.


Setiap para anggota pencuri yang ditemui Zila dibeberapa tempat, Zila selalu mengingat wajah mereka.


Walau ingatannya tak sejenius Leon, tapi Zila juga cukup pintar mengingat wajah.


Zila mengaktifkan mode perekam suara saat ditinggal sebentar oleh perias.


" Mereka cerdik sekali. Mereka punya perias sendiri, semua profesi profesional mereka punya. Kecuali dokter tentunya. Mereka hanya dibekali ilmu mengobati luka tembak sendiri. Dan ilmu perawatan jika terluka saat bertarung. Organisasi mereka menyebar keseluruh kota." Batin Zila.


Hanya karna iri hati, membuat orang bisa melakukan apa saja.


Lula, ingin membuatnya tersiksa karena iri dengan kecantikannya.


Kenan, tidak terima dengan Arief, ayah suaminya yang selalu lebih unggul darinya.


Dan orang dibelakang mereka, entah siapa Zila tidak tau. Tapi Zila tau kalau orang itu hanya ingin harta dan tahta.


Ngga bakal ada yang geledah sampai situ bukan ?


Tak lama kemudian datanglah orang yang ditugaskan untuk mendandaninya.


" Kau.. Siapa nama mu ?" Zila bertanya pelan pada wanita itu.


" Kau tidak perlu tau siapa namaku. Tapi panggil aku Miss B." Kata wanita cantik itu.


Ya, wanita yang ditugaskan untuk menyulap Zila menjadi bidadari adalah salah satu pencuri internasional.


" Kau, kenapa menculik orang tidak berdaya seperti ku?" Tanya Zila.


" Bukan keinginan kami." Miss B itu tidak memberi tau karena itu bukan urusan dia juga.


" Ayolah.. Apakah kau tau siapa pria bertopeng itu?" Tanya Zila lagi.


" Tidak ada yang tau siapa pria itu. Bahkan Mr Kenan juga Miss Lula kayaknya tidak tau." Kata Miss B sambil merias wajah Zila karena tadi sudah ia bersihkan.


" Kenapa kau mau merias wajah ku ? Bukankah waktu mu akan terbuang sia-sia?" Tanya Zila.


" Ya, dalam satu jam aku bisa mencuri banyak perhiasan. Dan karna disuruh merias mu, aku tidak punya waktu untuk mencuri. Tapi, tidak masalah. Karna walau pun hanya merias mu, aku dapat uang ganti rugi cukup banyak." Kata wanita itu.


" Kau kaya, ya." Ucap Zila manggut-manggut.


Miss B tertawa setelah mendengar ucapan Zila.


" Nona, bersiaplah.. Kau akan menjadi lebih cantik setelah ini." Kata Miss B.


" Aku sudah punya tiga anak." Ucap Zila.


" Ya, maksud ku.. Nyonya." Miss B itu tergagap.


" Aku sudah cantik dari lahir." Kata Zila lagi.


Miss B itu kesal. Ia ingin sekali menampar wanita ini.


" Sabar.. Sabar... Orang sabar disayang mantan." Kata Miss B sambil mengelus dadanya.


" Salah itu, yang benar itu, orang sabar kecebur sumur." Kata Zila sambil tertawa.


" Bisa tidak kau diam!" Teriak Miss B kemudian langsung melakukan tugasnya tanpa berdebat lagi.


Zila tertawa melihatnya.


-to be continued-